"Keajaiban adalah sesuatu yang diusahakan…."
Sesuatu yang sangat aku yakini sampai saat ini, bahwa ketika kita menginginkan sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin terjadi, maka kita harus mengusahakannya dengan sungguh2, kemudian memohonkannya pada Allah…dan yakin bahwa Allah akan memberi…Tidak ada sesuatupun yang mustahil kalo Allah menghendaki kan?
Aku punya seorang teman, ummahat dari Bontang Kaltim. Kalo aku bilang "she’s a great and wonderfull woman". Beliau memiliki seorang anak dengan keistimewaan yang luar biasa, Abdul Hafidz namanya. Abdul Hafidz ditakdirkan lahir dengan cerebral palsy
"Cerebral palsy is an umbrella-like term used to describe a group of chronic disorders impairing control of movement that appear in the first few years of life and generally do not worsen over time. The disorders are caused by faulty development of or damage to motor areas in the brain that disrupts the brain’s ability to control movement and posture" (http://www.askthelawdoc.com/about_cp.shtml)

Terjemahan mudahnya : Cerebral Palsy (CP, Kelumpuhan Otak Besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya.
CP bukan merupakan penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk).
Pada bayi dan bayi prematur, bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot sangat rentan terhadap cedera. CP terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur dan lebih sering ditemukan pada bayi yang sangat kecil (www.medicastore.com)
Dokter pernah mengatakan, bahwa ‘keistimewaan’ yang dialami Abdul Hafidz, tidak bisa disembuhkan. Tapi Ummu Abdul Hafidz (ibunya), bersikeras, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak bisa disembuhkan, paling tidak masih bisa diusahakan. Maka sejak Abdul Hafidz masih bayi, beliau tidak pernah berhenti mencari alternatif bagi anaknya. Bahkan beliau berkeliling, dari Jakarta ke Surabaya, balik ke Bontang lagi, lalu ke Balikpapan, mencari dan terus mengusahakan agar Abdul Hafidz bisa tumbuh seperti anak-anak lainnya…masyaAllah…
Aku masih ingat ketika pertama kali bertemu beliau, di kos. Beliau tinggal di Surabaya selama beberapa bulan agar Abdul Hafidz bisa ikut terapi. Mulai dari terapi herbal, terapi akupuntur, terapi laser, terapi berjalan, terapi bicara, terapi pijat….lalu beberapa bulan kemudian, ke Professor Hembing, untuk menjalani terapi juga disana.
Waktu itu, Abdul Hafidz baru bisa merangkak (merangkak, dengan dadanya), telapak kakinya belum bisa ditegakkan ke tanah, dan belum bisa bicara. Hanya saja, si ganteng ini akan mengerti ketika kami, akhwat2 se kos mengajakanya bicara. Raut wajahnya akan tersenyum, kadang2 tangannya berusaha meraih2 wajah kami, berusaha melepas kerudung kami ;D. Meskipun, dia punya ‘keistimewaan’ seperti itu, dia adalah seorang anak yang sangat sehat. Aku yakin, sebenarnya dia sangat ingin bisa berlari, seperti anak2 lain. Ketika digendong dan diajak jalan2 misalnya, dia akan menoleh kesana dan kemari, seolah2 ingin tahu dan menganalisa segala sesuatu yang dia temui. Dia akan tersenyum riang, ketika Mai (salah satu temenku), datang dan bilang "Haloo ganteeng, kamu lagi ngapaiiin?" ….Ekspresinya lucu sekali …!. Ketika dia jatuh, ibunya akan bilang :"ga pa pa nak, anak sholih, adik ga sakit kok"…Dan aku memang sering sekali mendengar ibunya mengatakan : " anak sholih, adik ga sakit , sehat kok"…Meyakinkan anaknya bahwa dia tidak sakit, dan pasti bisa normal seperti anak2 lain….dan memang insyaAllah bisa…
Itu, setahun yang lalu….(ketika Mai belum menikah dan belum punya anak…)
Kemarin, aku bertemu Ummu Abdul Hafidz dan anaknya…yang lagi di Surabaya, untuk menjalani terapi selama 2 bulan di RS Kalamin. Guess what i see….
