November 28, 2007
Hmm…meski abis kecelakaan, ga berarti berhenti membaca hehe…
Iseng2 aku baca buku ini (pinjem dari temen) : The Female Brain, penulisnya Louann Brizendine (moga nulisnya bener)..Buku ini membahas all tentang cara kerja otak perempuan. Mulai dari anak2 sampe tua. Dipengaruhi oleh hormon2 apa aja, gimana cara berpikirnya delele…

Buku ini…lumayan, tapi perlu dikritik….
Kenapa? Karena ini adalah hasil penelitian orang Barat yang notabene ga percaya pada Allah dan ga tau ajaran Islam dengan baik…! As we know, mereka melakukan penelitian terhadap perempuan2 barat, dengan cara berpikir mereka dan kebudayaan mereka..yang kita semua udah pasti tau , jauh berbeda dengan nilai2 luhur yang dimiliki wanita2 Islam …
Dan …yang menurut aku yang paling ga berkenan : penulisnya masih percaya sama TEORI KUNO DAN BASI nya Charles Darwin (Teori evolusi yang ga punya dasar dan bukti yang shohih ! dan udah berhasil dipatahkan)
Trus lagi, perbandingan hasil penelitian otak manusia selalu dibanding2kan dengan penelitian terhadap binatang , kaya misalnya : monyet, tikus dan mamalia2 lain..
uuuh…enak aja .! gimanapun juga manusia adalah makhluk paling mulia…masa perbandingannya hewan? jelas2 beda duonk ! plis deh…! wong kita dikaruniai akal dan pikiran , yang dengan itu kita percaya pada Allah dan meyakiniNya..yang dengan itu kita beragama dengan benar…! Supaya kita beda sama hewan….
(Ga tau lagi kalo orang Barat yang kafir itu…, emang ga percaya sama Allah se, makanya mau2 aja disamain dengan hewan…..ga jelas!!)
Eniwe by the way…mendingan baca buku ini : Nasihati lin Nisa..nasehat buat wanita , yang diambil dari Al Quran dan hadits2 yang shohih…(kalo yang ini aku dah punya )

Fiuuh..pokoke ati2 kalo baca buku…kudu pinter2 mengcounter , mana yang sesuai dengan agama Islam mana yang bukan , jangan asal comot…!
OKEEEH ?!
November 26, 2007
Hmm….harus darimana memulai ceritanya yak…
Gini aja, spvku lagi hamil dan perkiraan awal Desember beliau cuti hamil selama 3 bulan …iks. Berita baiknya (baca : buruknya)..beliau dan General Manager IM2 East Region, mempercayakan saya membackup + menggantikan tugas2 beliau selama 3 bulan…!! GREAAAT ! Jadilah seorang NN, seorang diri harus menghandle Customer Administration Corporate+Retail East Region, sekaligus tetap menjalankan job saya sendiri yang juga mendouble Billing+Collection Corporate East Region (humpph….mau ga mau, saya cuman bisa menghela napas)….
Truss….karena tugas2 diatas, jadilah saya diikutkan sosialisai+update knowledge+rekonsiliasi Billing+Customer Administration se East Region di IM2 Bali tgl 21-23 Nopember 2007…
Kenapa harus Bali? jujur saya paling ga suka dengan pulau ini… Suasananya singup (suram), ga ada keteduhan sama sekali (karena mostly non muslim), ga bisa denger adzan, dimana2 banyak orang2 bersliweran dengan pakaian2 yang "setengah telanjang" ato "telanjang", hawa2 kesyirikan dimana2, sesajen2 , pura2, tempat pemujaan…Strongly NOT Recommended!
