October 1, 2009

Saya Sakit Lupus..dan Allah berbuat sesuai kehendakNya

 

Juli 2009, saya masuk rumah sakit lagi. Iya lagi, karena setahun yang lalu saya juga dirawat dirumah sakit yang sama, di kamar yang bersebelahan, karena usus buntu. Bahkan mbak2 perawat pun masih hapal dengan wajah saya :(, hiks. Sebenarnya ga mau langganan masuk rumah sakit, tapi apa daya tubuh saya ga bisa ditolerir.

Awalnya, saya pikir saya kecapekan biasa. Maklum, dengan aktivitas kerja dan kuliah, saya selalu tidur larut malam. Hari libur pun biasanya dihabiskan untuk menyelesaikan tugas2 kuliah yang setumpuk, belum lagi bila harus lembur.

Awal bulan Juli, saya mulai tidak napsu makan, jangankan makan, bau makanan sedikit saja langsung mual dan muntah. Bahkan hampir seminggu, saya tidak bisa tidur dan istirahat di malam hari. Awalnya saya pikir, itu biasa. Saya periksa ke dokter umum di kantor, beliau bilang mungkin asam lambung saya naik, jadi saya cuma dikasih obat maag dan antibiotik. Sampai akhirnya, hari Senin malam 13 Juli 2009, sepulang kerja.Tiba2 tubuh saya demam, lalu malamnya menggigil. Sekujur tubuh rasanya gemetar, dan lemas tidak punya tenaga. Bicara pun saya ngos2an, seperti habis lari 100m. Karena tidak yakin dengan diagnosa dokter umum di kantor, akhirnya Selasa 14 Juli 2009 saya pergi ke RS Husada Utama, ke dr Yuliasih SPPD, KR, seorang dokter spesialis penyakit dalam dan rheumatologi.

Dokter menanyakan keluhan2 saya, dan beliau menanggapi dengan serius. Kemudian ketika dokter memeriksa sekujur leher dan punggung saya, ternyata ada banyak ruam2 merah, dan saya tidak tahu. Dokter Yuliasih terlihat begitu tanggap dan cekatan ketika memeriksa saya, sampai akhirnya setelah diperiksa saya bertanya "Jadi saya sakit apa Dok?", beliau jawab : "Mbak mau saya kasih tahu sakitnya?" ..Aku mikir (kok kayaknya serius?), akhirnya kujawab : "Iya Dok, gpp", kemudian beliau bilang aku terkena salah satu penyakit autoimun yang disebut SLE, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan sel2 atau bakteri jahat, justru melawan sel2 yang baik, jadi bisa menyerang semua organ tubuh. Masya Allah, saya terpesona, alias terbengong2.

Saya akhirnya diminta menjalani tes darah dan tes urine lengkap, kemudian diharuskan tes dsDNA dan ANA. Rabu pagi saya tes, sambil menahan rasa capek yang luar biasa. Karena hasil tes baru keluar hari Jumat, saya akhirnya harus istirahat dirumah selama dua hari.Di rumah, saya membaca buku seorang teman yang kebetulan kuliah di kedokteran. Saya masih shock, karena divonis dengan penyakit SLE. Yang konon katanya, belum diketahui penyebabnya dan belum juga ada obatnya. Jumat pagi, hasil tes saya keluar, saya bersyukur karena hasil tes dsDNA dan ANA saya negatif. Malamnya saya menemui Dokter Yuliasih, diantar Mbak Fery dengan sepeda motornya. Masya Allah, dalam perjalanan saya merasakan capek yang luar biasa, mual2 dan pusing di kepala,apalagi rumahnya jauuh. Sampai akhirnya saya bertemu dengan dokter, dan hasil lab saya dicek, saya tetap divonis sakit SLE :( .

Ternyata meskipun hasil tes dsDNA dan ANA negatif, ada 11 tanda umum yang bisa dijadikan acuan, dan jika memenuhi 4 nya saja bisa dipastikan positif (karena ada hasil tes2 lain yang memang positif, seperti LED , C3 dan C4). Bahkan dokter bilang, sakit saya mungkin sudah ada sejak saya kena usus buntu tahun lalu, tapi tidak terdeteksi. Makanya sampai usus buntunya yang kena. Dalam perjalanan pulang, saya merasa sudah ga kuat, sampai akhirnya saya muntah2. Sampai dirumah langsung istirahat dan paginya saya masuk rumah sakit.

Saya dirawat dirumah sakit selama 6 hari. Mungkin orang lain yang tidak tahu akan berkomentar, "badanmu ga kurus, mana mungkin kamu sakit?" saya akan bilang "dont jugde the book by the cover, kelihatannya memang iya saya sehat". Selama saya sakit bicara saja susah, beberapa patah kata cukup membuat saya kelelahan dan ngos2an. Saya bahkan tidak diijikan mendapat banyak kunjungan, bukan karena penyakit ini menular. Tapi justru karena dikhawatirkan saya yang akan ditulari. Ketika saya sakit, saya akan drop dan sel2 yang hiper akan bekerja :(. Pernah suatu hari, saya dikunjungi banyak teman. Sempat bercanda2 dengan mereka, dan akibatnya malamnya saya kumat. Saya tidak tidur semalam, besoknya harus diberi obat infus yang kata dokter untuk menekan autoimun saya. Masya Allah, sungguh tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak saya, Allah akan memberi saya sakit yang semacam ini.

 

Sejak kecil, saya anak yang aktif dan senang melakukan banyak kegiatan. Saya sangat shock, bahkan beberapa hari menangis. Karena sakit ini, saya sudah merepotkan banyak orang. Tapi ketika saya sempat protes dan bertanya :"Kenapa saya yang harus sakit seperti ini, sementara masih banyak hal2 yang harus saya kerjakan, kenapa harus saya yang diberi sakit, padahal sejak kecil saya baik2 saja?"

Saya teringat pesan dari Ustadz Zain ketika ta’lim di Musholla Grabik FK UA : "Sesungguhnya seorang hamba tidak berhak bertanya, kenapa Allah berbuat ini dan itu, karena Allah memang tidak akan ditanya oleh siapapun atas apa yang diperbuatNya dan Dia berbuat sekehendakNya. Justru manusia lah yang akan ditanya, nanti di yaumil hisab. Kenapa dia berbuat ini dan itu selama di dunia. Kenapa dia tidak bersabar padahal Allah memerintahkan kesabaran itu, dan kenapa tidak bersyukur padahal Allah juga memerintahkannya.

Manusia yang akan diminta pertanggung jawaban atas perbuatannya" Saya cuma bisa pasrah, Allah memberi sakit, tentu Dia menyediakan obatnya, meskipun manusia belum bisa menemukannya. Bahkan saya bersyukur, masih diberi kesempatan hidup, sementara ada penderita2 lupus yang lain yang terlambat dideteksi sampai akhirnya gagal ginjal dan radang otak, dan bahkan tidak terolong jiwanya , masyaAllah.

