Pernah liat Chalte-chalte (Bahasa India yang artinya jalan2)? Itu dulu film India yang dibintangi sama Ranee Mukherjee & Shahkruh Khan (dulu nonton pas masih jaman jahiliyyah …). Ceritanya berkisah tentang pria sopir truk (Shakhrukh) yang berasal dari sosio ekonomi yang rendah, agak kurang berpendidikan, dan agak kolot. Menyukai seorang wanita (Ranee), yang berasal dari keluarga kaya , berada, moderat dan berpendidikan. Akhirnya mereka menikah… Tapi banyak masalah dan hampir cerai. Perselisihan dan pertengkaran disebabkan oleh hal2 kecil dan sepele. Misalnya : suami orangnya agak jorok, istri orangnya sangat suka kebersihan. Akhirnya , si istri mencoba menegur suami, bahwa yang dia lakukan itu salah. Tapi suaminya marah2. Masalah kecil lagi, suami habis mandi handuknya taruh di atas kasur, istrinya nyoba bilangin, lain kali kalo habis mandi handuk dikembalikan ke tempatnya. Suaminya marah2 lagi. Akhirnya karena ga tahan, di istri minta pulang ke rumah ortu…
Aku ga menyarankan nonton film ini loh ya…;D , tulisan diatas cuman sekedar ilustrasi…
Aku punya sebuah buku saku judulnya : Rumah Tangga tanpa Problema…bukunye kecil dan tipis. Tapi isi di dalamnya bagus banget. Isinya tentang bagaimana hak dan kewajiban antara suami istri, supaya rumah tangga bisa berjalan tanpa ada problema. Ato kalo misalnya problema sudah muncul, diberikan tuntunan bagaimana Quran dan Sunnah mengatasinya…..
Dibilang lugu ya engga…terus terang saja..Pas waktu pertama2 dulu ikutan ta’lim …aku semangat sekali pengen nikah ;P ..soale melihat temen2 yang udah nikah kayaknya enak banget gitu : ga usah cape2 kerja (apalagi sambil kuliah), kemana2 ada yang nganter, ada yang merhatiin. Di dalam pikiran dan benakku, menikah adalah satu2nya solusi untuk mengatasi semua masalah yang aku hadapi waktu itu ;D. Bayanganku tentang menikah, ibarat surga nan hijau dan empuk, semuanya serba indah2 dan enak2 hehehe…Bermimpi dan membayangkan semua keindahan2 itu membuat aku sempat ‘buta mata’ dan tidak sadar realita..masyaAllah
Tapi Allah Yang Maha Tahu, tahu pasti bahwa saat itu , dengan paradigma seperti itu, aku memang belum siap mengarungi samudera pernikahan…Jadi meskipun keinginan menggebu2 , selalu saja ada rasa tidak sreg dalam hati untuk melangkah kesana ;D (bukan berarti aku ga laku lho ;P)
Ternyata…..
Setelah beberapa tahun berjalan, dan aku mulai menyadari realita. Melihat dan mengamati bagaimana temen2ku menjalani kehidupan rumah tangganya…Menemui beberapa masalah2 rumah tangga yang dihadapi orang lain….Berbagi cerita dengan beberapa orang yang kemudian memberi aku banyak pelajaran…Mendengarkan ta’lim2 tentang pernikahan dan rumah tangga yang akhirnya mengubah paradigmaku tentang menikah…
Marriage is not our destination…but Marriage is a journey…
Iya…menikah adalah sebuah perjalanan, lebih tepatnya lagi sebuah bagian dari perjalanan hidup … menikah, bisa jadi sebuah perjalanan yang indah jika kita tahu tuntunannya…ato bahkan bisa jadi sebaliknya…Di dalamnya tidak hanya ada keindahan2 , tapi kadang juga bisa ada aral melintang…bisa ada sedikit riak2 yang datang…bukan hanya gelombang yang tenang…
Masalah2 kecil..dan sepele (seperti ilustrasi diatas, yang cuma masalah cara meletakkan handuk), kadang bisa jadi pemicu pertengkaran. Gimana engga? kita tinggal dan hidup serumah dengan orang..yang sebelumnya tinggal di rumah lain. Otomatis kita akan tahu bagaimana karakter dan sifat2 aslinya dia. Entah itu baik atau kurang baik…kita sukai atau kurang kita sukai.