Udah gitu…kalo mo makan2 kita harus hati2, karena mostly non muslim. Timbul syak dalam hati saya setiap akan makan (apalagi di depan restoran ada anjing). Saran saya : pilih makan sayuran aja, or sea food aja. Jangan hewan2 sembelihan (ayam, daging)…coz kita ga tahu (bahkan yakin) hewan2 itu disembelih tanpa menyebut nama Allah or bahkan menyebut nama selain Allah….dan tentu saja ini ga halal buat kita yang muslim…Kalo bisa se , cari tempat makan muslim yang halal…
Akhirnya Jumat, pulang dari Bandara saya naik Airport Bus ke Bungur, then naik bis kota ke TP, dijemput seorang teman , pulang ke kos. Maunya langsung ke kampus, presentasi SQBD. Tapi….manusia ga akan tau, dan ga bisa menentukan takdirnya..Ban sepeda saya bocor, terkena paku…akhirnya terpaksa minggir (dan salah minggir ke jalur kanan).. Menelpon teman2 yang lain kesana kemari, ga ada yang angkat. Sampe putus asa. Akhirnya, sepeda dituntun dan mencari tempat tambal ban terdekat. Yaak…didepan sana, ada! Tapi harus menyebrangi jalan yang ga pernah sepi dan kendaraan selalu melaju kencang, ruaameee, ga ada jalur penyebrangan..Setengah nekat, saya menyeberang. Hati2 sekali menyeberang, tapi melambaikan tangan pun saya ga digubris pengendara2 itu, tetap saja mereka melaju sekencang2nya. Sampe akhirnya…BRAAAAAAAAK!!! Sepeda motor yang melaju kencang itu menabrak saya, sampe terpental dan saya jatuh! Astaghfirullahaladziim……
Tabrakan beruntun , karena motor2 yang lain menabrak motor tadi. Berkerumunlah orang2 tapi saya masih sadar dan memberdirikan tubuh saya yang gemetaran …masya Allah, astaghfirullah…Tapi si penabrak berbaik hati dan bilang " Mbak mau saya antar ke RS?" Tak pikir2, kasihan nanti dia , toh saya juga salah, lebih baik saya ke RS sendiri…Tak jawab : "Ga usah pak, saya ada asuransi dari kantor"…
Saya naik taksi, sambil membawa tas yang compang camping karena terlempar, dan ke RS. Alhamdulillah, ga ada patah dan luka yang serius. Langsung bisa pulang, dan diberi obat. Hanya diperban dikit, dan luka njarem2 di sekujur kaki + tangan. Bengkak dikit+ leher susah dipake nengok…
Hmm…tapi eniwe by the way, ini bukan kecelakaan pertama hehe…alhamdulillah, sampai saat ini masih diberi kehidupan, dan semoga musibah ini adalah dalam rangka menghapus dosa2 saya, dan memberi banyak pelajaran hidup buat saya….
Everyday is so beautiful, wonderfull…"asalkan kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian" …
SO…KEEP SMILING AND FACE YOUR DAY!
November 17, 2007
ini buku yang bagus……sangat bagus..
Resensi dari www.al-ilmu.com
Dan tidaklah seseorang bertawadhu’ kepada Allah
kecuali Allah akan mengangkat (derajat)nya.(HR. Muslim : 2588)
Sebuah pembahasan yang ilmiah, sarat dengan hujjah, digubah dalam bahasa aslinya yang sangat indah. Sebuah risalah yang menukilkan goresan emas sejarah yang otentik tentang indahnya potret hidup manusia-manusia mulia yang menghiasi dirinya dengan sifat tawadhu?. Anda bisa menikmatinya dalam sajian khusus tentang profil ketawadhu?an Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian yang berikutnya tentunya adalah para sahabatnya, manusia-manusia mulia hasil didikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka yang telah memenuhi dunia dengan cahaya tawadhu?.
Dengan ketawadhu?an, keprihatinan, dan kesabaran, ruh-ruh mulia itu meraih kebahagiaan, ketenangan, kemuliaan, kejayaan, dan kemenangan. Anda bisa menyimak dalam pembahasan khusus butir-butir ketawadhu?an dari kisah terbunuhnya khalifah ?Umar radhiyallahu ‘anhu, sebuah rekaman sejarah yang indah nan mengharukan.
Pembaca yang dimuliakan Allah.