Semoga tulisan ini berguna dan menjadi pelajaran buat kita semua :)

April 15, 2009

Fenomena Pen-Caleg-an

Sebenernya, ga pengen nulis tentang Pemilu, tapi gara2 baca headline di Jawa Pos pagi ini, jadi tergelitik juga buat nulis..hehe . Kayaknya ini berita udah basi dan dibicarakan dimana2, tapi gpp lah saya nulis sesuai persepsi saya…

 

Tanggal 10 April 2009 liat di Tipi :

Seorang caleg dari Jabar, mendatangi penasehat spiritual, minta dimandikan di air keramat, karena stress setelah kalah dalam Pemilu, dan sudah menghabiskan dana sekitar 300 juta rupiah . Trus, udah ada 40 orang caleg berikutnya yang antri, minta dimandikan juga ..wakaka

Aduh pak, kalo udah ga kepilih itu harusnya merenung, kenapa saya ga kepilih, apa memang ini yang terbaik buat saya, istighfar trus minta kesembuhan dari Allah, ini kok malah mendekati kesyirikan, percaya sama air keramat lah…

Kalo saya yang punya modal 300juta, mending buat bikin usaha yang halal dan berkah, trus buat naik haji sama keluarga, trus jalan2 ke Eropa ato ke Jepang gitu kek ;P

Hari ini baca di liputan6.com :

Seorang ibu muda yang hamil 4/5 bulan , gantung diri setelah gagal menjadi anggota legislatif di Ciamis Jabar…hiyaa, ini lebih parah lagi. Udah bunuh diri, bunuh anaknya dalam kandungan lagi…Ibukee, apa ndak mikir panjang to Bu? Kalo udah ndak pengen hidup, anaknya yang dalam kandungan, masih punya hak untuk hidup ;(( , pengen nangis aku …

Apa ndak takut sama ancaman ini :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 158 

Trus ini ada beberapa juga berita tentang caleg gagal, dari milis Wikusama :

 

BULUKUMBA

  > Segel sekolah SD yang dibangunnya ketika masa kampanye

DUMAI, RIAU

  > Robohkan tiang listrik yg disumbangnya pada masa kampanye

TANGERANG

  > Jadi pengemis dan bilang "Kembalikan Uang Saya…!"

CIREBON

  > Jadi seperti orang gila pendiam dan suka bicara sendiri

KULONPROGO

   > meminta kembali bantuan 14 sak semen dan alat musik yang sudah disumbangkan ke sebuah dusun, padahal semen sudah dipake mbangun jalan konblok

 KALIMANTAN TENGAH

   > 5 orang caleg dan simpatisan dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei karena mengalami gangguan jiwa cukup berat : terus mengoceh, murung, serta tak mau makan dan minum

AMBON 

   > meminta kembali bantuan karpet ke sebuah majelis taklim karena cuma dapet 19 suara dari target 20 suara ibu2 majelis taklim

Fyuuh, kayaknya kalo mo ditulis semua, butuh waktu seminggu ;P

Awal Maret 2009 kemarin, waktu saya silaturrahim di rumah Budhe, beliau juga cerita bahwa di daerahnya ada Abang Tukang Bakso bahkan Abang Tukang Becak, yang juga mencalonkan diri jadi anggota legislatif…Saya sama Budhe sampe geleng2 (keheranan maksudnya)

Bukannya meremehkan profesi atau pendidikan mereka, tapi apa ya ndak dipikir jauh2 gitu, ngurusin orang banyak itu ga gampang!! Lha wong saya yang kerjaannya cuman ngurusin pelanggan2 corporate se Wilayah Timur aja beribet + sering dibikin pusing…Apa ndak takut? pertanggungjawabannya di hari kiamat itu loo … 

Coba mereka pernah baca tentang kisahnya sahabat Abu Dzar radliyallahu ‘anhu ini ya :

Riwayat dari Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu ‘anhu. Ia berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, tidakkah engkau menjadikanku sebagai pemimpin?" Mendengar permintaanku tersebut, beliau menepuk pundakku seraya bersabda:"Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut." (HR. Muslim no. 1825)

Dan kayaknya yang pengen dan berambisi dapat jabatan juga mesti baca ini dulu…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menasehatkan kepada Abdurrahman bin Samurah radliallahu ‘anhu:

"Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)." 

Hadits ini diriwayatkan Al-Imam Bukhari dalam Shahih-nya no. 7146 dengan judul Siapa yang tidak meminta jabatan, Allah akan menolongnya dalam menjalankan tugasnya” dan no. 7147 dengan judul “Siapa yang minta jabatan akan diserahkan kepadanya (dengan tidak mendapat pertolongan dari Allah dalam menunaikan tugasnya)”. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya no. 1652 yang diberi judul oleh Al-Imam Nawawi “Bab larangan meminta jabatan dan berambisi untuk mendapatkannya”. 

Semoga, kita jadi orang yang setiap langkahnya selalu dibimbing oleh Allah dijalan kebenaran …Amiin 

===============================================

gambar diambil dari : ww.beritabaru.com 

March 17, 2009

Berbuat salah…

Filed under: Crita hati....

Berbuat salah, berucap salah…berapa kali kita melakukannya? 

 

Kalau saya ditanya seperti itu, saya pasti menjawab : "berulang kali atau berkali-kali atau sering sekali atau ga terhitung berapa kali"

Manusia, diciptakan bukan sebagai makhluk yang tidak akan pernah berbuat salah..Karena itu dalam kehidupan ini, bisa dikatakan wajar apabila kita sering berbuat salah…

Permasalahannya bukan terletak pada berbuat kesalahan itu, tapi :

1. Apakah kita bisa menjadikan kesalahan yang pernah kita perbuat sebagai sebuah pelajaran?

2. Apakah kesalahan2 kita menjadikan kita orang yang lebih baik?

3. Apakah kita bersedia memperbaiki kesalahan kita dan tidak mengulanginya lagi di masa depan?

4. Apakah kita menerima dengan lapang dada, kesalahan kita sebagai kekurangan diri kita dan bersedia memperbaikinya? 

pertanyaan2 itu cuman kita sendiri yang bisa menjawab…

Saya pernah…atau kalau tidak bisa dikatakan sering …menjumpai orang yang begitu takut berbuat salah, begitu takut jika kesalahannya dikoreksi, begitu takut mengatakan "IYA" ketika sudah benar2 ketahuan salahnya…atau bahkan menjadi emosi dan darah tinggi ketika orang lain menemukan kesalahannya ;D

Apa yang terjadi? orang itu tidak pernah belajar, selama perjalanan kehidupan selanjutnya dia terus menerus mengulangi kesalahan yang sama…. 

Seperti ketika saya kecil, saya sering jatuh bangun ketika belajar bersepeda, bukan cuman itu..saya bahkan menabrak pagar tetangga, menabrak pohon pisang, jatuh sampai berdarah2….tapi saya tidak menyerah dan terus memperbaiki ‘teknik dan skill’ bersepeda saya…Sampai akhirnya, saya bisa bersepeda dengan melepas satu tangan, bahkan dua tangan, bisa lewat jalan sempit maupun jalan ramai….

Sama seperti naik sepeda…kehidupan juga demikian…kita berbuat salah berucap salah…Mungkin bukan karena kita ingin, tapi kadang karena kita memang tidak tahu…Dan ketika kita tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan, kita memperbaikinya….

Dengan berbagai macam kesalahan yang pernah kita lakukan, kita menjadi orang yang lebih baik..Tapi tidak berarti kita legal untuk berbuat salah…..

Gimana?

=====================

gambar diambil dari : http://gaudiumdelingua.wordpress.com 

November 6, 2008

Kehidupan..

Selama kita masih hidup…selama itu pula kita akan terus diberi ujian…kadang ujian itu berupa sesuatu yang menyenangkan, yang dengannya kita terlena dan lalai mengingat Allah…kadang ujian juga berupa sesuatu yang tidak menyenangkan..yang dengannya kita harus bersabar dan berprasangka baik pada Allah…

Dengan semua itu…dan dengan semua perbuatanNya. Allah tidak akan ditanya…Kenapa Dia berbuat begini dan begitu pada ciptaanNya…Justru , manusia nanti yang ditanya , kenapa dia begini dan begitu?