Abdul Hafidz, sudah tumbuh dewasa…badannya tinggi, dia sudah bisa duduk, bisa merangkak, bisa berdiri diatas kedua kakinya, bisa berjalan sendiri selangkah-3 langkah , bahkan dia akan berjalan kencang dengan jika kedua tangannya dipegangi…masyaAllah….
Aku dan teman2ku (Khod, Juwai, Zahro’, Aisyah)…terpesona, kagum dan salut atas usaha ibunya…a wonderfull woman, seorang wanita yang tidak pernah menyerah…seorang wanita yang selalu yakin, bahwa keajaiban itu ada…seorang wanita perkasa, yang tidak pernah mengeluh meski harus menggendong anaknya seberat 16 kilo naik turun tangga, mengajaknya jalan2 untuk menyaksikan dunia luar..menyaksikan matahari bahkan ke kebun binatang…
Aku percaya, beberapa tahun lagi Abdul Hafidz akan bisa berjalan dan berlari sendiri…akan bisa berbicara dengan baik….dan akan belajar seperti anak2 lainnya…doa kami untukmu ganteng, dan untuk anti umm…
"KEAJAIBAN adalah sesuatu yang diusahakan…"
Tadi aku sempet cuap2 tentang Pilkada sama seorang teman…abis itu baca blognya adek kelas (www.keminisme.com) yang ternyata Golput juga…Berhubung lagi panas2nya bahas Pilkada….aku copy paste aja hasil sharing sama temenku tadi….
NOTE : jangan menjadikan cuap2ku ini sebagai rujukan..!! karena ini cuman penjelasan dari seorang yang miskin ilmu dan masih juga belajar , sedikit2 menyampaikan pada orang lain, baca dan belajarlah dari orang2 yang bener2 paham agama ini (ustadz dan ulama2 salaf) wallahu a’lam
Rujukan bisa dilihat di :
http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=567
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=571
http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=569
sebanyak2nya ada disitu..! kalo mo lebih banyak bisa cari di kolom search : dengan kata kunci : demokrasi, wallahu a’lam
=====================
Raden Ayu : Assalamu’alaikum Wr.Wb Een
Raden Ayu : ;D
Raden Ayu : mo tanya sesuatu…
nn : wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
nn : yup san
Raden Ayu : apa hukumnya mengikuti pemilihan umum (nyoblos)..?
Raden Ayu : dan bagaimana juga unttuk yang golput ?
nn : pemilu itu gak boleh sebenere san
nn : apalagi pemilihan pemimpin secara langsung gitu
nn : karena dalam islam
nn : orang yang dijadikan pemimpin
nn : tidak dipilih berdasarkan suara terbanyak saja
nn : tapi dipilih yang paling baik dalam beragama
nn : paling banyak pengetahuannya tentang Quran dan hadits
nn : trus siapa2 yang milih pemimpin itu juga ditentukan
Raden Ayu : wew..
nn : jadi ga bisa disamakan antara seorang pemilih (misalnya tukang becak)
nn : yang ga paham agama sama sekali
nn : dengan suara dari seorang pemilih (misalnya dia ulama islam)
nn : karena derajat mereka berbeda (dalam hal agama)
Raden Ayu : wew..
nn : kok wew sih ;D
Raden Ayu : /me asli baru tahu ttg ini
Raden Ayu : tapi en..
Raden Ayu : bukan kah mengikuti pemilu termasuk dalam sunnah patuh pada pemimpin ?
Raden Ayu : apa bukan spt itu ?
nn : patuh pada pemimpin memang sunnah
nn : tapi kalo yang mereka perintahkan itu sendiri
nn : melanggar sunnah
nn : maka kita ga boleh ngikut < ?xml:namespace prefix = st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" />kan?
nn : skrng dirunut aja san
Raden Ayu : yupz benar..
nn : pemilu itu ada
nn : karena adanya sebuah sistem
nn : yang disebut demokrasi
nn : dan demokrasi itu sendiri
Raden Ayu : benar..
nn : bukan bagian dari Islam
nn : melainkan sebuah paham/ajaran dari orang2 kafir
nn : amerika
Raden Ayu : wew..
nn : kok wew maneh se
Raden Ayu : kalo di negara islam sistem nya gmn en ?
