Mungkin, aku ini orang yang aneh…tapi entah kenapa, aku suka sekali mengamati orang dengan segala perilakunya…lalu mencoba menganalisis dan mengambil pelajaran dari semuanya..hehe
Pagi tadi, seperti biasa di jalan raya, perjalanan berangkat menuju kantor…
Nothing special, masih seperti biasa…berangkat tergesa2 dan terburu2…(ciri khasnya seorang sanguinis ;P). Jemput adekku, lalu motorpun berjalan. Sampailah di lampu merah, pertigaan Hotel Sahid arah ke Jalan Pemuda…
Tiap hari, aku melihat Bapak itu…Bapak tua penjual koran, yang wajahnya selalu tersenyum…dengan pakaiannya yang sederhana…Bapak tua yang menurutku, seharusnya sudah tidak bekerja lagi… dengan sabar dia menawarkan koran pada setiap orang yang lewat, dengan tersenyum..dan kadang tanpa kata2…hanya menyodorkan halaman yang berisi berita utama pagi itu….
Sebenarnya diam2 aku kagum pada Bapak itu…Setua itu….masih belum menyerah, mencari rizki yang halal…kadang harus berjuang menghadapi teriknya panas matahari Surabaya yang masyaAllah itu….
Pagi tadi, di lampu merah yang sama…aku melihat seseorang yang lain…Seorang Bapak tua yang lain….mengayuh gerobak kayunya, yang berisi topi2 sederhana yang dia jual…..
Pak tua penjual topi, mengayuh dan berhenti di lampu merah…bertemu dengan Pak tua penjual koran…Aku mendengarkan percakapan mereka..
Bapak penjual koran : "piroan iku topine?" ..(kuperhatikan dia juga mengenakan topi…yang sudah usang, karena setiap hari dipakai melawan teriknya mentari…)
Bapak penjual topi : "(dengan ramah)…murah2 iki kok, ono sing 7500, ono sing 5000, iki ono sing 3000"
Bapak penjual koran : (menunjuk sebuah topi …yang lumayan bagus)
Bapak penjual topi : "Nek sing iki 7500 an"
Bapak penjual koran : (agak kecewa, hampir merogoh kantongnya , lalu menggelengkan kepala)
Dalam hatiku…7500 adalah harga yang murah buatku, tapi mungkin terlalu mahal buat dia…mungkin butuh beberapa eksemplar koran terjual untuk mendapat keuntungan segitu… (hiks)
Bapak penjual topi : "sing iki ae lo, apik2 kok cuman 3000 (sambil mengisyaratkan tiga jarinya)"
Bapak penjual koran : (mengambil uangnya dan membayar, tanpa berkata)
Lampu sudah hijau…Bapak penjual topi mengayuh lagi gerobaknya , dan berkata : "Awake dewe kan podo2..(mungkin dia maksud sama2 tuanya)"
Aku tersenyum di balik helm teropongku….
Alhamdulillah…betapa Allah memberiku lebih banyak daripada yang aku inginkan…betapa sayangnya Allah padaku dengan segala karuniaNya…..
Aku kagum, pada mereka berdua…yang tak pernah menyerah menghadapi hidup, yang kadang "tidak adil"…orang2 baik seperti mereka, masih harus berjuang keras demi mendapat sesuap nasi dan seteguk minum hari ini….yang masih menolong orang lain, meskipun keadaan sendiri kesusahan…masyaAllah…
Aku malu pada diriku…..yang mengeluh menghadapi cobaan, yang kadang protes tidak mendapatkan yang kuinginkan…yang kadang mengatakan pada Allah : "kenapa harus aku yang menjalani semua ini?"…. semoga dari kalian aku akan belajar…
"Someone should not dwell on the past, just live on your life…whatever you have now"