Kenapa manusia tidak sabar ketika menerima ujian, padahal Allah memerintahkan kesabaran itu.. Kenapa manusia lupa bersyukur dengan semua kenikmatan, padahal Allah memerintahkan mereka…..

Kehidupan memang berat, pedih, penuh kesulitan, penuh kesedihan….dan karena itu, kita berusaha , agar setelah mati nanti, kita tidak bertemu dengan kehidupan macam ini lagi…

Di surga…tidak akan ada lagi kesedihan, penderitaan dan kesulitan…Di sana, kita tercukupi, dibahagiakan…

Surga? akankah untukku juga?

October 29, 2008

Smile…

Filed under: Crita hati....

I try to smile…every morning i woke up…

I try to smile..whatever happen in my life…

Smile is the things that i have to encourage my life…

I hope…someday, I can give a smile to everyone…

Someday, I will  encourage others…and make them smile…  

October 28, 2008

Sepenggal Kisah Pagi…

Filed under: Crita hati....

Mungkin, aku ini orang yang aneh…tapi entah kenapa, aku suka sekali mengamati orang dengan segala perilakunya…lalu mencoba menganalisis dan mengambil pelajaran dari semuanya..hehe

Pagi tadi, seperti biasa di jalan raya, perjalanan berangkat menuju kantor…

Nothing special, masih seperti biasa…berangkat tergesa2 dan terburu2…(ciri khasnya seorang sanguinis ;P). Jemput adekku, lalu motorpun berjalan. Sampailah di lampu merah, pertigaan Hotel Sahid arah ke Jalan Pemuda…

Tiap hari, aku melihat Bapak itu…Bapak tua penjual koran, yang wajahnya selalu tersenyum…dengan pakaiannya yang sederhana…Bapak tua yang menurutku, seharusnya sudah tidak bekerja lagi… dengan sabar dia menawarkan koran pada setiap orang yang lewat, dengan tersenyum..dan kadang tanpa kata2…hanya menyodorkan halaman yang berisi berita utama pagi itu….

Sebenarnya diam2 aku kagum pada Bapak itu…Setua itu….masih belum menyerah, mencari rizki yang halal…kadang harus berjuang menghadapi teriknya panas matahari Surabaya yang masyaAllah itu….

Pagi tadi, di lampu merah yang sama…aku melihat seseorang yang lain…Seorang Bapak tua yang lain….mengayuh gerobak kayunya, yang berisi topi2 sederhana yang dia jual…..

Pak tua penjual topi, mengayuh dan berhenti di lampu merah…bertemu dengan Pak tua penjual koran…Aku mendengarkan percakapan mereka..

Bapak penjual koran : "piroan iku topine?" ..(kuperhatikan dia juga mengenakan topi…yang sudah usang, karena setiap hari dipakai melawan teriknya mentari…)

Bapak penjual topi : "(dengan ramah)…murah2 iki kok, ono sing 7500, ono sing 5000, iki ono sing 3000"

Bapak penjual koran : (menunjuk sebuah topi …yang lumayan bagus)

Bapak penjual topi : "Nek sing iki 7500 an"

Bapak penjual koran : (agak kecewa, hampir merogoh kantongnya , lalu menggelengkan kepala)

Dalam hatiku…7500 adalah harga yang murah buatku, tapi mungkin terlalu mahal buat dia…mungkin butuh beberapa eksemplar koran terjual untuk mendapat keuntungan segitu… (hiks)

Bapak penjual topi : "sing iki ae lo, apik2 kok cuman 3000 (sambil mengisyaratkan tiga jarinya)"

Bapak penjual koran : (mengambil uangnya dan membayar, tanpa berkata)

Lampu sudah hijau…Bapak penjual topi mengayuh lagi gerobaknya , dan berkata : "Awake dewe kan podo2..(mungkin dia maksud sama2 tuanya)"

Aku tersenyum di balik helm teropongku….

Alhamdulillah…betapa Allah memberiku lebih banyak daripada yang aku inginkan…betapa sayangnya Allah padaku dengan segala karuniaNya…..

Aku kagum, pada mereka berdua…yang tak pernah menyerah menghadapi hidup, yang kadang "tidak adil"…orang2 baik seperti mereka, masih harus berjuang keras demi mendapat sesuap nasi dan seteguk minum hari ini….yang masih menolong orang lain, meskipun keadaan sendiri kesusahan…masyaAllah…

Aku malu pada diriku…..yang mengeluh menghadapi cobaan, yang kadang protes tidak mendapatkan yang kuinginkan…yang kadang mengatakan pada Allah : "kenapa harus aku yang menjalani semua ini?"…. semoga dari kalian aku akan belajar…

"Someone should not dwell on the past, just live on your life…whatever you have now"

October 22, 2008

Tentang Cinta…

Filed under: Crita hati....

Cinta..dalam bahasa Arobnya disebut Al Hubb , artinya adalah kecenderungan hati kepada seseorang atau sesuatu yang dicintai…

Cinta ..sejatinya adalah sebuah makhluk menakjubkan ciptaan Allah, yang dengannya generasi manusia terus ada, yang dengannya kita melihat berbagai keharmonisan alam semesta …

Cinta…betapa banyak orang yang salah mengartikannya..merendahkan keagungannya dan mempersempit maknanya….

Cinta..sejatinya adalah kecenderungan hati, yang disertai dengan penjagaan akan kehormatan diri….dan karena itu cinta seharusnya tidak pernah dinodai dan didustai dengan segala macam bentuk kemaksiatan padaNya…tidak pernah dikotori dengan segala macam pelanggaran terhadap larangan-laranganNya…..Tapi betapa sedikit manusia yang bisa selamat dari itu semua….

Kita, manusia….tidak akan diadzab dan dihukum karena kecenderungan hati kita terhadap sesuatu/seseorang….Karena kita tidak bisa menguasai dan mengendalikan kecenderungan hati kita….

Tapi, kita..manusia…Akan diadzab jika kecenderungan hati itu…menjadikan kita melanggar batas2 yang telah ditetapkanNya….

Yaa muqollibal quluub tsabbit quluubana ‘alaa diinika wa tho’atika….

**I Cry 1 Litre of Tears…..**

September 26, 2008

Jadilah …

Filed under: Crita hati....

Aku inget beberapa waktu lalu, dibacakan sms sama Aisy yang isinya bagus banget …Lupa detailnya, tapi intinya : Jangan menjadikan diri kita seperti yang orang lain inginkan, atau yang seperti dunia inginkan, kadang kita diem dikatakan kuper, kita belajar terbuka pada orang dikatakan cerewet, kita berusaha jadi orang jujur dikatakan sok, kita bekerja sungguh2 dikatakan sok rajin, kita berbuat ini dikatakan itu…

Aagghh..whatever they wanna say….Jadilah diri kita sendiri, seperti yang Allah dan Rasulullah maukan..bukan diri kita yang harus bingung terombang-ambing memikirkan "apa kata orang" dan "apa anggapan orang"

Saya pernah berteman dengan seseorang, saya kenal baik dengan dia sejak 5 tahun yang lalu, meskipun kami sudah terpisah oleh jarak dan jarang sekali bertemu Tapi saya yakin bahwa dia orang yang baik…..Suatu ketika, saya bertemu dengan orang2 yang mengatakan bahwa teman saya itu begini dan begitu, dan saya terpengaruh. Sampai akhirnya kami bertengkar hebat..hanya karena perkataan orang yang tidak pernah tahu siapa teman saya … Tapi alhamdulillah, akhirnya kami baikan lagi…

Sejak saat itu saya berjanji dalam hati…"Bagaimanapun, dan apapun yang dikatakan oleh orang lain tentang teman saya…tidak akan mengubah pandangan saya terhadap dia..Toh, saya lebih tahu tentang dia daripada orang lain..kenapa saya harus terpengaruh?" Dan buktinya, alhamdulillah dia memang orang yang baik….