nn : coba baca sejarah munculnya demokrasi itu
nn : kan dari sono
nn : setelah adanya PD II, adanya revolusi industri di inggris
nn : dst2
Raden Ayu : trs kita mendahulukan sunnah yang mana dunk.. antara memilih dan tidak.. dan maaf kalo boleh tahu samean punya hadits atau landasan ttg berpolitik ?
nn : sik aku ditelp plgn yo
nn (7/22/2008 9:46:27 AM): mariki lnjt
Raden Ayu : wokeee
Raden Ayu : ;D
Raden Ayu : I’ll be waiting for u
Raden Ayu : ;D
nn : trs kita mendahulukan sunnah yang mana dunk.. antara memilih dan tidak = kalo aku mendahulukan sunnah
nn : untuk tidak ikut milih san
nn : karena kalo kita milih orang yang ga baik pemahaman agamanya
nn : nanti kemudhorotan yang timbul malah lebih besar
nn : taruh aja kita ikutan milih gubernur si A
nn : cuman karena ngikut pemilu
nn : ternyata dia itu nanti berbuat begini dan begitu
Raden Ayu : lah terus bagaimana kita tahu een.. pemahaman agamanya ?
Raden Ayu : di arab sana pemilihan model nya gmn yaa?
Raden Ayu : .me dankal sekali ilmunya
nn : sekarang kita ga njadikan negara tertentu sebagai panutan san
nn : tahu sendiri lah, saiki pemikiran2 barat juga sudah banyak merasuki negeri2 timur tengah kan?
nn : kita ikutin aja apa yang dari rasulullah
nn : kurang lebih sistemnya gini :
nn : orang2 yang ‘alim (ulama2 yang terpercaya) dikumpulkan
Raden Ayu : trs
nn : kemudian mereka nanti yg menentukan siapa yang akan dijadikan pemimpin
nn : sama seperti pemilhan khalifah2 Islam dulu
nn : Rasulullah menunjuk Abu Bakr sebagai penggantinya kan?
nn : trus setelah Abu Bakr meninggal
nn : para shahabat2 dikumpulkan dan kemudian mereka memilih siapa yang akan menggantikan Abu Bakr
nn : tapi ini tidak boleh dijadikan dalil kita boleh milih dengan pemilihan langsung
nn : karena kapasitas keilmuan, keimanan dan ketaqwaan kita
nn : dan para shahabat jauuuh berbeda
nn : dengan kata lain yang boleh ikut ‘musyawarah pemilihan’ itu
nn : adalah orang2 yang memang berilmu (ilmu agama)
nn : duoowooo yooo ;D
Raden Ayu : een..
Raden Ayu : kekeke
Raden Ayu : /me nyimak koq
nn : aku ada majalah dan bukunya
nn : kalo dirimu mau baca2
Raden Ayu : een terus begini..
Raden Ayu : ada yang mengatakan kalo begini .. kalau kita (mungkin yang dimaksud orang2x yang secara dhohir muslim yang baik) ndak ikut milih nanti akan tampil pemimpin2x yang jelek
nn : coba dilihat dari sisi yang lain
nn : gini..
nn : semakin banyak orang tau bagaimana hukum2 tentang pemilu
nn : semakin banyak orang yang tidak akan mengikutinya
nn : maka dengan sendirinya sistem itu nanti yang akan diganti
nn : jadi yang harus kita lakukan sekarang
nn : bukan malah berpartisipasi menyuburkan sistem yang salah itu
nn : tapi kita dakwahkan pada orang tentang kebenaran
nn : meskipun kita sendiri
Raden Ayu : subhanalloh
Raden Ayu : enn..
Raden Ayu : tapi kenyataanya ..
Raden Ayu : di masyarakat kita ini lebih banyak yang tdk baiknya
Raden Ayu : bisa kita lihat di masjid2 pada waktunya sholat
Raden Ayu : yg hadir cmn brp ?