Marilah kita renungkan berbagai nash yang indah tentang potret ketawadhu?an Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam buku ini, Insya Allah kita akan banyak mengambil faedah darinya. Sangat perlu kiranya bagi kita yang hidup di satu zaman yang jauh dari masa kenabian seperti sekarang ini, untuk banyak mengkaji profil kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita menyadari betapa jauhnya keadaan kita yang penuh dengan kemewahan hidup dibandingkan dengan keadaan manusia-manusia mulia yang menyaksikan turunnya wahyu, yang hidup dengan penuh kesederhanaan dan keprihatinan.
Betapa kita masih diliputi kesombongan, kezhaliman, ketamakan dan sekian banyak kekurangan, kita mohon ampun kepada Allah atas semua itu.
Astaghfirullaah33x
November 16, 2007
Ubuntu apaan se? Yang jelas bukan usus buntu hehe….
Beberapa waktu lalu aku beli notebook (yang spec nya ga bagus2 amat, coz budgetnya ngepass) dan non OS..fiuuh..cuman include CD Recovery Linux (Kreator)…yang tampilannya jelek bangeeet!! ..udah gitu pas aku nyoba2 nyari tutorialnya di Google…ga nemu2 …

akhirnya googling2 lagi, nyari alternatif distro yang lain…katanya Notebook kaya tipeku bisa pake Mandriva …tapi..aku donlut Mandriva dari situsnya (www.mandriva.com) ampuuun deh lemotnya!.. hiks..hiks…dah hampir putus asa…

trus nanya2 ke temen, katanya laptop dia juga spec nya ga bagus2 amat dan berhasil nginstall Fedora 7 ….cuman ya gitu…setelah mencoba berkali2 hehe….
Ya dah..aku nyoba nyambangi situsnya Fedora…mo donlut Fedora 7…hiyaaa..ternyata sama lemotnya kaya Mandriva (soale mirror sitenya jauuuh iks)….
Akhirnya mampirlah aku ke Ubuntu…(iseng2 ..soale kemarin pernah ada yang review Ubuntu di milis OS nya IM2)…Trus donlutlah versi terbaru nya Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon…dan berhasill! Then aku burning ISO image nya lewat Alcohol120% …trus Booting From CDnya…eeeh…lagi2 gagal!! Bahkan sampe 5 kali …CD nya ga jalan blasss!!! Cuman notebooknya jadi blank ajah…
Kupikir2…gImana kalo Pake Ubuntu 6 aja (yang udah stable) Ubuntu Feisty Fawn…ya dah aku donlut lagi…burning lagi…dan berhasil! Booting pake Live CD nya dah bisa….!

ALhamdulillah…tapi udah mo maghrib dan aku harus ke kampus…Ujian Script Query Basis Data…ya dah aku out dari Live CDnya Feisty Fawn..mo balik ke XP (bajakan) yang sempat kuinstall juga di kompiku…
Tapi?…..ternyata XPku malah ga bisa booting sama sekali …iks iks iks…
Kayaknya tuh hardisk kudu format ulang..(jangan deh) or at least repair XP (bajakannya) …hiks…
Fiuuh….Gpp aku ga akan menyerah ..! Rinso said : ga ada noda ya ga belajar, kalo orang2 IT said : ga ngrusakin PC ya ga belajar….(iks..iks)
Ntar masih mo nyoba lagi hehe…
November 14, 2007

Do you hate someone? Do you really hate someone? You haven’t spoken to him/her for a while? You’ve been blaming him/her?
You’re not the only one; the Muslim Ummah today is diseased with this to the extent that almost every Muslim knows another Muslim who he hates. The Ummah is like a building with the Muslims as it’s bricks, brotherhood is the cement. Without forgiveness you cannot have brotherhood.
OK then, he wronged you. He deceived you. He backbit you. He lied to you. But even in these extreme situations the Qur’an and the Hadith teach us that we have to forgive others (especially those who hurt us the most) if we wish to earn the forgiveness of Allah on the day of judgment. We have all committed many sins, made many mistakes and no doubt we have wronged others, we have deceived others, we have backbit others and no doubt we have lied to others. So what makes us focus onto brothers’ and sisters’ errors while we remain unconscious of our own. Not to forgive is like to live in arrogance, and ignorance of our own shortcomings.