Cibiran, celaan, dan perkataan2 orang lain mungkin suatu saat perlu kita dengarkan, apalagi jika yang dia katakan memang sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasulullah…tapi kita jangan juga menjadikan diri kita down dan pesimis…! Apalagi menjadikan diri kita sebagai ‘orang lain’…Kita yang paling tau, apa yang kita maukan dan terbaik untuk diri kita…(asal inget rambu2nya …)

Jadi jadilah dirimu sendiri…! Ganbatte nee .. !

September 1, 2008

Romadhon is Coming…

Filed under: Crita hati....

Alhamdulillah masyaAllah…

Tahun ini kita masih diberi kesempatan bertemu kembali dengan bulan Romadhon…bulan yang mulia bulan yang penuh kebaikan…

Ceritanya , kapan lalu aku lihat video lucu tentang si kembar Upin dan Ipin 5 tahun, yang baru latihan puasa…ada beberapa dialog kaya gini :

Upin : Puasa itu apa Opah? (Opah = nenek)

Opah : Puasa tuu, kita tak boleh makan, tak boleh minum, dari shubuh sampai maghrib? Paham?

Ipin : Haa, tak boleh makan? tak boleh minum ? Matii laah…

Upin : Kenapa kita perlu puasa Opah?

Opah : Orang Islam wajib puasa, Tuhan suruh, supaya kita mau macam mana rasanya orang kelaparan…

Upin : Tapi kan kita kecil lagii

Opah : Iya laah, kecil2 belajar puasa , biar dapat pahala ..dan nak masuk surga…

===========

Hihihi..itu video yang lucu banget! Dilihat berkali2 juga ga akan bosen..Tapi kalo cuman asal dilihat sih gampang….Prakteknya? ;P Abis liat Upin dan Ipin, aku jadi mikir2 :

1. Anak2 sekecil mereka, sudah paham apa itu Tuhan , apa itu pahala dan dosa, apa itu surga…pasti butuh pengajaran mulai dari masih bayii! ato bahkan sejak masih dalam kandungan…! Kalo orang tua ato orang2 sekitar ga pernah memperkenalkan pada mereka tentang Tauhid…ga mungkin bisa dapet anak2 seperti itu..

2. Mengajari anak kecil itu perlu dengan contoh, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti…terutama lagi dengan lemah lembut ..tidak dengan kekerasan…

Aaaaghh…teori mulu nih ;P …kapan ya bisa praktek? ;P hihihi…Amiin

Oh ya yang mo lihat Upin ada disini ya :
Episode 1 dan 2 : http://www.youtube.com/watch?v=cKuISUK-bCc
Episode 3 dan 4 : http://www.youtube.com/watch?v=TyjnAFAdGjs
Episode 5 dan 6 : http://www.youtube.com/watch?v=8JaDmg8qM2I&feature=related

Cuman ada satu yang perlu dikoreksi , bacaan niat sebelum puasa : Niat sebelum puasa itu ga ada dalilnya (dari Al-Quran maupun dari hadits Rasulullah yang shohih) , Rasulullah dan shahabat2nya tidak pernah mencontohkan membaca niat yang dilafadzkan sebelum puasa. Niat adanya di dalam hati aja….

Kalo mo beribadah kan harus sama tuh kaya Rasulullah….jadi nanti anak2 kita juga harus diajarin yang bener yaa….

August 28, 2008

Syndrome…

Filed under: Crita hati....

Hiyaaa, lagi kumat nih…minggu2 ini bener2 maless kerjaa….hiks

ga tau kenapa bosen banget, trus jadi mikir2 kaya gini : "aduuh udah hampir 4 tahun kerja, yang dikerjain ini-ini doank…kalo ga nrima telpon komplain masalah tagihan, ya mentelengi angka2 yang memusingkan…kalo ga gitu harus kejar2an sama pelanggan"

hiks..padahal temen2 yang lain lagi bingung setelah kuliah mo kerja dimana…aku merasa ga bersyukur pada semua yang telah Allah berikan…tapi kalo lama2 disini, ga bisa berkembang, padahal aku orang yang selalu ingin tahu dan seneng belajar hal2 baru…

kayaknya udah masanya aku nyari "ladang yang lain buat digarap" ato nyari orang buat "dikerjai"  ;P(halah)…maksud loo ;D

Ayooo….

August 21, 2008

Maaf-maafan sebelum Romadhon……

Hari ini pagi2 aku dapet YM broadcast dari adek kelas yang isinya kaya gini :

miss X SHiNes iN : Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja mahupun yang di sengaja , semoga kita dapat menjalani ibadah puasa dengan Ridho Allah SWT. Aminnn…..!. (Seorang adek kelas FosilX : Nama disamarkan ;P )

me : dek 
me : setahuku hadist itu dhoif
me : yang bener bukan begitu sanad dan matannya

miss X SHiNes iN : hahahaks..
miss X SHiNes iN : lha wong aq cuman kopi paste kok mbak
miss X SHiNes iN : ya maapp
miss X SHiNes iN : aq kan emng bodoh mbak
miss X SHiNes iN : ilmu q ga setinggi samean
miss X SHiNes iN : dlm hal agama
miss X SHiNes iN : oyii2

me : ya, maka dari itu copy paste juga harus ati2

miss X SHiNes iN : Do’a Seorang biker menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada semua orang dan para biker * tidak merawat dan mengisi bahan bakar Full tank *tidak melakukan perjalanan bermotor saat berpuasa sebagai penguji iman * tidak kuat berpuasa hanya beralasan musafir *meminum minuman keras & beralkhohol ……….dan semua biker dan para penjaga neraka mengucapkan amin.
miss X SHiNes iN : bnyk versinya
miss X SHiNes iN : sante aja mbak

me : bukan masalah iku

me : sampeyan mau nyebut2 nama Rasulullah n malaikat Jibril kan?
me : itu yang ga boleh
me : kalo asalnya bukan dari beliau
me : jangan katakan dari beliau
me : sama artinya berdusta atas nama Rasulullah

miss X SHiNes iN : wuikk..
miss X SHiNes iN : sante2 mbak

me : dan itu dosa besar

miss X SHiNes iN : oke2 tenang
miss X SHiNes iN : sori2 wes
miss X SHiNes iN : aq ga akan paste ng samean lg

me : bukan masalah sante ato ora dek

miss X shines in : samean tk drop out aja ya br ga sering kena send all q

me : dan bukan masalah ke aku lagi ato ora

miss X SHiNes iN : soriii yaaa
miss X SHiNes iN : ^___^

me : justru lek dirimu kirim2 ke orang lain
me : yang ga ngerti
me : iku malah nanti dijadikan dalil sama dia

miss X SHiNes iN : iyaa
miss X SHiNes iN : ga akan trulang wes
miss X SHiNes iN : samean tk ignore aja
miss X SHiNes iN : ben ga dapt junk2 ginian

me : bukan masalah dapat junk ato tidak

========================================

Abis itu dia langsung sign out ;D wekeke, serem yo aku ? medheni, kereng dan gualak poll huehehe… (padahal asline imut2 loh ;P). Padahal mungkin niatnya baik, cuman kebetulan dapet target yang salah (yaitu aku ;P). Hehe…ga cuman sekali aku mrotesin orang2 yang YM broadcast kaya gitu….udah berkali2 ;D. Ada yang tak protes soale isinya mengundi nasib : tathoyur , kaya gini misalne : Kalo anda menyebarkan pesan ini ke 10 orang, anda akan dapat kebaikan bla bla bla….