Raden Ayu : ga ada harapan ya untuk kita berpolitik jg secara islami
nn : ada san
nn : hanya perlu bersabar
nn : baru berapa tahun / bulan kita mulai mengkaji Islam dengan benar?
nn : Rasulullah itu 23 tahun
nn : padahal beliau itu langsung dapat wahyu dari Allah
nn : dibimbing malaikat Jibril
nn : dan dikelilingi sahabat2nya yang sholih
nn : kalo orang2 jaman kita2 ini seratus tahun mungkin belum bisa seperti beliau
nn : tapi kalo tidak dimulai sekarang kapan lagi?
nn : kita kan berusaha sedari sekarang
nn : kita ajarkan pada anak2 kita
nn : siapa tau nanti mereka pas udah besar mereka yang insyaALlah akan menikmati semuanya
nn : dan kita akan dapat pahala yang terus menerus mengalir
Raden Ayu : subhanalloh
nn : ;D
nn : metuwek yo aku
Raden Ayu : /me bener2 salut sama een ..
nn : ojok ngunu, podho2 belajare iki jenk
nn : cuman aku eruh dhisik, tak sampekan ke dirimu
Raden Ayu : wew
Raden Ayu : semakin merendah semakin meninggikan mutu
Raden Ayu : Alloh mengampuni ku. atas kelalaian dan kebodohanku
nn : iyo, termasuk udzur kalo kita ga tau
nn : sing penting tetep berusaha mencari tau
Raden Ayu : en..
Raden Ayu : tapi bagaimana dengan saudara2 kita yang berbuat kemaksiatan ?
Raden Ayu : yang ikut berpolitik ?
nn : dinasehati semampu ne kita san
nn : dilihat dulu orangnya itu
nn : kalo kita merasa kita bisa nasehati dia
nn : ya nasehati sedikit2
nn : tapi kalo kita nasehati malah dia ndebat
nn : dan malah merancukan pikiran kita
nn : kita mundur
nn : didoakan saja dulu
nn : sambil kita cari ilmu lagi sebanyak2nya
Raden Ayu : ;D
nn : lalu kita coba lagi pelan2
Raden Ayu : wah kyknya aku ngikut yang terakhir aja
nn : pokoke ojo menyerah
Raden Ayu : karena kedankalan ilmu.. jadi tdk mampu memberi tahu een
nn : kalo kita ga bisa membalikkan hatinya sahabat kita
nn : insyaAllah Allah bisa
Raden Ayu : subhanalloh
Raden Ayu : en.. ini ada pendapat seorang teman
Raden Ayu : pendapat dari temen2 yang ikut aktifis partai
nn : iya kenapa?
Raden Ayu : "kalau misalnya kami ndak membuat partai nanti ngisi orang2x yang rusak,..partai2x sekuler partai2x orang kafir (nashrani) "
Raden Ayu : nanti pemerintahan yang ngisi orang2x jelek tsb
Raden Ayu : "makanya kami membuat partai supaya bisa berjuang menegakkan islam lewat parlemen (kekuasaan)"
nn : hmm kita balikkan lagi pernyataan itu pada mereka
nn : tujuan sebenarnya adalah menegakkan Islam kan?
nn :kalo tujuannya memang menegakkan Islam
nn : harusnya kita dari diri sendiri ini dulu yang mulai menegakkannya dulu
nn : masa tujuannya menegakkan Islam
nn : tapi cara yang dilakukan malah melanggar Islam itu sendiri?
nn : gampang aja contohnya
nn : kita mo nyuruh orang sholat
Raden Ayu : pinter pinter..
nn : tapi kita pake ngancam2
nn : "awas ga sholat tak pateni"
nn : nyuruh nya bener
nn : tapi caranya juga harus bener
nn : supaya kita tetep di koridor yang bener
nn : soale lek ws kadung menggampangkan sebuah hukum
nn : mengko imbas e hukum2 yang lain juga ikut2 digampang2kan
nn : coba kalian g berpartai dan berkonsentrasi pada menuntut ilmu diin
Raden Ayu : een..
Raden Ayu : menurut samean..
