July 27, 2007
Bangun tidur tadi aku dapet sms dari Rika : Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun, telah meninggal dunia Nufail setelah menjalani operasi usus halus di RS Dr. Sutomo, hari Kamis 26 Juli 2007…
MasyaAllah….!
Nufail akhirnya tidak bisa diselamatkan, aku jadi pengen nangis. Nufail kecil yang sempat kulihat sebentar, Nufail menangis…Nufail diambil kembali oleh Allah setelah di dunia hanya sekitar 2 minggu.
Ishbir ya Ukhtii…InsyaAllah Nufail masuk syurga, dan apabila anti sabar, ikhlas dan apa yang anti lakukan untuk Nufail adalah karena mengharap pahala Allah semata..insyaAllah Nufail akan menjadi tabir bagi antum berdua dari api neraka…
Nufail pasti sudah bahagia sekarang, dia masuk syurga..tempat terindah yang diinginkan setiap muslim di dunia ini…
“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan sim-panan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doa-nya. Ya Allah! Dengan musibah ini, be-ratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, am-punilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang men-dahului kami dalam keimanan”
(Lihat al-Mughni, karya Ibnu Qudamah 3/416 dan ad-Durusul Muhimmah li ‘Aammatil Ummah, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, halaman 15)
*aku bingung harus menulis apa lagi*
July 25, 2007
Berikut adalah ciri2 Rasulullah menurut penuturan Ummu Ma’bad (seorang shahabiyyah yang pernah bertemu Rasulullah).
"Dia sungguh elok, wajahnya berseri-seri. Bagus perawakannya, tidak gemuk, tidak kecil kepalanya, tampan rupawan. Bola matanya hitam legam, bulu matanya panjang. Suaranya agak serak-serak, dan lehernya jenjang. Jenggotnya lebat, matanya jeli bagaikan bercelak. Alisnya panjang melengkung dengan kedua ujung bertemu, rambutnya hitam legam. Bila diam dia tampak berwibawa, bila berbicara dia tampak ramah. Amat bagus dan elok dilihat dari kejauhan, amat tampan dipandang dari dekat. Manis tutur katanya, tidak sedikit bicaranya, dan tidak pula berlebihan, ucapannya bak untaian marjan. Perawakannya sedang. tidak dipandang remeh karena pendek, tak pula enggan enggan mata memandangnya karena terlalu tinggi . Dia bagai pertengahan dua dahan, dia yang paling tampan dan paling mulia dari ketiga teman-teman yang mengelilinginya. Bila dia berbicara, mereka mendengarkan ucapannya baik-baik. Bila dia memerintahkan sesuatu , mereka dengan segera melayani dan mentaatinya. Dia tak pernah bermuka masam dan tidak bertele-tele ucapannya".
Sumber : Al-Ishabah karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Alsqalani, Al-Isti’ab karya Ibnu Abdil Barr, Ath-Thabaqatul Kubro karya Al Imam Ibnu Sa’d. Ats-Tsiqot karya Al Imam Ibnu Hibban, Mukhtasar Siratir Rasul karya Al Imam Muhammad bin Abdil Wahhab
dikutip dari : majalah Asy-Syari’ah Vol III/No.32/1428 H/2007
Waaaah, mau banget kalo dapet yang kaya Rasulullah hehe…at least mirip2 gitu lah, sifatnya, rupanya, akhlaqnya,, ibadahnya…Tapi ga muluk2 juga lah, pokoke yang semangat menjalankan sunnah dan mengikuti beliau…Soale bakalan susyaaaah nyari yang sempurna kaya Rasulullah….
Jadi kalo ada orang yang ngaku2 pernah mimpi ketemu Rasulullah, kayake tuh orang kudu belajar hadits2 yang berkaitan dengan sifat2 Rasulullah deh yaaa, jangan asal ngaku aje!! At least pernah menghatamkan Syama’il Muhammadiyyah. Trus buat cewek2 …ngapain juga suka sama artis2 yang sok cakep itu ! Sok cakep tapi gak jelas ! Wong punya teladan yang seperfect itu!
Emang PERFECT!!!