Forgiveness is linked with piety and God-consciousness, is there anybody who is not without sin? Is there anybody who can be arrogant enough to say that he does not need to forgive? Do we not know that Allah forgives those who forgive others? Therefore, we should realize the difficulties of others and forgive them.
Allah says in the Qur’an: "Be quick in the forgiveness from your Lord, and pardon (all) men - for Allah loves those who do good." [Surah ali Imran; 3:133-134]
And we know that Allah Himself is Ar-Rahmaan (the Most Compassionate) and Ar-Raheem (the Most Merciful) and that His Mercy is infinite, and that no matter the sin (except shirk) Allah is always willing to answer the person’s call for forgiveness. In fact Allah loves the tear drop that falls from the eye of one who sincerely seeks the forgiveness of his Lord. And Allah loves us to have hearts that are ready to forgive.
The Prophet (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) once asked his companions; "Do you know what will cause you to have high walled palaces in Paradise (as a symbol of great reward) and will cause you to be raised by God?" When they replied in the negative, he said, "To be forgiving and to control yourself in the face of provocation, to give justice to the person who was unfair and unjust to you, to give to someone even though he did not give to you when you were in need and to keep connection with someone who may not have reciprocated your concern."
Similarly the Prophet (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) said that: "the best of people are those who are slow to get angry and quick to forgive. On the other hand the worst of people are those, he said, who get angry quickly but are slow to forgive".
The characteristic that makes a person most likely to forgive is the purity of his or her heart. Apologies must be accepted, The Prophet (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) said that: "Whoever apologises to his brother and that apology is not accepted, then the person who refuses to accept the apology bears the sin of one who takes the property of another unjustly."
And the Prophet (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) also said that: "The doors of the Garden are open on Monday and Thursday. Every Muslim slave who does not associate anything with Allah is forgiven except for the man who has enmity between him and his brother. It is said, ‘Leave those two until they have made a reconciliation. Leave those two until they have made a reconciliation" .
If we look at the example and the character of the Prophet (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) we can see that he was always forgiving and never showed enmity to anyone except those who waged war against him. There was an old lady who used to throw rubbish in his way every day, on one occasion she did not throw rubbish in the street, so he decided to go and see what was the matter. She was ill in bed, to her amazement, the Messenger of Allah (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) came to see her and find out about her. She accepted Islam. This is the example of the man whom we claim to follow. Thumamah, as the chief of his tribe had killed many Muslims. On his travels, he was caught by the Muslim soldiers and was taken to the Prophet’s masjid and tied to one of the pillars. The Messenger of Allah (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) commanded his companions to untie him and give him the best food. The Messenger of Allah (Sallallahu ‘alayhi wa sallam) was indeed a mercy for the worlds.
We should similarly be merciful with each other. First of all, we ourselves should not do anything to upset our brothers and sisters (because this is in itself a part of mercy) and then we should forgive those who have upset us or made us angry. We will never be a strong ummah if we are not able to forgive. Some might say that to forgive is a sign of weakness and humiliation, and for them it is better to be strong and preserve their honor. But honor in the eyes of Allah lies in forgiveness. "But indeed if any shows patience and forgives that would truly be an exercise of courageous will and resolution in the conduct of affairs." [surah 42:43] If we are to be really strong then we have to be strong against Shaytaan and forgive our brothers and sisters, and in this way maybe Allah will decide, insha Allah, to forgive ourselves for our many mistakes.
" …honour in the eyes of Allah lies in forgiveness. …."