Raden Ayu : negara kita ini negara islam bukan ?
nn : kalo menurut penjelasan yang aku dapat
nn : IYA , negara kita ini negara muslim
nn : karena disini kita umat Islam diberikan kebebasan untuk beragama Islam
nn : dengan semudah2nya
nn : adzan dimana2
nn : dan mayoritas muslimin di sini
nn : hanya saja negara kita memang belum
nn : menerapkan syariat Islam secara penuh
Raden Ayu : hmm.. jadi definisi negara islam itu begitu
Raden Ayu : soale kadang binun aku
Raden Ayu : antara mayoritas penduduknya yg islam.. dan sistem yang di paki
Raden Ayu : pakai (ralat)
nn : iyo, definisi negara Islam memang dirinci2 ngunu san
nn : ga langsung main teplok, ga menerapkan syariat
nn : berarti negara kafir
nn : enak ae
nn : moso kene disamakan ae kaya negoro2 Eropa sing kafir iku
nn : ga semudah itu mengkafir2kan sebuah negara
nn : wong mengkafir2kan orang ae ga oleh
nn : opo maneh iki sebuah komunitas "negara"
Raden Ayu : yupz
Raden Ayu : benul
nn : ;D
nn : ayo belajar bareng2 san
==============================
Ya Allah….smoga aku diampuni kalo ada kata2ku yang salah…smoga penjelasan yang aku sampekan bisa memberi pencerahan ya teman…yuk semangat nuntut ilmu diin lagi…belajar lagii…sama orang2 yang lebih berilmu…belajar pada ulama2 Islam yang shohih…dan sholiiih….
Pernah liat Chalte-chalte (Bahasa India yang artinya jalan2)? Itu dulu film India yang dibintangi sama Ranee Mukherjee & Shahkruh Khan (dulu nonton pas masih jaman jahiliyyah …). Ceritanya berkisah tentang pria sopir truk (Shakhrukh) yang berasal dari sosio ekonomi yang rendah, agak kurang berpendidikan, dan agak kolot. Menyukai seorang wanita (Ranee), yang berasal dari keluarga kaya , berada, moderat dan berpendidikan. Akhirnya mereka menikah… Tapi banyak masalah dan hampir cerai. Perselisihan dan pertengkaran disebabkan oleh hal2 kecil dan sepele. Misalnya : suami orangnya agak jorok, istri orangnya sangat suka kebersihan. Akhirnya , si istri mencoba menegur suami, bahwa yang dia lakukan itu salah. Tapi suaminya marah2. Masalah kecil lagi, suami habis mandi handuknya taruh di atas kasur, istrinya nyoba bilangin, lain kali kalo habis mandi handuk dikembalikan ke tempatnya. Suaminya marah2 lagi. Akhirnya karena ga tahan, di istri minta pulang ke rumah ortu…

Aku ga menyarankan nonton film ini loh ya…;D , tulisan diatas cuman sekedar ilustrasi…
Aku punya sebuah buku saku judulnya : Rumah Tangga tanpa Problema…bukunye kecil dan tipis. Tapi isi di dalamnya bagus banget. Isinya tentang bagaimana hak dan kewajiban antara suami istri, supaya rumah tangga bisa berjalan tanpa ada problema. Ato kalo misalnya problema sudah muncul, diberikan tuntunan bagaimana Quran dan Sunnah mengatasinya…..
Dibilang lugu ya engga…terus terang saja..Pas waktu pertama2 dulu ikutan ta’lim …aku semangat sekali pengen nikah ;P ..soale melihat temen2 yang udah nikah kayaknya enak banget gitu : ga usah cape2 kerja (apalagi sambil kuliah), kemana2 ada yang nganter, ada yang merhatiin. Di dalam pikiran dan benakku, menikah adalah satu2nya solusi untuk mengatasi semua masalah yang aku hadapi waktu itu ;D. Bayanganku tentang menikah, ibarat surga nan hijau dan empuk, semuanya serba indah2 dan enak2 hehehe…Bermimpi dan membayangkan semua keindahan2 itu membuat aku sempat ‘buta mata’ dan tidak sadar realita..masyaAllah
Tapi Allah Yang Maha Tahu, tahu pasti bahwa saat itu , dengan paradigma seperti itu, aku memang belum siap mengarungi samudera pernikahan…Jadi meskipun keinginan menggebu2 , selalu saja ada rasa tidak sreg dalam hati untuk melangkah kesana ;D (bukan berarti aku ga laku lho ;P)
Ternyata…..