July 18, 2007
Tanggal 9 Juli 2007, pagi jam 05:43 aku dapet sms :
"Alhamdulillaahi robbil ‘alaamiin ArRahman ArRahim.tlh lahir putra kami kemarin jam 13.35.smg Allah memberikan barokah kpd kami dan menjadikan kami sbg orang yang bersyukur. Bagus wa ahlihi"
Waks..aku mikir2 ini Bagus yang mana ya?? Ada 5 orang yang kukenal namanya Bagus. Bagusnm? (ga mungkin kalo dia hehe), Bagus Gondo? (ini mah masih nunggu Nteen), Bagus Andri/Mbenk (beberapa waktu lalu ketemu msh blom nikah, Bagus Kur (kayaknya juga blom nikah), trakhir Bagus Hariyadi (tak tanyain juga blom nikah).Akhirnya kubalas :" Ini Bagus siapa ya?", trus tak doakan " Barokallaahu laka fil mauhuubi laka wa syakartal wahaba wa balagho asyuddahu wa ruziqta birrohu"…
Satu minggu aku masih ga tau juga itu sms dari siapa, akhirnya kupikir pasti orang nyasar kirim.
Then….hari Selasa jam 07.22, ada sms lagi : "Assalamu’alaikum, jeng nn tadi lewat kedung tarukan baru gg 1 karang menjangan ta, pake baju ijo jilbab item? aq tadi liat org persis anti. ini rika pras, q lagi nunggu anakq opname d RS Karang menjangan"….WHAAAT?!! langsung kubalas " iya, itu ana, masyaAllah"…
Trus akhirnya aku nelpon dia, dan tanya2 …hiks hiks..ternyata benar2 Rika temenku (yang dulu pernah kutulis di blog ini juga, yang kena hidramnion/kembar air). Anaknya baru umur 9 hari, dan karena air ketubannya pecah sebelum bayinya lahir , dan juga mungkin penyebab hidramnionnya sendiri adalah ada kelainan pada sistem pencernaan bayinya, sekarang Nufail (nama anaknya) sakit …masyaAllah.
Akhirnya malem2 aku sama Listy, Mbak Fery dan Nteen, besuk ke RS. Nyari2 ruangan, masuk2 ke ruang neonatus (padahal harusnya ga boleh!). Trus akhirnya menemukan ‘Tembem’ lagi duduk2 di ruang tunggu , di belakang ruang neonatus. Eh kayaknya lebih mirip ruang pengungsian daripada ruang tunggu. Habisnya ga layak,kaya pos kamling dan banyak nyamuuk …!
trus crita2 :
Nufail kecil terus menerus muntah ketika disusui, dan menurut dokter terjadi penebalan di lambungnya. Trus hasil rontgen (*duh nulisnya gini kah ?) terakhir , menurut dokter terjadi penyempitan pada usus halusnya. Ya Allaah !!…. Dan kemungkinan, Nufail harus operasi , dibedah. Huwaaa…..kasiaaan Nufail. Bener2 ga tega melihatnya, apalagi pas ditunjukin videonya …Nufail nangis pas dipasangi alat penyinaran. Udah gitu, Rika crita, sempat terjadi mal praktek(ato semacamnya) di ruang neonatus. Box bayi terlalu panas dan suster cuek saja, sampe badan Nufail meraah banget. Trus pernah juga, Nufail dilepas infusnya dan susternya lupa ga dipasang lagi. MasyaAllaah….
Sekarang berat Nufail tinggal 1,9 kg, padahal waktu lahir sekitar 2,5 kg. Karena dia harus ‘puasa’, ga bisa minum apapun, cuman diinfus aja. Hiks…
Gimana hati seorang ibu?! Rika udah nangiiss aja, bingung kalut ga karuan.
Hiks..hiks…manusia hanya bisa berusaha dan berdo’a…
Semoga Nufail kecil cepet sembuh yaa….semoga operasinya lancar..semoga Rika dan keluarga diberi kesabaran menghadapi ujian ini…Ya Allah, sembuhkan Nufail..masa depannya masih panjang….
Nufail ….cepet sehat yaa..nanti biar bisa main2 sama ammah (tante : bhs Arab)…
Hiks2…jadi pengen nangis…
July 16, 2007
TERNYATA WORTEL TAK BISA "MENYEMBUHKAN" MATA MINUS, Ternyata itu cuma mitos. Termasuk juga pendapat yang mengatakan memakai kacamata terus-terusan akan membuat minus bertambah banyak.
Menurut penelitian ilmiah, wortel memang mengandung banyak vitamin A, tapi kesalahan sistem optik pada mata tidak bisa diperbaiki dengan vitamin A. Ibarat kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dari merek berkualitas pun akan merekam gambar yang buram jika lensanya tidak sempurna. Dijelaskan dr. Hadi Prakoso W., Sp.M., "Orang menganggap vitamin A berperan dalam fungsi penglihatan manusia, tapi sebenarnya vitamin A lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah jumlah minus, plus, atau silinder lensa kacamata anak," ujar optalmologis dari Jakarta Eye Centre ini.
