September 28, 2007
Jumat 28 September 2007 | Print Artikel
Syaikh Utsaimin -rahimahullah
Tanya: Jika ada seorang shalat tarawih di belakang imam yang melebihi 11 rakaat, haruskah ia mengikuti shalatnya imam ataukah ia berpaling dari imam setelah ia menyempurnakan 11 rakaat di belakangnya ??
Jawab : Sunnahnya dia tetap mengikuti imam walaupun lebih dari 11 rakaat. Karena jika dia berpaling sebelum selesainya imam dari shalatnya, dia tak mendapatkan pahala qiyamul lailnya. Dan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
من قا م مع الإ مام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة
"Barangsiapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai dari shalatnya maka ditulis untuknya pahala shalat lailnya" (HR. Abu Dawud No. 1375, Tirmidzi No. 706 dan dishahihkan oleh AsySyaikh Albani)
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menyatakan demikian dalam rangka mendorong kita untuk menjaga agar kita tetap shalat dibelakangnya hingga imam itu selesai. Dan juga para shahabat, mereka mengikuti imam. Mereka pada shalat yang di situ imam menambah rakaat dari yang disyariatkan, sebagaimana ang terjadi bersama Amirul Mukminin Ustsman bin Affan, ketika beliau menyempurnakan shalat empat rakaat. Dimana pada waktu haji bersama Nabi, kemudian Abu Bakr, ‘Umar, dan Utsman bin Affan pada awal pemerintahannya sampai bertahan delapan tahun, mereka shalat dua rakaat. Kemudian setelah itu mereka tetap mengikuti beliau shalat dibelakangnya shalat empat rakaat. Jika demikian petunjuk para shahabat, yang mana mereka adalah orang-orang yang paling bersemangat dalam mengikuti imam, maka bagaimana keadaan sebagian manusia yang mana mereka ketika melihat imam shalat melebihi rakaat yang ditentukan oleh Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam lalu mereka berpaling di tengah-tengah shalat, sebagaimana yang kita saksikan di Masjidil Haram mereka pergi meninggalkan imam dengan alasan bahwa yang disyariatkan adalah 11 rakaat. (af)
Sumber : 48 Soal Jawab tentang Puasa bersama Syaikh Utsaimin-rahimahullah, Penulis : Syaikh Salim bin Muhammad Al-Juhani, Penerbit : Maktabah Al-Ghuroba’ Solo.
September 27, 2007
Ibnu Masud Radhiallahuanh berkata:
Janganlah kalian mempelajari ilmu kerana 3 hal:
1) dlm rangka mendebat dgn orang2 bodoh
2) dlm rangka mendebat para ulama
3) memalingkan wajah2 manusia ke arah kalian ( mcari popularitas)
Carilah apa yg ada di sisi Allah dgn ucapan dan perbuatan kalian. Karena,sesungguhnya itulah yg kekal abadi, sedangkan yang selain itu akan hilang dan pergi
( Jamiul Ulum wal Hikam, 1/45 : seperti yg dikutip dari Asy Syariah III/33)
from : nasyroh Fs
September 21, 2007
DAN AKHIRNYA AKU TERSADAR DARI KELALAIANKU Selasa, 18 September 2007 - 05:00 PM, Penulis: Syaikh Salim Al-Ajmiy Hafizahullah Ta’ala
Tulisan ini adalah sebuah surat yang dikirimkan oleh salah seorang wanita yang mengisahkan kisah seorang korban dari sekian banyak korban pacaran, dan menjelaskan betapa jauh pengaruhnya terhadap dirinya, serta bagaimana para pelamar memalingkan padangan mereka darinya disaat mengetahui akan pamornya yang jelak, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala meyelamatkannya dari jalan yang gelap gulita serta memberikannya petunjuk untuk taat pada perintah-perintah-Nya. Dia berkomentar dalam suratnya ini dengan mengatakan:
“Aku mengirimkan surat ini kepadamu karena aku merasa surat ini pantasuntuk disebar luaskan, sebab surat ini menjelaskan sampai sejauh mana bencana yang menimpa sebagian gadis di bawah slogan emansipasi dan pacaran!!! Akan tetapi yang menjadikan kita semakin bersedih adalah kejadian ini di dengardan di saksikan oleh para walinya. Aku tuliskan surat ini agar menjadi pelajaran bagi kaum laki-laki sebelum wanita, agar kaum laki-laki menjaga keluarga wanita mereka dan anak gadis mereka, agar tidak kehilangan harga diri dan terjatuh kedalam perangkap syaitan. Korban ini, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan sebelum terjatuh kedalam jurang yang tak berdasar namanya F.A.Q, dia berkata: “Aku dulu hidup dengan penuh kebebasan, sampai-sampai aku memiliki hubungan dengan para pemuda tetangga, dan aku membujuk mereka untuk berbicara denganku dan aku berlemah lembut kepada mereka. Sungguh aku (waktu itu) sangat tidak punya rasa malu, aku menggunakan telephon untuk berhubungan dengan mereka. Sampai suatu saat ada seorang pemuda yang ketika melihatku langsung berkeinginan untuk melamarku. Akan tetapi ketika dia mendengarkan cerita tentang diriku sering disebut-sebut oleh pemuda lingkunganku, dia berpaling dariku dan memilih untuk menikah dengan adikku. Aku tidak sholat dan juga tidak menjalankan sedikitpun ajaran agama. Pada suatu hari mobilu macet di tengah jalan, maka aku melambai-lambaikan tanganku dengan harapan agar ada mobil yang sudi unuk berhenti dan membantuku, aku lakukan hal ini beberapa lamanya. Walaupun banyak pemuda yang berhenti dan turun, tetapi hanya untuk menikmati senyum dan memandangi tubuhku yang mirip telanjang. Di saat itu… ada sebuah mobil yang berhenti dan turunlah seorang pemuda yang biasa-biasa saja, tidak nampak padanya tanda-tanda orang yang beragama. Aku sangat terperanjat ketika dia tidak mau memadangiku dan hanya bekerja keras dan serius dalam membenahi mobilku. Aku sangat keheranan karena dia tidak tergoda olehku dan juga tidak berusaha untuk merayuku sebagaimana dilakukan oleh para pemuda lainnya!? Maka aku berusaha untuk merayunya dan akupun tersenyum manis dihadapannya. Akan tetapi dia tetap tidak mau membalasnya. Dan ketika dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan selesai dari memperbaiki mabilku, dia berkata kepadaku:’Semoga Allah melindungimu, dan hendaknya engkau menutup dirimu’. Kemudian dia pergi meninggalkan aku dalam keadaan terheran-heran melihatnya. Akupun bertanya-tanya pada diriku: Apa yang menyebabkan seorang pemuda belia yang jiwa muda dan kelelakiannya sedang memuncak tidak terfitnah denganku, bahkan dia menasehatiku agar aku menutup diriku?! Di sepanjang jalan aku bertanya-tanya: Kekuatan apa yang menahan pemuda itu? Akupun terus memikirkan perkataannya kepadaku, apakah aku dalam kebenaran? Ataukah aku sedang meniti jalan kebinasaan? Aku tidak henti-hentinya keheranan, sampai akhirnya aku tiba dirumah, dan kebetulan pada hari itu tidak ada seorangpun yang dirumah.
