Sebenernya, ga pengen nulis tentang Pemilu, tapi gara2 baca headline di Jawa Pos pagi ini, jadi tergelitik juga buat nulis..hehe . Kayaknya ini berita udah basi dan dibicarakan dimana2, tapi gpp lah saya nulis sesuai persepsi saya…
Tanggal 10 April 2009 liat di Tipi :
Seorang caleg dari Jabar, mendatangi penasehat spiritual, minta dimandikan di air keramat, karena stress setelah kalah dalam Pemilu, dan sudah menghabiskan dana sekitar 300 juta rupiah . Trus, udah ada 40 orang caleg berikutnya yang antri, minta dimandikan juga ..wakaka
Aduh pak, kalo udah ga kepilih itu harusnya merenung, kenapa saya ga kepilih, apa memang ini yang terbaik buat saya, istighfar trus minta kesembuhan dari Allah, ini kok malah mendekati kesyirikan, percaya sama air keramat lah…
Kalo saya yang punya modal 300juta, mending buat bikin usaha yang halal dan berkah, trus buat naik haji sama keluarga, trus jalan2 ke Eropa ato ke Jepang gitu kek ;P
Hari ini baca di liputan6.com :
Seorang ibu muda yang hamil 4/5 bulan , gantung diri setelah gagal menjadi anggota legislatif di Ciamis Jabar…hiyaa, ini lebih parah lagi. Udah bunuh diri, bunuh anaknya dalam kandungan lagi…Ibukee, apa ndak mikir panjang to Bu? Kalo udah ndak pengen hidup, anaknya yang dalam kandungan, masih punya hak untuk hidup ;(( , pengen nangis aku …
Apa ndak takut sama ancaman ini :
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 158
Trus ini ada beberapa juga berita tentang caleg gagal, dari milis Wikusama :
BULUKUMBA
> Segel sekolah SD yang dibangunnya ketika masa kampanye
DUMAI, RIAU
> Robohkan tiang listrik yg disumbangnya pada masa kampanye
TANGERANG
> Jadi pengemis dan bilang "Kembalikan Uang Saya…!"
CIREBON
> Jadi seperti orang gila pendiam dan suka bicara sendiri
KULONPROGO
> meminta kembali bantuan 14 sak semen dan alat musik yang sudah disumbangkan ke sebuah dusun, padahal semen sudah dipake mbangun jalan konblok
KALIMANTAN TENGAH
> 5 orang caleg dan simpatisan dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei karena mengalami gangguan jiwa cukup berat : terus mengoceh, murung, serta tak mau makan dan minum
AMBON
> meminta kembali bantuan karpet ke sebuah majelis taklim karena cuma dapet 19 suara dari target 20 suara ibu2 majelis taklim
Fyuuh, kayaknya kalo mo ditulis semua, butuh waktu seminggu ;P
Awal Maret 2009 kemarin, waktu saya silaturrahim di rumah Budhe, beliau juga cerita bahwa di daerahnya ada Abang Tukang Bakso bahkan Abang Tukang Becak, yang juga mencalonkan diri jadi anggota legislatif…Saya sama Budhe sampe geleng2 (keheranan maksudnya)
Bukannya meremehkan profesi atau pendidikan mereka, tapi apa ya ndak dipikir jauh2 gitu, ngurusin orang banyak itu ga gampang!! Lha wong saya yang kerjaannya cuman ngurusin pelanggan2 corporate se Wilayah Timur aja beribet + sering dibikin pusing…Apa ndak takut? pertanggungjawabannya di hari kiamat itu loo …
Coba mereka pernah baca tentang kisahnya sahabat Abu Dzar radliyallahu ‘anhu ini ya :
Riwayat dari Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu ‘anhu. Ia berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?" Mendengar permintaanku tersebut, beliau menepuk pundakku seraya bersabda:"Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut." (HR. Muslim no. 1825)
Dan kayaknya yang pengen dan berambisi dapat jabatan juga mesti baca ini dulu…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radliallahu ‘anhu:
"Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)."
Hadits ini diriwayatkan Al-Imam Bukhari dalam Shahih-nya no. 7146 dengan judul Siapa yang tidak meminta jabatan, Allah akan menolongnya dalam menjalankan tugasnya dan no. 7147 dengan judul Siapa yang minta jabatan akan diserahkan kepadanya (dengan tidak mendapat pertolongan dari Allah dalam menunaikan tugasnya). Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 1652 yang diberi judul oleh Al-Imam Nawawi Bab larangan meminta jabatan dan berambisi untuk mendapatkannya.
Semoga, kita jadi orang yang setiap langkahnya selalu dibimbing oleh Allah dijalan kebenaran …Amiin
===============================================
gambar diambil dari : ww.beritabaru.com