Ada juga anggapan yang mengatakan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Menurut Hadi, pendapat itu juga tidak logis. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar minusnya tak bertambah parah.
Ia menjelaskan, perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Lihat saja ukuran bola mata bayi yang lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran atau dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60%. Setelah usia 2 tahun seg- men depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.
Segmen belakang, lanjut Hadi, akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar antara 4 sampai 15 tahun yang kemudian melambat dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Saat itu, bagian belakang bola mata dimana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi, kalau minus pada mata anak bertambah besar, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan begitu penambahan minus pada usia pertumbuhan terjadi secara alami. Nah, kondisi miopia rabun jauh yang parah dapat terlihat melalui USG yang memperlihatkan segmen belakang bola mata yang sangat memanjang. "Jelas, kan, pertambahan minus sebenarnya tidak bisa dicegah. Banyak orang tua yang datang meminta kiat mencegah bertambahnya minus pada anak. Ya… itu tidak mungkin kecuali kalau anaknya dibonsai," kelakar Hadi.
MENGENAL ORGAN MATA
ORGAN MATA bisa diibaratkan kamera. Bola mata yang terdiri atas kornea mata dan lensa mata merupakan bagian sistem optik yang cara kerjanya sama dengan sistem optik di kamera. Sementara retina yang berfungsi sebagai sensor pada mata bisa dianalogikan sebagai film yang dipasang dalam kamera. Imej semua benda yang dilihat mata, akan difokuskan di retina.
Nah, bila konstruksi bola matanya mengalami ketidaksempurnaan, seperti lensanya tidak sempurna atau tidak sesuai dengan keseluruhan konstruksi bola mata maka fokus bisa jatuh di depan retina atau di belakang retina. Akibatnya mata anak tidak bisa memfokuskan imej benda-benda yang dilihatnya atau disebut refraksi. Kelainan refraksi tak memandang usia, bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.
Deteksi kelainan refraksi pada anak-anak biasanya berlangsung dengan melihat perilakunya. "Biasanya orang tua mengeluh, ‘Dok anak saya, kok, kalau nonton teve maunya ke depan terus. Kalau disuruh menjauh malah protes. Bisa juga terlihat anak selalu menyipitkan mata atau memiringkan kepalanya setiap nonton teve. Sedangkan pada anak usia sekolah, gejala kelainan refraksi dapat terlihat dari seringnya anak berjalan mendekati papan tulis atau sering kedapatan salah menyalin." Untuk mengatasinya anak harus mengenakan lensa buatan berupa kacamata. Dengan alat bantu ini barulah matanya bisa melihat dengan tajam dan bersih.
PENYEBAB REFRAKSI
ASAL TAHU saja, kuat-lemahnya sistem optik pada mata terjadi dengan sendirinya. "Memang dari sononya sudah begitu. Jadi bisa dikatakan sudah merupakan bawaan lahir."
Penyebabnya antara lain, faktor genetik. Sering, kan, pasangan atau salah satu orang tua yang berkacamata memiliki anak yang juga berkacamata. Memang fakta tersebut belum didukung kuat dengan suatu data penelitian, tapi Hadi banyak menemukan kasus seperti itu dalam praktek sehari-hari. "Gen pembawa bakat kelainan refraksi ini bisa dikatakan kuat," ujarnya.
Namun, tentunya kita tidak dapat menghilangkan fakta, orang tua yang tak berkacamata bisa saja memiliki anak berkacamata. Apa pemicunya jika bukan karena faktor keturunan, menurut Hadi, hingga kini belum diketahui. Apakah frekuensi nonton TV atau duduk di depan komputer yang terlalu sering? "Pernyataan tersebut belum dibuktikan secara empiris. Lagi pula tidak semua orang yang banyak nonton teve akan mengenakan kacamata bukan?" tukasnya.
Toh, asumsi tersebut tetap tak ditolaknya 100%. Bisa jadi pemicu makin banyaknya orang berkacamata dipengaruhi pola hidup masyarakat yang sudah berubah. "Dulu anak-anak memang sudah nonton teve tapi kalau sore masih bisa main layang-layang di luar rumah. Namun, sekarang lingkungan di luar rumah menjadi semakin tak bersahabat sehingga anak jadi lebih sering menghabiskan waktu di rumah, di depan monitor teve atau komputer. "Tapi sekali lagi hal ini belum pernah dikemukakan secara ilmiah. Jadi kita masih tidak tahu pasti," tekannya.
MACAM KELAINAN REFRAKSI
INILAH BEBERAPA kelainan refraksi yang kerap dijumpai:
* Miopia
Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.