Dan ketika aku masuk rumah, tidak berapa lama datanglah suami adikku yang dulu hendak menikahiku, lantas diapun bercanda denganku… Sebagaimana kebiasaanku, akupun meladeninya dengan lirikan dan kata-kata yang manis, sampai-sampai dia berusaha untuk menodaiku. Saat itulah aku tersadar, dan aku merasakan betapa hinanya diriku. Perasaan yang tidak pernah aku merasakan sebelumnya, akupun menangis. Aku berhasil lolos dari srigala ini dalam keadaan selamat badanku, akan tetapi jiwaku sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Dan apa penghujung jalan yang sedang aku tempuh…? Akupun berusaha untuk mencari pelarian dari jiwaku yang gundah… Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat melupakanku dari kejadian tersebut pada film-film, lagu-lagu, atau kisah-kisah.Sehingga aku jatuh sakit beberapa minggu, kemudian aku berkenalan dengan beberapa wanita yang taat beragama, dan salah seorang dari mereka menasehatkan kepadaku agar aku melaksanakan sholat. Sungguh mengherankan, ketika pertama kali aku melakukan sholat, aku merasakan adanya ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Maka akupun rajin melaksanakan sholat dan menghadiri ceramah, membaca Al-Qur’an dan akupun mengenakan hijab (busana muslimah) yang syar’iy.Sampai-sampai pada suatu hari keluargaku keheranan ketika melihatku sedang sholat. Semenjak itulah aku meniti jalan yang benar dan berdakwah di jalan Allah, akupun meninggalkan jalan kesesatan.Sekarang aku memiliki jadwal ceramah tentang hakikat taubat, keutamaan Allah Azza wa Jalla dan kemurahan-Nya terhadap segenap hamba-Nya dengan memudahkan jalan hidayah untuk mereka… Segala puji hanya milik Allah yang dengan nikmat-Nya hal-hal kebaikan dapat terlaksana…”. Sumber: Dlohiyah Mu’aakasah
http://abdurrahman.wordpress.com/2007/09/14/dan-akhirnya-aku-tersadar-dari-kelalaianku/#more-396
September 20, 2007
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, "Amin, amin, amin". Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?" Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’,kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin". [Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]
September 17, 2007
Ibunya Mbak Fery, pertamanya divonis DBD , lalu setelah diobservasi lebih lanjut ternyata beliau sakit batu empedu….kasian ya?…
Akhirnya aku+Khod jenguk d RS Dr Sutomo….
Tau ga se? menjenguk orang yang sakit adalah kewajiban seorang muslim terhadap muslim yg lain….dan ga perlu nunggu orangnya sakiit parah baru dijenguk…trus yg paling penting doakan…
Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, di dalamnya terdapat keutamaan yang sangat agung, pahala yang sangat besar dan ia adalah salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya. (HR: Muslim).
Rasululloh shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Apabila seorang laki-laki menjenguk saudara muslimnya (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Sorga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’a- kannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR: At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
Gini doanya , yang sesuai sunnah :"Laa ba’sa thohur insyaAllah syafakillah / syafakallah"
Artinya : “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR: Al-Bukhari)
Ucapan tidak mengapa artinya untuk menghibur orang yg sakit, agar semangatnya untuk sembuh tinggi, dan agar dia tidak khawatir akan sakitnya, berprasangka baik kepada Allah…Kalo dari sisi psikologis…orang yang sakit dan ketika ada yang menghibur, pasti jauh lebih buaaikk daripada sakit tapi malah dijatuh2in mentalnya…
Ucapan : thohur (bersih) artinya, semoga Allah membersihkan dosa2nya, karena seperti yang Rasulullah bilang : seorang hamba yang muslim kadang diberi sakit oleh Allah, untuk membersihkan dosa2 hamba tersebut…
Lalu kita katakan InsyaAllah : karena memang hanya sesuai dengan kehendak Allah segala sesuatu itu terjadi…
Syafakillah (jika yg sakit perempuan), syafakallah (jika laki2) : semoga Allah menyembuhkanmu..sebagai doa kita kepada Allah untuk pasien…
Nah..kan , semua detil kehidupan kita udah diatur komplit plit plit dalam Al Quran dan sunnahnya Rasulullah…bahkan menjenguk orang sakit pun ada tuntunannya….
Selain ibadah..juga mempererat persaudaraaan….