Lha…kebaikan ato keburukan tidak ditentukan dengan menyebarkan pesan YM kaliii , baik ato buruk adalah ketentuan dan takdir dari Allah, ya cuman Allah tempat bersandar dan berlindung…

Wes….back to hadits maaf2an tadi. Sebenarnya hadits tadi bener2 hadits ato bukan sih? Kalo memang hadits siapa periwayatnya?  dan kedudukannya gimana? Shohih kah? Lemah kah? ato bahkan PALSU ?

(yang suka nyebar2 itu, coba tunjukkan pada saya ;D )

Daripada ngeyel ,

Berikut nukilan hadits yg sah (shohih) dari Nabi shollallahu `alaihi wasalam yg senada, tapi beda isinya.

Lengkap hadist : "Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar kemudian berkata, "Amin, amin, amin". Para sahabat bertanya. "Kenapa engkau berkata ‘Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?" Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata : ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’,kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’, maka aku berkata : ‘Amin’. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin".
[Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah)]

Semoga dengan adanya hadits ini bisa menjadi koreksi bagi kita.
"Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai kebenaran dan limpahkan kepada kami (nikmat) mengikutinya (kebenaran tersebut) dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai kebatilan, dan limpahkanlah kepada kami (nikmat) menjauhinya."

Wallahul Musta’an

NB : Maaf2an ga perlu nunggu Romadhon kan? Tiap kali kita berbuat salah, ya minta maap aja kaliii ;P..trus yang paling penting, jika beramal dengan dalil yang benar..insyaAllah hati lebih mantabs…bener ga? ..

Eniwe , by the way, busway…Aku mohon maaf ke semua pembaca blog dan semua orang2 yang aku kenal ya…Maaf lahir bathin yoo…

to pengirim YM broadcast yang udah tak ceramahin : Maafin juga ya …hehe Piss Dah..

August 20, 2008

Tentang bayi dan anak…

entah kenapa akhir2 ini pikiranku dipenuhi dengan bayi2 ;P … (baca : mupeng banget pengen punya ;D)

Liburan kemarin, aku pulkam baca2 majalah Asy-Syariah edisi terbaru yang judulnya : Meretas Pendidikan Islami …fiuuuh. Kalo baca2 ini, aku jadi merasa minder dan ga PD buat jadi seorang Ibu (baca : untuk menikah ;P). So many things yang harus dipunyai dan diketahui seorang wanita, if u wanna be a good mom tentunya. Yang paling urgent adalah masalah pendidikan anak, gimana nanti besarnya peran seorang ibu dalam mendidik anak2nya …Ada sebuah pesan berharga yang aku baca di majalah Asy-Syariah (kurang lebihnya gini ) : "Bekalilah anak2 kita dengan pendidikan yang akan menjadikan mereka penegak2 tauhid, dai2 yang akan menyebarkan syiar2 Islam. Anak2 kita tidak seharusnya hanya dibekali dengan pendidikan yang semata2 hanya akan menjadikan dia roda-roda ekonomi kapitalis " …. Huwaaa , bener banget !

Try to observe ur environment , and u’ll find the truth!

Orang2 tua kebanyakan yang kita jumpai sekarang, akan lebih khawatir dan cemas tentang ‘masa depan’ anak2nya daripada masa depan yang sebenarnya ( red : masa depan dunia daripada masa depan akhirat) . Jadilah generasi2 sekarang ini, dicekoki  dengan berbagai macam2 ilmu2 dunia, dan juaraaang sekali yang dibekali dengan ilmu2 agama (apalagi yang shohih) ….Ironi….Diikutkan les ini les itu, sekolah yang bayarnya berjuta2 sebulan juga OK! Urusan ngaji, belajar agama , serahkan ke guru ngaji ae , ke sekolah ae …(padahal porsinya jelas2 ga mencukupi).

Pernah suatu ketika, pas lagi gencar2nya fitnah tentang karikatur Rasulullah yang dibuat oleh orang Denmark , seorang teman bilang pada saya : " Hiks, anak2ku mene ngadepi jaman koyo opo yo? Jaman saiki ae agomo Islam wes diracuni koyo ngene " . Dalam hati aku pikir : "Iya ya? Jaman kaya apa yang akan dihadapi anak2 kita nanti? Kalau mereka ga punya pegangan yang kokoh, iman yang kuat, ilmu yang shohih dalam agama, mereka akan jadi generasi yang terombang-ambing oleh fitnahnya kehidupan, teracuni oleh pemikiran2 melenceng, bahkan mungkin menjadi penentang2 Islam…masyaAllah..na’udzubillahi min dzaalik…."

Huuummmpfff…gimana anak2nya mo terdidik agamanya dengan benar? kalo calon2 ibunya juga ga peduli dengan pendidikannya sendiri?.. Misal (maaf) : diajak ta’lim ae susah, alesan ini itu lah, mo kesana kesitu lah, lebih seneng dengerin musik daripada dengerin2 kajian2 agama. Padahal jaman anak2 kita nanti pasti lebih berat daripada jaman2 kita sekarang. Harusnya sih, kita berusaha lebih keras ya?…Huwaa ….hiks hiks…

udaah, sekarang cerita tentang bayi…

kemarin aku dapet imel dari milis wikusama tentang apa itu inisiasi menyusui dini (IMD) , artinya menyusui bayi sejak pertama kali dia ada di dunia ini, pas si bayi keluar, cukup dikeringkan dan diusap2 lembut dikit, lalu langsung letakkan di perut (or dada ibu) , nanti dia dengan sendirinya akan "nggremet" (alah ;D, merayap) menuju puting susu ibunya. Kaya semacam punya insting ‘bawaan’ untuk menemukan sumber makanannya gitu. Subhanallaah….hebat benerrr!

Akhirnya : kemarin abis sholat Isya’ aku jalan2 ke Toko Buku Petra Toga Mas , rencana awal pengen beli bukunya Maria Griffith (yang kapan lalu aku liat dan baca2 di Gramedia), judulnya : Unschooling Handbook, panduan belajar tanpa sekolah trus pengen nyari2 buku2 bisnis , pengen lihat2 harga buku Biografinya Laksmi Mittal si Raja Baja itu. Eeee….karena stand depan Toga Mas majang buku2 tentang masak memasak dan ketrampilan, aku malah ‘nyantol’ disono sampe jam 9 malem hihihi ;D (mungkin karena naluri kewanitaan lebih dominan daripada naluri bisnis ;P )

Hiyaaa, akhirnya aku malah keasyikan baca2 buku tentang , seni membuat berbagai hantaran pengantin, seni membungkus kado, aneka kreasi coklat, aneka juz untuk bayi dan anak ;D . Abis itu geser2 dikit , baca2 buku tentang IMD (inisiasi menyusui dini) , tentang Asi ekslusif …apalagi ada gambar2 bayi yang lutuuuww banget …huwaa huwaa….Jadilah otakku makin penuh dengan bayi2 itu… ;D

trus lagi2 tadi dapet sms dari pelanggan (yang udah kenal baik) :" Bu een, mau pesen apa dari toko saya buat si kecil , nanti saya siapkan….." hihihi…makasih bu , nunggu si kecilnya ada kburu lama ;P