Setelah beberapa tahun berjalan, dan aku mulai menyadari realita. Melihat dan mengamati bagaimana temen2ku menjalani kehidupan rumah tangganya…Menemui beberapa masalah2 rumah tangga yang dihadapi orang lain….Berbagi cerita dengan beberapa orang yang kemudian memberi aku banyak pelajaran…Mendengarkan ta’lim2 tentang pernikahan dan rumah tangga yang akhirnya mengubah paradigmaku tentang menikah…
Marriage is not our destination…but Marriage is a journey…
Iya…menikah adalah sebuah perjalanan, lebih tepatnya lagi sebuah bagian dari perjalanan hidup … menikah, bisa jadi sebuah perjalanan yang indah jika kita tahu tuntunannya…ato bahkan bisa jadi sebaliknya…Di dalamnya tidak hanya ada keindahan2 , tapi kadang juga bisa ada aral melintang…bisa ada sedikit riak2 yang datang…bukan hanya gelombang yang tenang…

Masalah2 kecil..dan sepele (seperti ilustrasi diatas, yang cuma masalah cara meletakkan handuk), kadang bisa jadi pemicu pertengkaran. Gimana engga? kita tinggal dan hidup serumah dengan orang..yang sebelumnya tinggal di rumah lain. Otomatis kita akan tahu bagaimana karakter dan sifat2 aslinya dia. Entah itu baik atau kurang baik…kita sukai atau kurang kita sukai.
Di sebuah ta’lim yang aku dengar Ustadz pernah menasehati : "Kalo istrinya dari daerah pinggir pantai, suaminya dari pegunungan, kebiasaannya saja bisa berbeda. Selera makan juga bisa berbeda. Maka dari itu harus saling memahami dan mengerti satu sama lain. Supaya perbedaan2 kecil itu tidak pernah dijadikan alat oleh syaithon untuk menggoda kita. Untuk menjadikan rumah tangga ini menjadi bermasalah. Dan jika terjadi masalah2 yang demikian, kembalikan semuanya kepada tuntunan Al Quran dan Sunnah. Kembalikan pada niat kita semula, bahwa kita menikah ini untuk mencari ridho dan pahala dari Allah…bukan untuk menuruti ego masing…"
Nasihat yang sangat bijaksana…
Aku memang belum pernah mengalami riak2 rumah tangga….jadi mungkin tips dari aku ini ga akan sebagus tips dari orang2 yang pernah menjalaninya sendiri (orang Jawa bilang : durung nglakoni dewe ojo metuwek ;D)…Just share aja, mungkin pengalamanku ini berguna
1. Belajarlah ilmu diin yang benar…ya tentang aqidah, akhlak , adab, fiqh, pernikahan dan rumah tangga..Pokoknya semua, karena itu adalah sebuah bekal yang amat sangat berharga untuk tidak kita punyai dalam mengarungi samudera pernikahan. Ibarat seorang musafir, ilmu yang benar adalah sebuah peta dan kompas untuk menikah…Kita akan banyak tahu, bagaimana Islam mengajarkan pernikahan yang indah, bagaimana seorang istri harus bersikap pada suami, mengelola harta suami…Pokoknya kumplit…Dan yang paling penting dengan ilmu diin yang benar…kita akan tahu…apa sebenarnya tujuan kita menikah…yang nantinya akan menentukan akan dibawa kemana pernikahan kita …

2. Belajarlah ilmu2 dunia sebagai pendukungnya. Sedikit2 atau kalau punya waktu, baca2 buku psikologi…aku biasanya baca buku2 tentang perbedaan karakter2 wanita dan pria…sejauh ini menurutku sangat membantu…(karakter memang bisa berubah…tapi kalo kita paham ilmunya, akan lebih mudah mengatasinya…). Kalo banyak waktu, bisa sambil2 belajar2 yang lain, misal : masak memasak, ngurus rumah, communication skill, ngelola uang dsb2 .. ;D
3. Melihat dan peduli pada sekitar (bukan berarti ikut campur). Misal : ada temen kita curhat tentang masalah rumah tangganya, terjadi masalah ini dan itu. Kita bisa renungi, bisa ambil pelajaran dari dia, bisa share..kenapa sampai terjadi demikian dan demikian…Tujuannya : kita simpan dalam memory kita…suatu saat nanti jangan sampe terjadi pada diri kita dan rumah tangga kita ….Aku rasa ini sebuah ilmu yang ga boleh kita lewatin. Karena disini kita ga hanya akan dihadapkan pada teori, tapi aplikasi…Really helpfull..kata orang "Experience is the best teacher.."