Jadii…perhatikan sekitar, kali aja ada temen, tetangga atau kerabat yang sakit…
Cepetaaan jenguk!! Jangan lupa doanya ya…
September 13, 2007
seneng banget ..masyaAllah..alhamdulillah…
Romadhon tahun ini..semoga membawa banyak berkah, semoga menjadikan kita semakin bertaqwa…
Semoga kita bisa mengisinya dengan amalan2 sholih sesuai tuntunan Rasulullah….
Semoga kita keluar dari bulan Romadhon ini dengan derajat yg lebih tinggi, dengan dosa yang telah terampuni…dengan kebaikan2 yang banyak….yang akan mengantarkan kita ke surganya Allah …Allahumma innii as alukal jannah…..
Barokallaahu fiikum….
September 11, 2007

Orang2 yang ruhnya cenderung pada kebenaran…tidak akan pernah sejalan dengan orang2 yang ruhnya cenderung kepada kebathilan…ini adalah sebuah permusuhan yang abadi…sebagaimana kebenaran tidak akan pernah sejalan dengan kebathilan untuk selama2nya….
Mungkin kadang dalam hidup…kita akan menjumpai orang2 yang demikian….
Menutup mata hati dan pikirannya ketika datang kebenaran padanya…masyaAllah, na’udzubillah…
betapa bersyukurnya kita diberi kesempatan mengenal Islam….bahkan terlahir dalam keadaaan Islam…sementara miliaran manusia yang lain, selain kita…ada yang menyembah matahari, menyembah patung, memohon kepada gunung, memohon kepada batu, pohon besar, berdoa kepada lautan….na’udzubillaah….
Betapa besar nikmat Islam yang kita punya…sesuatu yang kita tidak pernah sadari sama sekali. Ato bahkan kita yang selama ini terlena, menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa..Ato bahkan ada yang lebih parah lagi…orang yang menganggap bahwa aturan2 Islam baginya adalah sebuah beban, sebuah kehinaan, sehingga dia menjadikannya bahan ejekan, makian dan olokan…astaghfirullaah….
Kita…seorang pemeluk agama Islam, adalah satu diantara berjuta2 orang lain..yang terpilih untuk diberi keselamatan oleh Allah, terpilih untuk dibebaskan dari kekalnya siksaan di neraka, terpilih sebagai umatnya Rasulullah untuk diberi syafa’at..terpilih untuk mendapat kesempatan , hidup bahagia selamanya di surga (amiin)…
Ya Allah, jangan jadikan hati kami keras dan membatu…jangan jadikan jiwa2 kami terbelenggu..bimbinglah kami agar senantiasa di jalanMu…sampai datang hari perjumpaan denganMu… Amiin…
"Allaahumma ashlihlii diiniilladzii huwa ‘ismatu amrii wa ashlihlii dunyallatii fiihaa ma’aasyii wa ashlihlii aakhirotillatii ilaiha m’aadii waj’alil hayaata ziyaadatan lii min kulli khoiri wal mautii rohatan lii min kulli syarrii"
Ya Allah perbaikilah agamaku yang agama ini merupakan penjagaan perkaraku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang aku hidup di dalamnya , dan perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku dan jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam seluruh kebaikan dan jadikanlah kematian sebagai peristirahatan bagiku dari seluruh kejelekan (HR Muslim)

Jaman sekarang…masih ada ga ya seorang teman yang benar2 tulus? yang membatu kita tanpa tendensi apapun?…yang berteman dengan kita, bukan karena kita cantik, pinter, kaya….tapi semata2 karena Allah…bersahabat karena Allah…saling mencintai karena Allah, membantu karena Allah…
Seorang teman yang akan senantiasa berjalan seiring dengan kita…
Mengingatkan ketika kita tersalah dan lupa….memberi semangat dan dorongan ketika kita jatuh….menerima kekurangan2 kita , dan bukannya menyebar2kannya kepada orang lain….
Suliiiit sekali mendapat orang yang seperti itu….