Compiled, edited by Khalid Latif
==============
taken from ssalafiyah mailing list, terjemahannya next edition yah..blom sempat…
November 6, 2007
Manajemen kemarahan
Kembali lagi ke anger management atau istilah indonesianya Manajemen Kemarahan. Kapan terakhir kali Anda marah? Bisa kepada siapa saja atau apa saja, bahkan kepada diri kita sendiri. Lalu apa yang Anda rasakan saat Anda marah? Kemudian, rasa apa pula yang Anda dapatkan ketika marah itu sudah reda? Tentu jawabannya bermacam-macam. Terlepas dari semua jawaban itu, saya ingin mengajak kita bersama-sama menyelami mahluk yang bernama marah atau amarah ini.
Semua orang pernah marah, karena kita semua memiliki emosi yang bermacam2, bisa sedih, senang, cemburu, dan marah termasuk didalamnya yang kita rasakan. It’s perfectly OK to be angry at times - in fact, it’s important to get angry sometimes.
Salah satu definisi Anger atau kemarahan menurut website angermgmt.com milik Leonard Ingram dan masalah dan akibat yg terdapat dalam kemarahan itu adalah sebagai berikut :
Anger is a natural human emotion and is nature’s way of empowering us to “ward off” our perception of an attack or threat to our well being. The problem is not anger, the problem is the mismanagement of anger. Mismanaged anger and rage is the major cause of conflict in our personal and professional relationships.
Domestic abuse, road rage, workplace violence, divorce, and addiction are just a few examples of what happens when anger is mismanaged.
Merujuk kepada pernyataan di atas, jelas sekali bahwa yang menjadi masalah bukan bahwa kita dilarang untuk marah, tapi kebanyakan dari kita, termasuk saya pribadi kerap kali melakukan manajeman yang salah dalam menyikapi keinginan untuk marah tersebut. Dan ternyata kesalahan manajemen ini sangat berakibat fatal, bahkan dapat mengakibatkan gedung WTC di New York hancur dalam tragedi 911, surat kabar seperti poskota dan lampu merah semakin banyak dihiasi berita pembunuhan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan masih banyak lagi. Tidak heran pula bila pengadilan di AS kerap memperkarakan kasus kemarahan dan menyediakan sesi khusus yg membahas tentang anger ini, karena ternyata 1 dari 5 orang Amerika memiliki masalah Anger Management.
Rasa marah tersebut harus dilepaskan dengan cara yang benar. Bila tidak, kita akan seperti ketel yang sedang memasak air. Bila ketel tersebut tidak diberikan lubang untuk mengeluarkan uapnya, maka yang terjadi adalah tutup ketel tersebut akan mengelaurkan air yang sudah panas tersebut dari tutupnya, dan akan mencederai orang yang kebetulan berada didekatnya. That’s no fun at all, right?
Tanpa berpanjang-panjang, saya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan rekan-rekan sekalian bahwa ternyata ada tips untuk memanage rasa marah ini yang pernah saya baca dari buku atau majalah beberapa tahun yg lewat.
Menurut tips tersebut sebelum kita menumpahkan amarah kita, ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan :
1. Apakah kita marah pada orang yang tepat?
2. Apakah kita marah pada waktu yang tepat? dan
3. Apakah kita marah dengan alasan yang tepat?
Nah, bila ketiga hal tersebut sudah memenuhi syarat, maka kita diijinkan untuk marah. Namun, bila salah satu kondisinya tidak terpenuhi, jangan lah dulu marah. Evaluasi terlebih dahulu, belum tentu kita perlu marah, belum tentu ada orang yang salah, atau mungkin kita perlu mempertimbangkan perasaan orang lain bila kita melakukannya di tempat umum.
Mari sama-sama belajar manajemen marah dengan baik. Bahkan, dengan humor atau lelucon pun orang sadar bahwa dia sedang dimarahi atau ditegur. Semua pilihan ada pada diri kita sendiri. Tinggal kita yang memilih, yang benar atau yang salah.
http://www.romodon.com/?p=17
*maafkan aku*
November 5, 2007
X : Emang usiamu sekarang berapa se ?
Y : 24 kurang dikiitt…
X : Waks…hampir sama donk
Y : Iya…pokoknya aku mau nikah sebelum usiaku 24 tahun, meskipun cuman kurang 1 hari
X : iiih., maksa banget se…kukuku…kurang 1 hari mah sama aja kaya 24….