4. Memohon pada Allah…agar diberikan kebaikan dunia dan akhirat..agar kita senantiasa dibimbing di jalanNya..baik itu dalam rumah tangga maupun dalam keseluruhan hidup kita…Karena sesempurna apapun rencana kita, sematang apapun kesiapan kita, sekeras dan sebaik apapun usaha kita…kita tidak akan pernah bisa menghindar dari ‘coretan takdirNya Allah’…
Jangan hanya berani ‘bermimpi’ …tapi persiapkanlah mimpi itu.. ….agar kita tidak ‘terbuai’ terlalu lama sampai akhirnya malas bangun untuk menghadapi hari2 selanjutnya…
**wondering…kenapa tiba2 aku punya inspirasi buat nulis ini ya? ;D**
"Kesehatan adalah anugrah dan nikmat Allah yang sangat berharga, tapi manusia sering lupa dan mengabaikannya …masyaAllah…"
Rabu 18 Juni 2008 : Bolos kerja karena udah ga bisa nahan sakit. Aku nelpon bapak+ibu mengabarkan aku sakit+harus operasi appendix, ibuku malah nangis2 ;D. Akhirnya aku nelpon beberapa RS yang jadi rujukan asuransi kantorku : RS Siloam, RS Darmo, RS Sby Int’l buat nanyain kira2 biaya total untuk operasi appendix kena berapa. Jawabannya masing2 ga memuaskan …! Masing2 cuma bisa kasih info biaya operasinya. Akhirnya nyoba2 tanya ke RSS Husada Utama (RSHU). Hmm…sejak pertama kali nelpon, aku bisa mengidentifikasi RS yang satu ini emang bener2 menerapkan service excellent. Operatornya baik, ramah dan bisa ngasih info dengan detail, biaya operasi keseluruhan, sampe berapa hari harus menginap. Sebenarnya sempet ‘ga berani’ mo rawat inap + operasi di sini, mengingat RS nya megah dan mewah banget, takut diusir gara2 ga kuat bayar ;P. Tapi karena bisa ditanggung sama kantor, dan deket banget sama Kos ku ..ya wes lah
Lokasi RS

Kemudian aku nelpon dr. Didik (dulu dokter kantorku), lalu beliau bilang nanti aku akan dikonfirm sama Ibu Sandra, orang Marketingnya RSHU. Dan benerlah, Bu Sandra nelpon : "Selamat siang Ibu, saya dapat info ibu akan menggunakan fasilitas RS kami, ada yang bisa dibantu?" Pikirku : "Wow..baik banget". Kemudian aku jelasin aku sakit ini, dan mau pakai asuransi ini. Lalu beliau nanya2 tentang NO ID asuransi ku. Beliau bilang akan konfirmasi lagi. Sebentar kemudian aku ditelpon balik, dan mengatakan, bisa. Silakan datang ke RSHU kapan saja ibu mau, bahkan aku dipilihkan dokter bedah yang paling sesuai buat sakitku. Dokter bedah digestif.

Lobby RS yang lebih mirip hotel ;D
Tanggal 19 Juni 2008 : Masuk ke UGD,
disambut dengan ramah oleh dokter dan perawat2nya. Cek darah, cek urine, cek BAB, diperiksa kondisi tubuh keseluruhan. Dokter di UGD bilang : akan dicek dulu, apakah benar sakitku ini karena appendix ato karena yang lain, takutnya ada apa2 di perutku. Jadi keputusan operasi nunggu hasil lab. Mulai dipasanglah alat infus di tanganku, lalu aku dianter pake kursi roda ke kamar. Satu hal yang menarik, pas aku mo ke kamar , Bapak+ ibuku kan ikutan , dan bawa barang2 banyak. Mbak2 perawat bilang : "Ibu, kalo misalnya barang2nya ga bisa bawa, silakan ditinggal aja, biar nanti diantar sama Office boy kami" …Bagus banget service nya ..