Kebanyakan seseorang yang kita temui…yang ketika butuh pada kita, dia akan berbaik2 dan ketika urusannya sudah selesai..dia akan pergi, mungkin seolah kita tidak pernah mengenal dia sama sekali…
Aku mencarimu…sahabatku…
September 10, 2007
gini jadinya kalo ketemu sama temen2ku…
Zahro : udah nikah.., barusan aja… ayuk mbak mampir ke rumah katanya ..hiks
Ayu : udah nikah tgl 9 Sept kemarin
Ama : mo nikah abis lebaran
Mai : udah nikah, katanya , eh nikah itu menyenangkan…hiyaa…
Ikan : ternyata udah nikah..tapi ga undang2 ….hiks ga sopan!!
Fiuuuh…..
Ya wes lah, gpp mereka2 semua udah nikah….jadi berkuranglah temen2 yang biasanya bisa diajak kemana bareng2….
sekarang jadinya :" Ijin dulu ya sama suami…" ato " ntar kalo dibolehin sama suami"…hiks….hiks
hehhehe…tenang2
Udah lama banget ga menyegarkan hati dengan suasana ta’lim….
Akhirnya Jumat kemarin dah ada lagi ta’lim di Grabik , trus Ahadnya Dauroh Ust. Abdurrohman Lombok di Manukan…"Prinsip2 muamalah dalam Islam"…
karena datang ke daurohnya telat…akhirnya ketinggalan 1 Bab …(Muamalah dengan Allah)…
Singkatnya kemarin bahas :
1. muamalah hamba dengan Allah
2. muamalah dengan kitabullah
3. muamalah dengan Rasulullah
4. muamalah dengan makhluk Allah (seorang anak dg ortu, ortu dg anak)..
bagus banget….sampe terharu…
Subhanakallaahumma wa bihamdika…asyhadu an laa ilaaha anta astaghfiruka wa atuubu ilaik…
September 8, 2007
Inget2 pernah baca Totto Chan, yang disitu setiap hari murid2 sekolahnya disuruh bawa bekal makanan dengan sesuatu dari laut dan dari darat…
Karena pas pulkam kemarin beli teri….akhirnya hari ini masaaak sesuatu dari laut dan dari darat
Sesuatu dari lautnya

1. Tumis teri…
bahan :
ikan teri kering, cuci dengan air hangat lalu tiriskan,
bawang merah, bawang putih diiris tipis2
cabe rawit diiris serong
cabe merah besar dikupas buang isinya, lalu iris tipis2 serong
kecap + garam
cara bikinnya :
bawang merah, bawang putih ditumis, setelah layu masukkan cabe merah + cabe rawit…tumis sampe harum..then masukkan teri nya , tambah dengan kecap + garam sesuai selera….hummm…nyammmyy…gurih loh! hehe lalu angkat dan siaaap dimakan…
Sesuatu dari daratnya

2. Oseng2 sawi…
Bahan :
Sawi, pisahkan gagang + daunnya , potong2 jangan terlalu kecil
bawang merah, bawang putih diiris tipis2
garam + air
Cara bikinnya :
bawang merah , bawang putih ditumis dulu…setelah harum masukkan cabe nya…tumis bentar, masukkan sawinya…sampe layu tapi jangan lama2…ntar gizinya ilang ..tambah garam sesuai selera…
Taaaraaa….siap deh…insyaAllah ini menu yang enak + murah + cepat saji + bergizi
Bekal makanan untuk Totto Chan dah siap….waktunya anakku berangkat ke sekolah…xixixixi
September 7, 2007
“Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum maka pililhlah orang-orang yang balk sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa bersamanya”
Wanita adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga dia tak akan pernah lepas dari pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada dirinya, membuat dia butuh teman tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir bahwa, meminta pendapat, saran dan nasehat teman adalah suatu hal yang perlu. Maka teman sangat vital bagi kehidupannya, siapa sih yang tidak butuh teman dalam hidup ini..?.
