


Sanguin : udah jangan sedih, just smile like nothin’ happen..
Melan : huuh, gara kamu, yang suka caper sana sini, suka ngomong sana sini, suka carmuk sana sini, sok populer, sok kecentilan, akibatnya cemar deh nama gue..
Sanguin : eeh, kalo ga ada aku, kamu pasti udah drop, udah down dan bakalan nangis seharian di kamar…
Melan : yeee, tapi gara kamu juga, aku ngobril terus, males baca , nambah2in dosa, biasanya kan aku orang yang konsen….kamu childish, emosional, dan tergesa2..
Sanguin : tapi aku yang bikin hidupmu ceria, dan bikin kamu pinter bergaul dengan macem2 orang, yang punya semangat tinggi, menyukai tantangan dan hal2 baru….jangan sediih! selalu ada jalan keluar
Melan : iya mending kamu jaga sikap, keburukan2 mu tuh diminimalis, dan kebaik2an mu buat melengkapi dan menyeimbangkan kekuranganku…
Sanguin :that’s better, ingatlah , selalu ada jalan keluar, dan ketekunan + kesabaranmu pasti akan bisa mengatasi semuanya…
Disadari ato tidak, that’s my character, dan sometimes, aku memang punya 2 sifat yang bisa saling bertolak belakang satu dan lainnya, bahkan Sanguin cenderung destruktif, tapi kalo aku ga punya dia..mungkin aku ga akan bisa bangkit dari kegagalan, ga menyukai hal2 baru, dan ga akan bersemangat dan selalu ceria…
Disisi lain, melan kadang membuat aku begitu terpuruk dan merasa tersungkur, sedih berkepanjangan, tapi dia juga yang membuat aku begitu rapi , aku begitu teguh dan konsis menjalankan tugasku, dan yang membuat aku begitu sabar…
Bahkan kadang, si Melan dan Sanguin ini membuat aku seolah2 punya 2 kepribadian yang betolak belakang , misalnya nih :
Melan : kadang seharian bisa dieem, mrengut, mbethutut, jaim, ngalaah, sabar…
Sanguin : ketawa ketiwi ga jelas, senyum2 sana sini, nyapa banyak orang, tapi agak2 egois, ga mau ngalah , "harga diri" tinggi, gak jaim, slengekan, tomboy, dan kaya ga bisa habis energi nya…
yaaah…coba kamu paham dikiit aja, bahwa tiap manusia punya beragam karakter dan punya sifat2 dasar yang berbeda…dan kadang2 kaya siang dan malam , mendung dan terang, kaya bintang redup dan bintang terang… (gak nyambung yaah?)
Eniwe by the way , Ustadz Zain pernah bilang : sifat2 yang baik dan akhlaqul karimah itu diusahakan, dan dia bukan sesuatu yang diturunkan secara genetis dari orang tua kepada anak, tapi diusahakan dengen pemahaman diin yang baik, dan dengan usaha yang sungguh2 untuk memperbaikinya…
Alhamdulillah, subhanallah…semoga aku diberi kesempatan memperbaiki sifat2 burukku dengan diin yang bagus, dan semoga akan ada selalu orang yg peduli n memberiku nasehat…
Smoga masih blom terlambat…
kayaknya sekarang Melan lg mengambil alih, coz aku sedih banget…
But Sanguinku said : Caiyoo, menyerah itu bukan tipemu ..hehe
ini hari pertama gantiin spvku..jadilah kerjaanku seabrek…sampe2 stress mikirinnya…
tapi daripada dipikirin, mending dikerjain aja..YAKIN BISA, PASTI BISA..tul ga?