Y : Ya engga pokoknya meskipun kurang 1 jam sebelum jam kelahiranku, masih 23 …
X : Ya wes lah…sing waras ngalah…
Y : hihihi….
X : %#*(%$*(@% maksa banget…
2 minggu kemudian :
Y : insyaAllah 1 bulan lagi aku akad nikah
X : Apa??!!! Cepet bangeet…masyaAllah Alhamdulillah… hihihi…
Cita2nya terkabul…. sekarang usianya masih 23 tahun (lebih 10 bulan ) hihihi…
Smoga lancar2 semua deh…
Bersabarlah, Jangan Sedih Wahai Saudaraku
Oleh Ustadz Abu Rosyid Senin, 22 Oktober 2007 - 15:53:34 Hit: 133
Senang, bahagia, suka cita, sedih, kecewa dan duka cita adalah sesuatu yang biasa dialami manusia. Ketika mendapatkan sesuatu yang menggembirakan dari kesenangan-kesenangan duniawi maka dia akan senang dan gembira. Sebaliknya ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan maka dia merasa sedih dan kecewa bahkan kadang-kadang sampai putus asa. Akan tetapi sebenarnya bagi seorang mukmin, semua perkaranya adalah baik.
Hal ini diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya." (HR. Muslim no.2999 dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu)
Kriteria Orang yang Paling Mulia
Sesungguhnya kesenangan duniawi seperti harta dan status sosial bukanlah ukuran bagi kemuliaan seseorang. Karena Allah Ta’ala memberikan dunia kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai-Nya. Akan tetapi Allah akan memberikan agama ini hanya kepada orang yang dicintai-Nya. Sehingga ukuran/patokan akan kemuliaan seseorang adalah derajat ketakwaannya. Semakin bertakwa maka dia semakin mulia di sisi Allah.
Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Al-Hujuraat:13)
Jangan Sedih ketika Tidak Dapat Dunia
Wahai saudaraku, ingatlah bahwa seluruh manusia telah Allah tentukan rizkinya -termasuk juga jodohnya-, ajalnya, amalannya, bahagia atau pun sengsaranya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ
"Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (air mani) kemudian berbentuk segumpal darah dalam waktu yang sama lalu menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama pula. Kemudian diutus seorang malaikat kepadanya lalu ditiupkan ruh padanya dan diperintahkan dengan empat kalimat/perkara: ditentukan rizkinya, ajalnya, amalannya, sengsara atau bahagianya." (HR. Al-Bukhariy no.3208 dan Muslim no.2643 dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)
Tidaklah sesuatu menimpa pada kita kecuali telah Allah taqdirkan.
Allah Ta’ala berfirman:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ(22) لِكَيْ لاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ(23) الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ(24)
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Al-Hadiid:22-24) Kalau kita merasa betapa sulitnya mencari penghidupan dan dalam menjalani hidup ini, maka ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لَيْسَ مِنْ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى الْجَنَّةِ إِلاَّ قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ وَلَا عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى النَّارِ إِلاَّ قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ لاَ يَسْتَبْطِئَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقُهُ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَلْقَى فِيْ رَوْعِيْ أَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَنْ يَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقُهُ فَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا النَّاسُ وَاَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنْ اسْتَبْطَأَ أَحَدٌ مِنْكُمْ رِزْقُهُ فَلاَ يَطْلُبْهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُنَالُ فَضْلُهُ بِمَعْصِيَةٍ
"Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke surga kecuali aku telah perintahkan kalian dengannya dan tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke neraka kecuali aku telah larang kalian darinya. Sungguh salah seorang di antara kalian tidak akan lambat rizkinya. Sesungguhnya Jibril telah menyampaikan pada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya. Maka bertakwalah kepada Allah wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang di antara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya keutamaan/karunia Allah tidak akan didapat dengan maksiat." (Shahih, HR. Al-Hakim no.2136 dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)
Maka berusahalah beramal/beribadah dengan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jangan membuat perkara baru dalam agama (baca:bid’ah). Dan berusahalah mencari rizki dengan cara yang halal serta hindari sejauh-jauhnya hal-hal yang diharamkan. Hendaklah Orang yang Mampu Membantu Hendaklah bagi orang yang mempunyai kelebihan harta ataupun yang punya kedudukan agar membantu saudaranya yang kurang mampu dan yang mengalami kesulitan.