Namun wanita muslimah adalah wanita yang dipupuk dengan keimanan dan dididik dengan pola interaksi Islami. Maka pandangan Islam dalam memilih teman adalah barometernya, karena dirinya sadar, teman yang baik (shalihah) memiliki pengaruh besar dalam menjaga keistiqomahan agamanya. Selain itu teman shalihah adalah sebenar-benar teman yang akan membawa mashlahat dan manfaat. Maka dalam pergaulannya dia akan memilih teman yang baik dan shalihah, yang benar-benar memberikan kecintaan yang tulus, selalu memberi nasihat, tidak curang dan menunjukan kebaikan. Karena bergaul dengan wanita-wanita shalihah dan menjadikannya sebagai teman selalu mendatangkan manfaat dan pahala yang besar, juga akan membuka hati untuk menerima kebenaran. maka kebanyakan teman akan jadi teladan bagi temannya yang lain dalam akhlak dan tingkah lake. Seperti ungkapan “Janganlah kau tanyakan seseorang pada orangnya, tapi tanyakan pada temannya. karena setiap orang mengikuti temannya”.
Bertolak dari sinilah maka wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman, juga lingkungan pergaulan yang tak akan menambah dirinya melainkan ketakwaan dan keluhuran jiwa. Sesungguhnya Rasulullah juga telah menganjurkan untuk memilih teman yang baik (shalihah) dan berhati-hati dari teman yang jelek. Hal ini telah dimisalkan oleh Rasulullah melalui ungkapannya: “Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik (shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harmznya itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap”. (Riwayat Bukhari, kitab Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)1
Dari petunjuk agamanya, wanita muslimah akan mengetahui bahwa teman itu ada dua macam. Pertama, teman yang shalihah, dia laksana pembawa minyak wangi yang menyebarkan aroma harum dan wewangian. Kedua teman yang jelek laksana peniup api pandai besi, orang yang disisinya akan terkena asap, percikan api atau sesak nafas, karena bau yang tak enak.
Maka alangkah bagusnya nasehat Bakr bin Abdullah Abu Zaid, ketika baliau berkata,” Hati- ¬hatilah dari teman yang jelek …!, karena sesungguhnya tabiat itu suka meniru, dan manusia seperti serombongan burung yang mereka diberi naluri untuk meniru dengan yang lainnya. Maka hati-hatilah bergaul dengan orang yang seperti itu, karena dia akan celaka, hati- hatilah karena usaha preventif lebih mudah dari pada mengobati “.
Maka pandai-pandailah dalam memilih teman, carilah orang yang bisa membantumu untuk mencapai apa yang engkau cari . Dan bisa mendekatkan diri pada Rabbmu, bisa memberikan saran dan petunjuk untuk mencapai tujuan muliamu.
Maka perhatikanlah dengan detail teman-¬temanmu itu, karena teman ada bermacam-macam
• ada teman yang bisa memberikan manfaat
• ada teman yang bisa memberikan kesenangan (kelezatan)
• dan ada yang bisa memberikan keutamaan.
Adapun dua jenis yang pertama itu rapuh dan mudah terputus karena terputus sebab-sebabnya. Adapun jenis ketiga, maka itulah yang dimaksud persahabatan sejati. Adanya interaksi timbal balik karena kokohnya keutamaan masing-masing keduanya. Namun jenis ini pula yang sulit dicari. (Hilyah Tholabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaid halarnan 47-48)
Memang tidak akan pernah lepas dari benak hati wanita muslimah yang benar-benar sadar pada saat memilih teman, bahwa manusia itu seperti barang tambang, ada kualitasnya bagus dan ada yang jelek.