* Hipermetropia
Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal. "Pada bangsa-bangsa di Asia Timur, mata minus atau rabun jauh lebih dominan ketimbang rabun dekat. Namun, di kalangan bangsa Barat atau Arab penderita hipermetropia lebih banyak dibandingkan dengan mata minus," ujar Hadi.
* Astigmatisme
Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan. Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.
Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.
* Kombinasi Kelainan
Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus. Intinya menurut Hadi, hampir semua kelainan refraksi dapat diatasi dengan kacamata.
KALAU KELAINAN TERUS BERTAMBAH
JIKA SETELAH lewat usia 18 tahun, minus tetap bertambah, maka penyebabnya tak lain adalah faktor penurunan fungsi sistem optik dan retina pada mata yang bersangkutan. Bisa juga penyebabnya adalah miopia patologis atau keadaan dimana bola mata terus memanjang. Seharusnya, menurut teori, di usia 18 tahun perkembangan bola mata sudah berhenti.
Ada dugaan, miopia patologis ini bisa diperparah dengan kebiasaan banyak membaca. Di saat membaca, otot-otot di sekitar bola mata dikondisikan untuk mengalami kontraksi atau penegangan. Kalau kontraksi otot mata berlangsung terus, maka bola mata bisa semakin memanjang. "Hanya saja penelitian ini dilakukan pada para penderita miopia, bukan pada orang dengan mata normal. Jadi tak bisa dikatakan banyak membaca akan membuat orang jadi berkacamata," ujar Hadi menegaskan.
Kesimpulannya, kacamata hanya berfungsi membantu agar mata dapat melihat lebih jernih dan jelas, bukan untuk mencegah atau justru menambah kelainan yang ada. Juga, apakah kacamata itu dipakai atau tidak, maka tidak akan memberi pengaruh. Hanya saja tentu, kalau kacamata dipakai, anak akan melihat dengan jelas, sedangkan kalau tidak, penglihatannya tetap buram.
Sumber: indoglobal.com
Setiap manusia dibekali dengan 5 indera sejak lahir. Walaupun beberapa hanya diberi kurang dari 5, dan konon ada juga yang mempunyai indera keenam. Setiap indera, mempunyai sel-sel reseptor khusus yang mengenali perubahan lingkungan luar. Tapi sekarang, kita hanya akan membahas Indera penglihatan saja, yaitu mata.

Mata mempunya 3 lapisan dinding, yaitu sklera, koroid dan retina. Sklera mempunyai fungsi melindungi bola mata dari gangguan. Koroid berwarna coklat kehitaman yang berisi banyak pembuluh darah sebagai nutrisi dan oksigen untuk retina. Sedangkan retina sangat peka terhadap sinar, dan mempunyai sel-sel saraf yang berhubungan langsung dengan otak.
Miopi
Miopi biasanya terjadi pada anak-anak remaja usia 8 sampai 14 tahun, faktor yang menyebabkannya adalah keturunan, membaca sambil tiduran, menonton tv dari jarak dekat, dan tentu saja, berada di depan komputer terus-menerus.
Dari gambar di bawah ini, dapat dijelaskan pada pandangan normal, fokus berada tepat di retina. Penderita miopi mengalami fokus di depan retina yang mengakibatkan pandangan jauh menjadi buram (kabur). Dan gambar terakhir, dengan bantuan lensa cekung (kacamata) fokus kembali tepat di retina mata.

Cara menanggulangi hal ini bisa ditempuh dengan 3 cara. Memakai kacamata, lensa kontak, dan LASIK.
Kacamata
Menggunakan kacamata adalah solusi termurah. Jika pemilihan bingkai cocok dengan bentuk muka, maka bukan tidak mungkin penderita miopi bisa terlihat semakin ganteng dan berpendidikan. Ehm! Dengan biaya kurang dari 350 ribu, semua bisa ditanggung beres. Seperti yang aku lakukan tadi malam di sebuah optik.
Lensa kontak
Mungkin banyak wanita yang lebih memilih menggunakan lensa kontak. Walaupun agak repot mengurusnya, tapi ada hal penting yang menjadi alasan untuk beralih ke lensa kontak. Salah satunya adalah warna mata. Warna-warna pelangi seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu bisa mewarnai mata.
LASIK
Cara baru ini termasuk mahal. Untuk 2 buah mata, kita membutuhkan biaya yang cukup besar, sampai dengan 15 juta rupiah.