Suatu kali aku bilang sama Ibuku : "Buk, jaluk adek siji maneh …. adek lanang yo, sing lwucu ndut ngunu lo" Ibu bilang : "wegah, wes tuwo ngene mosok kon nglairno maneh, dipikir gampang ta duwe bayi…gaweo dewe kono" hahaha …ups! ..aku langsung diem …seribu bahasa ..meneng klekep ;P

August 7, 2008

Pelajaran pagi hari, dari jalan raya…

Pagi hari di jalan raya, ketika jam berangkat kerja : Kendaraan rame, di area lampu2 lalu lintas selalu penuh , orang2 berlomba2 memacu kendaraannya…….bunyi klakson , deru mobil …fiuhh bener2 membosankan dan membuat stress

Padahal kalo kita mau melihat sisi lain dari jalan raya itu…ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita ungkap…

Pagi hari, ketika berangkat dengan malas dan bosan menuju kantor, aku kadang mendapat semangat baru dan rasa syukur yang tak terkira ketika melihat mereka2…"pahlawan2" yang mungkin keberadaannya tak pernah kita sadari, pejuang2 kehidupan yang tangguh yang tak pernah kita anggap ada…

Pagi itu di lampu merah, depan FKG UA (salah satu perempatan besar yang selalu rame) sekitar jam 07.15 AM : Seorang Bapak tua yang terlihat lelah, keringatnya bercucuran, mengayuh sepeda tua dengan gerobak kecil di belakangnya….memberhentikan sepedanya, menunggu lampu hijau untuk menyebrang. Kulihat jualan donatnya sudah hampir habis, roti gorengnya juga..Dari 6 kotak di gerobaknya, hanya tinggal 2 kotak…Kuperhatikan, aku terpesona..dan berkata pada diriku : Jam berapa Bapak ini mulai berjualan? Aku saja baru berangkat kerja..tapi jualannya sudah hampir habis? Mungkin di rumah, dia punya anak2 yang menunggu, istri yang menjaga anak2nya…Ketika lampu hijau menyala..kendaraan mulai berhamburan..Bapak itu kembali mengayuh sepedanya…dalam hati aku berdoa : "Semoga Bapak itu diberi anak2 yang sholih, atas usaha kerasnya mencari rizki yang halal…"

Aku malu pada diriku…karena tadi aku berangkat dengan malas, padahal aku tak harus mengayuh sepeda..padahal aku tak harus berpanas2 di jalanan..padahal rizki yang kudapat, mungkin lebih besar dari Bapak itu…astaghfirullahaladziim…

 

 

Pagi lainnya, di jembatan Kalimas dekat Delta Plaza : Dua orang Bapak2 berpakaian rapi,…dengan wajah yang ceria, dan penampilan yang bersemangat….Menarik gerobak bunga masing2, dengan penuh semangat dan tersenyum seolah2 optimis menghadapi hari2 mereka….Gerobaknya penuh bunga berwarna warni…Aku berkata dalam hati : " Mereka semangat sekali… penampilannya rapi sekali…" Padahal kalau dipikir2 ..mereka "hanya penjual bunga"…Tapi mereka subhanallah….Berkeliling dari rumah ke rumah, kompleks ke kompleks, mereka yang membuat rumah2 jadi indah dan hijau…mereka pahlawan2 go green yang tak perlu berkoar2…

Aku malu…karena aku kadang tak seceria mereka, tak optimis menghadapi hariku…Padahal aku tak harus menarik gerobak yang berat itu…tak harus berjalan kaki berkeliling…tak harus berjualan sendiri, yang kadang laku kadang tidak….

Suatu pagi berikutnya di Jalan Kayuun : seorang Bapak, membawa 2 pikul kerupuk dagangannya..dengan langkahnya yang ringan..Dia mungkin tidak tahu jam berapa dia akan pulang , jam berapa dagangannya akan habis …Dia menata rapi kerupuknya di pikulannya itu…berjalan menyusuri panasnya kota, jalanannya yang penuh polusi….

Aku maluu….karena aku tak harus berjalan sejauh dia untuk mencari rizki, karena aku tak harus merasakan panasnya matahari dan perihnya polusi…karena aku tak harus bersedih jika jualanku tak laku…

 

 

 

Betapa kurang rasa syukurku pada Allah…betapa sering aku mengeluh karena pekerjaan yang ga selesai2 …betapa sering aku mengoceh karena bosan dengan pekerjaanku…

Mereka mungkin…tak bisa memberikan ilmu pengetahuan modern kepada kita….tak bisa mengajari kita seluk beluk manajemen..tak bisa memberi training tentang penjualan…tapi mereka pejuang kehidupan sejati…mereka bisa memberi kita pelajaran tentang kehidupan…..tentang kesyukuran…tentang betapa kurangnya kita, dalam mensyukuri nikmat Allah…

Ada berapa banyak , dari mereka2 yang tak sempat kita perhatikan? …

July 24, 2008

Keajaiban itu ada…

"Keajaiban adalah sesuatu yang diusahakan…."

Sesuatu yang sangat aku yakini sampai saat ini, bahwa ketika kita menginginkan sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin terjadi, maka kita harus mengusahakannya dengan sungguh2, kemudian memohonkannya pada Allah…dan yakin bahwa Allah akan memberi…Tidak ada sesuatupun yang mustahil kalo Allah menghendaki kan?

Aku punya seorang teman, ummahat dari Bontang Kaltim. Kalo aku bilang "she’s a great and wonderfull woman". Beliau memiliki seorang anak dengan keistimewaan yang luar biasa, Abdul Hafidz namanya. Abdul Hafidz ditakdirkan lahir dengan cerebral palsy

"Cerebral palsy is an umbrella-like term used to describe a group of chronic disorders impairing control of movement that appear in the first few years of life and generally do not worsen over time. The disorders are caused by faulty development of or damage to motor areas in the brain that disrupts the brain’s ability to control movement and posture"  (http://www.askthelawdoc.com/about_cp.shtml)

Terjemahan mudahnya : Cerebral Palsy (CP, Kelumpuhan Otak Besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya.
CP bukan merupakan penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk).
Pada bayi dan bayi prematur, bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot sangat rentan terhadap cedera. CP terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur dan lebih sering ditemukan pada bayi yang sangat kecil (
www.medicastore.com)

Dokter pernah mengatakan, bahwa ‘keistimewaan’ yang dialami Abdul Hafidz, tidak bisa disembuhkan. Tapi Ummu Abdul Hafidz (ibunya), bersikeras, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak bisa disembuhkan, paling tidak masih bisa diusahakan. Maka sejak Abdul Hafidz masih bayi, beliau tidak pernah berhenti mencari alternatif bagi anaknya. Bahkan beliau berkeliling, dari Jakarta ke Surabaya, balik ke Bontang lagi, lalu ke Balikpapan, mencari dan terus mengusahakan agar Abdul Hafidz bisa tumbuh seperti anak-anak lainnya…masyaAllah…

Aku masih ingat ketika pertama kali bertemu beliau, di kos. Beliau tinggal di Surabaya selama beberapa bulan agar Abdul Hafidz bisa ikut terapi. Mulai dari terapi herbal, terapi akupuntur, terapi laser, terapi berjalan, terapi bicara, terapi pijat….lalu beberapa bulan kemudian, ke Professor Hembing, untuk menjalani terapi juga disana.