Kebetulan aku dapet kamar kelas 2 di lantai 8, seharinya sekitar 250 ribu. Secara RS sebesar dan sebagus ini, harga itu lumayan murah lo. Dibandingin sama Graha Amerta ato RS Siloam yang mahal amir itu.

Udah gitu, dari kamar bisa liat viewnya kota Sby siang dan malem hari. Perawat2 disini ramah2 dan buaek2 smua.
20 Juni 2008
Jam 08.00 : masuk kamar operasi, dibius total dan diambillah si usus buntu yang membuat aku sakit berhari2 ;D. Kesan pertama masuk ruang operasi : deg2an, tapi aku pasrah, hidup dan mati ada di tangan Allah. Aku berdzikir dan mencoba untuk tenang
Jam 13.00 : Baru sadarkan diri, udah ada di ruang Pasca Operasi. Pusing , mual dan muntah2. Ditungguin sama seorang dokter jaga yang baik hati dan ramah.
Sementara itu : Ibu Bapakku bingung ga karuan , kok lama banget, dimana anakku ;D
Jam 14.00 : Dianter balik ke kamar , keluar ruang operasi. Ibuku bilang , dia liat ada tabung yang isinya kayak cacing coklat di dalamnya. Tabungnya ditaruh di bedku, di atas kepalaku. Kayaknya itu si usus buntu yang barusan diambil ;D
Rasanya perutku kaku dan sakit, dipake batuk sakit, pake duduk sakit, aku ga bisa kemana2 cuman bisa berbaring. Sholat sambil berbaring, wudhunya diwudhuin sama Ibu. Soale mo tayammum juga ga bisa nyentuh temboknya. Secara tangan dipasang inpus ;D
Sorenya temen kantorku jenguk : Mb Fery, Listy, Mb Ria, Tining, Mb Citra, Mb Nunu delele…termasuk Pak Manager dan Pak General Managerku Pak Eso…. (terharu…hehe). Makasih udah nyempetin dateng ya Pak, padahal aku cuman karyawan kontrak ;D
21 Juni 2008 :
Pagi : anak2 kos (Dyah, Khod, Zahro) dan Ummu Ibrohim datang njenguk. Surprisenya : Khod ngasih aku undangan nikahnya dia, akad nikah tanggal 28 juni 2008 huwaa gak sopaaan !! keduluan lagi ;P. Akhirnya di RS malah cekikikan gara2 bahas Khod ;D, sambil nahan perutku yang masih sakit ;P
Sore :adekku Maya , barengan Om + Lek Sih dan ga ketinggalan si Ndut Riza , dateng jenguk ngrameni2 ae Ndut ;D
Malem : Nteen + Onyiz, Malah si Nteen gini : "Owalah nduk2, nyapo usus kok dibuntu2 barang , wes mbok dibolongi ae. Makane tah dijogo awake iku, ojo ngejar target terus, kerjo terus..bla bla bla…bla" Aku diceramahi sambil manggut2 …;D . Baik buuu. Udah gitu gini : "Dirimu boleh makan apa aja? mo tak bawain apa" aku bilang : "Ga usah repot2 tin" Nteen : "hmm…masa tak bawain kembang 7 rupa, dirimu mesti durung adus" wakaka….Dasaaaarr usil ! ;P
22 June 2008 : Budhe + Pakdhe dan sepupu kecilku yang centil dateng jenguk. Ika namanya…
23 June 2008 : Pagi hari dokter bedahku datang dan bilang : aku boleh pulang hari ini…Hurraay! Finally Im Free…;D. Sore hari, setelah ngurus2 administrasi dan biaya2 aku pulang. Hebatnya lagi : aku cuman nambah 400 ribu, dan semuanya dicover kantorku 16 jeti ;D (segitu ga akan bikin IM2 tutup kan ? hahaha ups)
Jazakumullahu khoir buat kerabat dan temen2 yang udah jenguk, yang udah sms dan doain aku…terima kasih tak terhingga buat ibu dan bapakku…Robbirhamhuma kamaa robbayanii soghiroo..Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alaiyya wa an a’mala shoolihan tardhohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikas shoolihiin Amiin …Semoga semua kebaikan Ibu Bapakku dibalas dengan surgaNya Allah amiin…
Allaahumma innii as alukal ‘aafiyah…sekarang alhamdulillah aku sudah sembuh..