Demikian halnya manusia, seperti dijelaskan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam : ” Manusia itu adalah barang tambang seperti emas dan perak, yang paling baik diantara mereka pada zaman jahiliyyah adalah yang paling baik pada zaman Islam jika mereka mengerti. Dan ruh- ruh itu seperti pasukan tentara yang dikerahkan, yang saling kenal akan akrab dan yang tidak dikenal akan dijauhi ” (Riwayat Muslim)
Wanita muslimah yang jujur hanya akan sejalan dengan wanita-wanita shalihah, bertakwa dan berakhlak mulia, sehingga tidak dengan setiap orang dan sembarang orang dia berteman, tetapi dia memilih dan melihat siapa temannya. Walaupun memang, jika kita mencari atau memilih teman yang benar-benar bersih sama sekali dari aib, tentu kita tidak akan mendapatkannya. Namun, seandainya kebaikannya itu lebih banyak daripada sifat jeleknya, itu sudah mencukupi.
Maka Syaikh Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi atau terkenal dengan nama Ibnu Qudamah AlMaqdisi memberikan nasehatnya juga dalam memilih teman: “Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu memilih kriteria¬-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi sifat- sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan tersebut itu. Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta, kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu bukan tujuan kita. Ada pula orang yang berteman karena kepentingan Dien (agama), dalarn hal inipun ada yang karena ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, karena kemuliaannya atau karena mengharap pertolongan dalam berbagai kepentingannya.
Tapi, kesimpulan dari semua itu orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi lima kriteria berikut; Dia cerdas (berakal), berakhlak baik, tidak fasiq, bukan ahli bid’ah dan tidak rakus dunia. Mengapa harus demikian ?,
karena kecerdasan adalah sebagai modal utama, tak ada kabaikan jika berteman dengan orang dungu, karena terkadang ia ingin menolongmu tapi malah mencelakakanmu.
Adapun orang yang berakhlak baik, itu harus. Karena terkadang orang yang cerdaspun kalau sedang marah atau dikuasai emosi, dia akan menuruti hawa nafsunya. Maka tak baik pula berteman dengan orang cerdas tetapi tidak berahlak.
Sedangkan orang fasiq, dia tidak punya rasa takut kepada Allah. Dan barang siapa tidak takut pada Allah, maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya, Dia juga tidak dapat dipercaya.
Kalau ahli bid’ah jika kita bergaul dengannya dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jeleknya kebid’ahannya itu. (Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah hal 99).
Maka wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak akan merasa terhina akibat bergaul dengan wanita-wanita shalihah meskipun secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat.
Yang menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan kekayaan atau lainnya. “Pergaulan anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya janganlah engkau mau bersahabat dengan selain mereka”. Oleh karena itu datang petunjuk Al Qur’an yang menyerukan hal itu : “Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang¬-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (Al-Kahfi:28)
Footnote: 1.Al Bid’ah, Dr. Ali bin M. Nashir Maraji : • Hilyah tolabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaed • Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah • Bid’ah dhowabituha wa atsaruhas Sayyisil Ummah, Dr. Ali Muhammad Nashir AlFaqih • Sahsiyah Mar’ah, Dr M.Ali Al Hasyimi Dikutip dari Buletin Dakwah Al-Atsari, Cileungsi Edisi X Sha’ban 1419
diambil dari : mukhlisun.wordpress.com
Artikel yang bagusss…..
September 6, 2007
hmm….akhirnya aku menemukannya..!!! Yuhuiii donlut rekaman kajian yang bahas kitab ini…Kaifa Nurobbi Auladana..Bagaimana mendidik anak2 kita….sip2..alhamdulillaah…
Selama ini aku baru baca2 buku psikologi anak …dan hal2 lain yang berhubungan dengan anak : mulai dari Smart Parenting, Totto Chan, What Our children teach us, trus ini masih menyelesaikan buku (pinjem dari temen hehe) Raising Independent Children….
Aku baru punya buku satu "Menyambut si Buah Hati"… sesuai tuntunan Rasulullah…trus temenku pernah bilang, ada buku bagus judulnya "Kaifa Nurobbi Auladana…" akhirnya sekarang dah dapet!!!

Yuhuuu….. blajar2
kalo mo liat2 bukunya buka aja di www.al-ilmu.com, nah kalo mo donlut kajiannya bisa di www.al-ilmu.net
Ini bagus buat kita smua…calon2 ibu terutama…OK!!!