kita ambil hikmahnya saja ya jeng : pengalaman itu , pasti akan menjadi sesuatu yang sangat berguna, nanti, di masa depan…jadi meskipun sekarang aku harus ngrangkep2 kerjaan seabrek …insyaAllah suatu saat nanti ada buaaanyaak gunanya. Sebut saja : kemampuan membagi waktu, kemampuan membagi otak, dan target untuk menyelesaikan masalah, latihan tanggung jawab, latihan ini dan itu…
Hihihi..bersakit2 dahulu…SUKSES kemudian..amiin
Udah ah..kerja lagi..
Ceritanya berawal ketika seorang teman saya lama menghilang , lalu tiba2 menelpon
me : "eh kemana aja sih, lama baru nongol , mentang2 udah wisuda , ga kasih2 kabar"
dia : "hehe , iya sibuk nih, ntar sore mau maen kesono, tak ceritain banyak hal"
Ceritanya itu adalah telpon dari teman saya yang sekarang udah jadi Sarjana Psikologi, cieeeh S.Psi gitu (sesuatu yang sebenarnya saya cita2kan iks)…trus akhirnya dia main ke rumah dan cerita, kalo dia ketrima bekerja di Yayasan Mata Hati, Yayasan untuk anak autis, dan menjadi terapis disono. Huuu…mauuu dan pengen bangeet hehe. Sejak iseng belajar psikologi dan belajar tentang dunia anak2, entah kenapa saya jadi terobsesi dan suka sekali dengan anak2 kecil. Terutama anak2 yang "istimewa", kaya anak2 autis. Mungkin setelah membaca Totto Chan, banyak hal2 yang unik tentang anak2 yang saya sukai….

trus temenku bilang, di yayasan itu semua pegawainya wanita, then setiap terapis akan menghandle 1 orang anak autis, tujuannya kira2 nanti bisa membuat anak autis ini belajar dan berkembang seperti layaknya anak2 normal…tuh kaaan !! seru banget ….
Kaya misalnya gini : dalam target 2 bulan, harus bisa membuat si anak mengatakan kata "Mama"…
Dan yang paling bikin mupeeng, temenku bilang , disana banyak juga balita2 autis yang lutuuu2, imut2 ..iks3000x jadi makin mupeeeng…!
Ngomong2 tentang autis, kira2 singkatnya kaya gini :
=========================================
Autis merupakan kelainan perilaku dimana penderita hanya tertarik pada aktivitas mentalnya sendiri (seperti melamun atau berkhayal). Gejala ini umumnya mulai terlihat ketika anak berumur tiga tahun.
Menurut buku Diagnosis and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition (DSM-IV), gangguan autis dapat ditandai dengan tiga gejala utama, yaitu gangguan interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan gangguan perilaku. Gangguan perilaku dapat berupa kurangnya interaksi sosial, penghindaran kontak mata, serta kesulitan dalam bahasa.?
Gangguan autis pada anak-anak memperlihatkan ketidakmampuan anak tersebut untuk berhubungan dengan orang lain atau bersikap acuh terhadap orang lain yang mencoba berkomunikasi dengannya. Mereka seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri, bermain sendiri, dan tidak mau berkumpul dengan orang lain. Namun, anak autis biasanya memiliki kelebihan atau keahlian tertentu, seperti pintar menggambar, berhitung atau matematika, musik, dan lain-lain.? ?
Penyebab autis sejauh ini belum diketahui dengan pasti, namun diduga kuat berkaitan dengan faktor keturunan, khususnya hubungan antara ibu dan janin selama masa kehamilan.
Terapi yang tepat untuk anak autis sangat bersifat individual. Untuk itu dibutuhkan seorang yang ahli dalam terapi autis untuk mengenali dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh sang anak agar dapat tumbuh berkembang secara baik. Salah satu terapi yang digunakan adalah dengan meningkatkan kemampuan untuk berbagi (sharing) sehingga dapat mendorong mereka untuk lebih berinteraksi dengan lingkungannya.?
Jika terjadi kelainan perilaku pada anak, sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter. Hal tersebut bertujuan agar dokter secepatnya dapat memberikan tindakan pengobatan atau latihan khusus sejak dini terhadap anak yang mengalami keadaan tersebut.
http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=767
=========================================
Uuuh…kira2 kapan ya bisa ganti profesi ? Tapi apa mungkin yak?