Diambil dari http://didats.net
July 5, 2007
Siapa yang tidak kenal dengan lalat? Binatang mungil yang selalu hinggap pada tempat-tempat yang kotor dan menjijikkan, terbang kesana-kemari menebarkan penyakit. Sehingga kita merasa takut dan jijik, jika lalat hinggap pada makanan kita. Namun, tahukah anda, ternyata gara-gara lalat dapat menyebabkan seseorang masuk ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan yang abadi. Sebaliknya, gara-gara lalat menyebabkan seseorang dilemparkan ke dalam neraka yang menyala-nyala dan siksanya tiada berakhir. Mungkin ada diantara Pembaca yang budiman merasa takjub. Tapi, ketakjuban seperti ini lumrah, sebab dahulu para sahabat juga takjub dan heran ketika mendengarkan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menceritakan hal itu. Dari sahabat Thariq bin Shihab bahwasanya Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda
, دَخَلَ الجَنَّةَ رَجُلٌ فِيْ ذُبَابٍ وَدَخَلَ النَّارَ رَجُلٌ فِيْ ذُبَابٍ، قَالُوْا: وَكَيْفَ ذَلِكَ يَارَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَرَّ رَجُلَانِ عَلَى قَوْمٍ لَهُمْ صَنَمُ لَايَجُوْزُهُ أَحَدٌ حَتَّى يُقَرِّبُ لَهُ شَيْئًا، فَقَالُوْا لِأَحَدِهِمَا: قَرِّبْ، قَالَ: لَيْسَ عِنْدِ شَيْءٌ أُقَرِّبُ، قَالُوْا لَهُ: قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، فََقَرَّبَ ذُبَابًا،فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُ، فَدَخَلَ النَّارَ، وَقَالُوْا لِلأَخَرِ: قَرِّبْ، قَالَ: مَا كُنْتُ لِأُقَرِّبَ لِأَحَدٍ شَيْئًا دُوْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَضَرَبُوْا عُنُقَهُ فَدَخَلَ النَّارَ
"Ada seseorang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada seseorang yang masuk neraka gara-gara lalat ". Para sahabat bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ada dua orang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala. Mereka tidak memperbolehkan seorang pun melewati berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Maka berkatalah mereka (kaum itu) kepada salah seorang dari laki-laki tersebut, "Berkurbanlah!" Dia menjawab, "Aku tidak memiliki sesuatu pun untuk dikorbankan". Mereka berkata lagi kepadanya, "Berkorbanlah, walaupun hanya seekor lalat. Maka laki-laki itu berkorban dengan seekor lalat. Lalu mereka pun membiarkannya meneruskan perjalanan. Maka ia pun masuk neraka. Kemudian kaum itu berkata lagi kepada seorang yang lain, "Berkurbanlah!!" Lalu laki-laki itu menjawab, "Aku sama sekali tidak pernah menjadikan kurbanku kepada seorang pun, selain Allah -Azza wa Jalla- . Maka kaum itu memenggal lehernya dan masuklah ia ke dalam surga". [HR. Ahmad dalam Az-Zuhud (15), dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (1/203). Hadits ini di-shahih-kan oleh Abu Ya’la Muhammad Aiman As-Salafy dalam Bughyah Al-Mustafid (hal. 150)].
SyaikhMuhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahullah- berkata, "Orang ini berkurban dengan sesuatu yang hina (tidak berharga) dan tidak bisa dimakan, akan tetapi ketika ia meniatkan hal itu dapat mendekatkan dirinya kepada berhala, maka jadilah ia seorang yang musyrik. Lalu iapun masuk ke dalam neraka". [Lihat Al-Qaul Al-Mufid Syarh Kitab At-Tauhid (1/142), cet. Darul Aqidah)]
Syaikh Abdur Rahman bin HasanAlusy Syaikh-rahimahullah- berkata, "Jika begini kondisi orang yang mendekatkan diri kepada berhala dengan seekor lalat maka bagaimana lagi keadaannya orang-orang yang menggemukkan untanya, sapinya, dan kambingnya untuk mendekatkan diri mereka dengan menyembelihnya dan berkurban kepada sesuatu yang disembah selain Allah berupa mayat, orang yang gaib, thogut, tempat-tempat keramat, pohon, batu, atau selain dari itu. Orang musyrikin di masa sekarang mereka menganggap yang demikian itu lebih afdhol dari pada menyembelih di hari kurban idul adha yang telah disyariatkan. Terkadang sebagian diantara mereka mencukupkan diri dengan berkurban kepada selain Allah saja. Karena besarnya rasa takut, pengagungan dan harapan mereka kepada selain Allah. Sungguh musibah ini telah merata. [Lihat Qurrah ‘Uyun Al-Muwahhidin, (hal 71)]
http://almakassari.com/?p=121