Waktu itu, Abdul Hafidz baru bisa merangkak (merangkak, dengan dadanya), telapak kakinya belum bisa ditegakkan ke tanah, dan belum bisa bicara. Hanya saja, si ganteng ini akan mengerti ketika kami, akhwat2 se kos mengajakanya bicara. Raut wajahnya akan tersenyum, kadang2 tangannya berusaha meraih2 wajah kami, berusaha melepas kerudung kami ;D. Meskipun, dia punya ‘keistimewaan’ seperti itu, dia adalah seorang anak yang sangat sehat. Aku yakin, sebenarnya dia sangat ingin bisa berlari, seperti anak2 lain. Ketika digendong dan diajak jalan2 misalnya, dia akan menoleh kesana dan kemari, seolah2 ingin tahu dan menganalisa segala sesuatu yang dia temui. Dia akan tersenyum riang, ketika Mai (salah satu temenku), datang dan bilang "Haloo ganteeng, kamu lagi ngapaiiin?" ….Ekspresinya lucu sekali …!. Ketika dia jatuh, ibunya akan bilang :"ga pa pa nak, anak sholih, adik ga sakit kok"…Dan aku memang sering sekali mendengar ibunya mengatakan : " anak sholih, adik ga sakit , sehat kok"…Meyakinkan anaknya bahwa dia tidak sakit, dan pasti bisa normal seperti anak2 lain….dan memang insyaAllah bisa…

Itu, setahun yang lalu….(ketika Mai belum menikah dan belum punya anak…)

Kemarin, aku bertemu Ummu Abdul Hafidz dan anaknya…yang lagi di Surabaya, untuk menjalani terapi selama 2 bulan di RS Kalamin. Guess what i see….

Abdul Hafidz, sudah tumbuh dewasa…badannya tinggi, dia sudah bisa duduk, bisa merangkak, bisa berdiri diatas kedua kakinya, bisa berjalan sendiri selangkah-3 langkah , bahkan dia akan berjalan kencang dengan jika kedua tangannya dipegangi…masyaAllah….

Aku dan teman2ku (Khod, Juwai, Zahro’, Aisyah)…terpesona, kagum dan salut atas usaha ibunya…a wonderfull woman, seorang wanita yang tidak pernah menyerah…seorang wanita yang selalu yakin, bahwa keajaiban itu ada…seorang wanita perkasa, yang tidak pernah mengeluh meski harus menggendong anaknya seberat 16 kilo naik turun tangga, mengajaknya jalan2 untuk menyaksikan dunia luar..menyaksikan matahari bahkan ke kebun binatang…

Aku percaya, beberapa tahun lagi Abdul Hafidz akan bisa berjalan dan berlari sendiri…akan bisa berbicara dengan baik….dan akan belajar seperti anak2 lainnya…doa kami untukmu ganteng, dan untuk anti umm…

"KEAJAIBAN adalah sesuatu yang diusahakan…"

 

July 4, 2008

Rumah Tangga Tanpa Problema…

Pernah liat Chalte-chalte (Bahasa India yang artinya jalan2)? Itu dulu film India yang dibintangi sama Ranee Mukherjee & Shahkruh Khan (dulu nonton pas masih jaman jahiliyyah …). Ceritanya berkisah tentang pria sopir truk (Shakhrukh) yang berasal dari sosio ekonomi yang rendah, agak kurang berpendidikan, dan agak kolot. Menyukai seorang wanita (Ranee), yang berasal dari keluarga kaya , berada, moderat dan berpendidikan. Akhirnya mereka menikah… Tapi banyak masalah dan hampir cerai. Perselisihan dan pertengkaran disebabkan oleh hal2 kecil dan sepele. Misalnya : suami orangnya agak jorok, istri orangnya sangat suka kebersihan. Akhirnya , si istri mencoba menegur suami, bahwa yang dia lakukan itu salah. Tapi suaminya marah2. Masalah kecil lagi, suami habis mandi handuknya taruh di atas kasur, istrinya nyoba bilangin, lain kali kalo habis mandi handuk dikembalikan ke tempatnya. Suaminya marah2 lagi. Akhirnya karena ga tahan, di istri minta pulang ke rumah ortu…

Aku ga menyarankan nonton film ini loh ya…;D , tulisan diatas cuman sekedar ilustrasi…

Aku punya sebuah buku saku judulnya : Rumah Tangga tanpa Problema…bukunye kecil dan tipis. Tapi isi di dalamnya bagus banget. Isinya tentang bagaimana hak dan kewajiban antara suami istri, supaya rumah tangga bisa berjalan tanpa ada problema. Ato kalo misalnya problema sudah muncul, diberikan tuntunan bagaimana Quran dan Sunnah mengatasinya…..

Dibilang lugu ya engga…terus terang saja..Pas waktu pertama2 dulu ikutan ta’lim …aku semangat sekali pengen nikah ;P ..soale melihat temen2 yang udah nikah kayaknya enak banget gitu : ga usah cape2 kerja (apalagi sambil kuliah), kemana2 ada yang nganter, ada yang merhatiin. Di dalam pikiran dan benakku, menikah adalah satu2nya solusi untuk mengatasi semua masalah yang aku hadapi waktu itu ;D. Bayanganku tentang menikah, ibarat surga nan hijau dan empuk, semuanya serba indah2 dan enak2 hehehe…Bermimpi dan membayangkan semua keindahan2 itu membuat aku sempat ‘buta mata’ dan tidak sadar realita..masyaAllah

Tapi Allah Yang Maha Tahu, tahu pasti bahwa saat itu , dengan paradigma seperti itu, aku memang belum siap mengarungi samudera pernikahan…Jadi meskipun keinginan menggebu2 , selalu saja ada rasa tidak sreg dalam hati untuk melangkah kesana ;D (bukan berarti aku ga laku lho ;P)

Ternyata…..

Setelah beberapa tahun berjalan, dan aku mulai menyadari realita. Melihat dan mengamati bagaimana temen2ku menjalani kehidupan rumah tangganya…Menemui beberapa masalah2 rumah tangga yang dihadapi orang lain….Berbagi cerita dengan beberapa orang yang kemudian memberi aku banyak pelajaran…Mendengarkan ta’lim2 tentang pernikahan dan rumah tangga yang akhirnya mengubah paradigmaku tentang menikah…

Marriage is not our destination…but Marriage is a journey…

Iya…menikah adalah sebuah perjalanan, lebih tepatnya lagi sebuah bagian dari perjalanan hidup … menikah, bisa jadi sebuah perjalanan yang indah jika kita tahu tuntunannya…ato bahkan bisa jadi sebaliknya…Di dalamnya tidak hanya ada keindahan2 , tapi kadang juga bisa ada aral melintang…bisa ada sedikit riak2 yang datang…bukan hanya gelombang yang tenang…

Masalah2 kecil..dan sepele (seperti ilustrasi diatas, yang cuma masalah cara meletakkan handuk), kadang bisa jadi pemicu pertengkaran. Gimana engga? kita tinggal dan hidup serumah dengan orang..yang sebelumnya tinggal di rumah lain. Otomatis kita akan tahu bagaimana karakter dan sifat2 aslinya dia. Entah itu baik atau kurang baik…kita sukai atau kurang kita sukai.