Di sebuah ta’lim yang aku dengar Ustadz pernah menasehati : "Kalo istrinya dari daerah pinggir pantai, suaminya dari pegunungan, kebiasaannya saja bisa berbeda. Selera makan juga bisa berbeda. Maka dari itu harus saling memahami dan mengerti satu sama lain. Supaya perbedaan2 kecil itu tidak pernah dijadikan alat oleh syaithon untuk menggoda kita. Untuk menjadikan rumah tangga ini menjadi bermasalah. Dan jika terjadi masalah2 yang demikian, kembalikan semuanya kepada tuntunan Al Quran dan Sunnah. Kembalikan pada niat kita semula, bahwa kita menikah ini untuk mencari ridho dan pahala dari Allah…bukan untuk menuruti ego masing…"
Nasihat yang sangat bijaksana…
Aku memang belum pernah mengalami riak2 rumah tangga….jadi mungkin tips dari aku ini ga akan sebagus tips dari orang2 yang pernah menjalaninya sendiri (orang Jawa bilang : durung nglakoni dewe ojo metuwek ;D)…Just share aja, mungkin pengalamanku ini berguna
1. Belajarlah ilmu diin yang benar…ya tentang aqidah, akhlak , adab, fiqh, pernikahan dan rumah tangga..Pokoknya semua, karena itu adalah sebuah bekal yang amat sangat berharga untuk tidak kita punyai dalam mengarungi samudera pernikahan. Ibarat seorang musafir, ilmu yang benar adalah sebuah peta dan kompas untuk menikah…Kita akan banyak tahu, bagaimana Islam mengajarkan pernikahan yang indah, bagaimana seorang istri harus bersikap pada suami, mengelola harta suami…Pokoknya kumplit…Dan yang paling penting dengan ilmu diin yang benar…kita akan tahu…apa sebenarnya tujuan kita menikah…yang nantinya akan menentukan akan dibawa kemana pernikahan kita …
2. Belajarlah ilmu2 dunia sebagai pendukungnya. Sedikit2 atau kalau punya waktu, baca2 buku psikologi…aku biasanya baca buku2 tentang perbedaan karakter2 wanita dan pria…sejauh ini menurutku sangat membantu…(karakter memang bisa berubah…tapi kalo kita paham ilmunya, akan lebih mudah mengatasinya…). Kalo banyak waktu, bisa sambil2 belajar2 yang lain, misal : masak memasak, ngurus rumah, communication skill, ngelola uang dsb2 .. ;D
3. Melihat dan peduli pada sekitar (bukan berarti ikut campur). Misal : ada temen kita curhat tentang masalah rumah tangganya, terjadi masalah ini dan itu. Kita bisa renungi, bisa ambil pelajaran dari dia, bisa share..kenapa sampai terjadi demikian dan demikian…Tujuannya : kita simpan dalam memory kita…suatu saat nanti jangan sampe terjadi pada diri kita dan rumah tangga kita ….Aku rasa ini sebuah ilmu yang ga boleh kita lewatin. Karena disini kita ga hanya akan dihadapkan pada teori, tapi aplikasi…Really helpfull..kata orang "Experience is the best teacher.."
4. Memohon pada Allah…agar diberikan kebaikan dunia dan akhirat..agar kita senantiasa dibimbing di jalanNya..baik itu dalam rumah tangga maupun dalam keseluruhan hidup kita…Karena sesempurna apapun rencana kita, sematang apapun kesiapan kita, sekeras dan sebaik apapun usaha kita…kita tidak akan pernah bisa menghindar dari ‘coretan takdirNya Allah’…
Jangan hanya berani ‘bermimpi’ …tapi persiapkanlah mimpi itu.. ….agar kita tidak ‘terbuai’ terlalu lama sampai akhirnya malas bangun untuk menghadapi hari2 selanjutnya…
**wondering…kenapa tiba2 aku punya inspirasi buat nulis ini ya? ;D**