Allah berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (Al-Maa`idah:2)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا سَتَرَهُ اللهُ فِيْ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ
"Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan hilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan mudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya." (HR. Muslim no.2699 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Berdo’a ketika Sedih
Jika kita merasa sedih karena sesuatu menimpa kita seperti kehilangan harta, sulit mencari pekerjaan, kematian salah seorang keluarga kita, tidak mendapatkan sesuatu yang kita idam-idamkan, jodoh tak kunjung datang ataupun yang lainnya, maka ucapkanlah do’a berikut yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَا أَصَابَ أَحَدًا قَط هَمٌّ وَلاَ حُزْنٌ فَقَالَ: (اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ) إلا أذهب الله همه وحزنه وأبدله مكانه فرجا قال فقيل يا رسول الله ألا نتعلمها فقال بلى ينبغي لمن سمعها أن يتعلمها
"Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a: "Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku." kecuali akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan." Tiba-tiba ada yang bertanya: "Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)? Maka Rasulullah menjawab: "Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain)." (HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy)
Juga do’a berikut ini:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وِالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain." (HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu ‘anhu)
Ilmu adalah Pengganti Segala Kelezatan
Di antara hal yang bisa menghibur seseorang ketika mengalami kesepian atau ketika sedang dilanda kesedihan adalah menuntut ilmu dan senantiasa bersama ilmu. Berkata Al-Imam Al-Mawardiy: "Ilmu adalah pengganti dari segala kelezatan dan mencukupi dari segala kesenangan…. Barangsiapa yang menyendiri dengan ilmu maka kesendiriannya itu tidak menjadikan dia sepi. Dan barangsiapa yang menghibur diri dengan kitab-kitab maka dia akan mendapat kesenangan…. Maka tidak ada teman ngobrol sebaik ilmu dan tidak ada sifat yang akan menolong pemiliknya seperti sifat al-hilm (sabar dan tidak terburu-buru)." (Adabud Dunya wad Diin hal.92, dari Aadaabu Thaalibil ‘Ilmi hal.71) Duhai kiranya kita dapat mengambil manfaat dari ilmu yang kita miliki sehingga kita tidak akan merasa kesepian walaupun kita sendirian di malam yang sunyi tetapi ilmu itulah yang setia menemani. Contoh Orang-orang yang Sabar Cobaan yang menimpa kita kadang-kadang menjadikan kita bersedih tetapi hendaklah kesedihan itu dihadapi dengan kesabaran dan menyerahkan semua permasalahan kepada Allah, supaya Dia menghilangkan kesedihan tersebut dan menggantikannya dengan kegembiraan.
Allah berfirman mengisahkan tentang Nabi Ya’qub:
وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَاأَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ(84) قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ(85) قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ(86)
"Dan Ya`qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa." Ya`qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya." (Yuusuf:84-86)
Allah juga berfirman mengisahkan tentang Maryam:
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا(22) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَالَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا(23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلاَّ تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا(24) وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا(25)
"Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan." Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." (Maryam:22-25)
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai orang-orang yang sabar dan istiqamah dalam menjalankan syari’at-Nya, amin. Wallaahu A’lam. (Dikutip dari Bulletin Al Wala’ wa Bara’, Edisi ke-4 Tahun ke-3 / 17 Desember 2004 M / 05 Dzul Qo’dah 1425 H . Judul asli Janganlah Bersedih Wahai Saudaraku. Diterbitkan Yayasan Forum Dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah Bandung. Sumber : http://salafy.iwebland.com/fdawj/awwb/read.php?edi