Di sebuah ta’lim yang aku dengar Ustadz pernah menasehati : "Kalo istrinya dari daerah pinggir pantai, suaminya dari pegunungan, kebiasaannya saja bisa berbeda. Selera makan juga bisa berbeda. Maka dari itu harus saling memahami dan mengerti satu sama lain. Supaya perbedaan2 kecil itu tidak pernah dijadikan alat oleh syaithon untuk menggoda kita. Untuk menjadikan rumah tangga ini menjadi bermasalah. Dan jika terjadi masalah2 yang demikian, kembalikan semuanya kepada tuntunan Al Quran dan Sunnah. Kembalikan pada niat kita semula, bahwa kita menikah ini untuk mencari ridho dan pahala dari Allah…bukan untuk menuruti ego masing…"

Nasihat yang sangat bijaksana…

Aku memang belum pernah mengalami riak2 rumah tangga….jadi mungkin tips dari aku ini ga akan sebagus tips dari orang2 yang pernah menjalaninya sendiri (orang Jawa bilang : durung nglakoni dewe ojo metuwek ;D)…Just share aja, mungkin pengalamanku ini berguna

1. Belajarlah ilmu diin yang benar…ya tentang aqidah, akhlak , adab, fiqh, pernikahan dan rumah tangga..Pokoknya semua, karena itu adalah sebuah bekal yang amat sangat berharga untuk tidak kita punyai dalam mengarungi samudera pernikahan. Ibarat seorang musafir, ilmu yang benar adalah sebuah peta dan kompas untuk menikah…Kita akan banyak tahu, bagaimana Islam mengajarkan pernikahan yang indah, bagaimana seorang istri harus bersikap pada suami, mengelola harta suami…Pokoknya kumplit…Dan yang paling penting dengan ilmu diin yang benar…kita akan tahu…apa sebenarnya tujuan kita menikah…yang nantinya akan menentukan akan dibawa kemana pernikahan kita …

2. Belajarlah ilmu2 dunia sebagai pendukungnya. Sedikit2 atau kalau punya waktu, baca2 buku psikologi…aku biasanya baca buku2 tentang perbedaan karakter2 wanita dan pria…sejauh ini menurutku sangat membantu…(karakter memang bisa berubah…tapi kalo kita paham ilmunya, akan lebih mudah mengatasinya…). Kalo banyak waktu, bisa sambil2 belajar2 yang lain, misal : masak memasak, ngurus rumah, communication skill, ngelola uang dsb2 .. ;D

3. Melihat dan peduli pada sekitar (bukan berarti ikut campur). Misal : ada temen kita curhat tentang masalah rumah tangganya, terjadi masalah ini dan itu. Kita bisa renungi, bisa ambil pelajaran dari dia, bisa share..kenapa sampai terjadi demikian dan demikian…Tujuannya : kita simpan dalam memory kita…suatu saat nanti jangan sampe terjadi pada diri kita dan rumah tangga kita ….Aku rasa ini sebuah ilmu yang ga boleh kita lewatin. Karena disini kita ga hanya akan dihadapkan pada teori, tapi aplikasi…Really helpfull..kata orang "Experience is the best teacher.."

4. Memohon pada Allah…agar diberikan kebaikan dunia dan akhirat..agar kita senantiasa dibimbing di jalanNya..baik itu dalam rumah tangga maupun dalam keseluruhan hidup kita…Karena sesempurna apapun rencana kita, sematang apapun kesiapan kita, sekeras dan sebaik apapun usaha kita…kita tidak akan pernah bisa menghindar dari ‘coretan takdirNya Allah’…

Jangan hanya berani ‘bermimpi’ …tapi persiapkanlah mimpi itu.. ….agar kita tidak ‘terbuai’ terlalu lama sampai akhirnya malas bangun untuk menghadapi hari2 selanjutnya…

 

**wondering…kenapa tiba2 aku punya inspirasi buat nulis ini ya? ;D**

July 3, 2008

‘Nginep’ di RS Spesialis Husada Utama…

"Kesehatan adalah anugrah dan nikmat Allah yang sangat berharga, tapi manusia sering lupa dan mengabaikannya …masyaAllah…"

Rabu 18 Juni 2008 : Bolos kerja karena udah ga bisa nahan sakit. Aku nelpon bapak+ibu mengabarkan aku sakit+harus operasi appendix, ibuku malah nangis2 ;D. Akhirnya aku nelpon beberapa RS yang jadi rujukan asuransi kantorku : RS Siloam, RS Darmo, RS Sby Int’l buat nanyain kira2 biaya total untuk operasi appendix kena berapa. Jawabannya masing2 ga memuaskan …! Masing2 cuma bisa kasih info biaya operasinya. Akhirnya nyoba2 tanya ke RSS Husada Utama (RSHU). Hmm…sejak pertama kali nelpon, aku bisa mengidentifikasi RS yang satu ini emang bener2 menerapkan service excellent. Operatornya baik, ramah dan bisa ngasih info dengan detail, biaya operasi keseluruhan, sampe berapa hari harus menginap. Sebenarnya sempet ‘ga berani’ mo rawat inap + operasi di sini, mengingat RS nya megah dan mewah banget, takut diusir gara2 ga kuat bayar ;P. Tapi karena bisa ditanggung sama kantor, dan deket banget sama Kos ku ..ya wes lah

 Lokasi RS

 

Kemudian aku nelpon dr. Didik (dulu dokter kantorku), lalu beliau bilang nanti aku akan dikonfirm sama Ibu Sandra, orang Marketingnya RSHU. Dan benerlah, Bu Sandra nelpon : "Selamat siang Ibu, saya dapat info ibu akan menggunakan fasilitas RS kami, ada yang bisa dibantu?" Pikirku : "Wow..baik banget". Kemudian aku jelasin aku sakit ini, dan mau pakai asuransi ini. Lalu beliau nanya2 tentang NO ID asuransi ku. Beliau bilang akan konfirmasi lagi. Sebentar kemudian aku ditelpon balik, dan mengatakan, bisa. Silakan datang ke RSHU kapan saja ibu mau, bahkan aku dipilihkan dokter bedah yang paling sesuai buat sakitku. Dokter bedah digestif.

 

Lobby RS yang lebih mirip hotel ;D

Tanggal 19 Juni 2008 : Masuk ke UGD,

 

disambut dengan ramah oleh dokter dan perawat2nya. Cek darah, cek urine, cek BAB, diperiksa kondisi tubuh keseluruhan. Dokter di UGD bilang : akan dicek dulu, apakah benar sakitku ini karena appendix ato karena yang lain, takutnya ada apa2 di perutku. Jadi keputusan operasi nunggu hasil lab. Mulai dipasanglah alat infus di tanganku, lalu aku dianter pake kursi roda ke kamar. Satu hal yang menarik, pas aku mo ke kamar , Bapak+ ibuku kan ikutan , dan bawa barang2 banyak. Mbak2 perawat bilang : "Ibu, kalo misalnya barang2nya ga bisa bawa, silakan ditinggal aja, biar nanti diantar sama Office boy kami" …Bagus banget service nya ..

Kebetulan aku dapet kamar kelas 2 di lantai 8, seharinya sekitar 250 ribu. Secara RS sebesar dan sebagus ini, harga itu lumayan murah lo. Dibandingin sama Graha Amerta ato RS Siloam yang mahal amir itu.

Udah gitu, dari kamar bisa liat viewnya kota Sby siang dan malem hari. Perawat2 disini ramah2 dan buaek2 smua.

20 Juni 2008

Jam 08.00 : masuk kamar operasi, dibius total dan diambillah si usus buntu yang membuat aku sakit berhari2 ;D. Kesan pertama masuk ruang operasi : deg2an, tapi aku pasrah, hidup dan mati ada di tangan Allah. Aku berdzikir dan mencoba untuk tenang

Jam 13.00 : Baru sadarkan diri, udah ada di ruang Pasca Operasi. Pusing , mual dan muntah2. Ditungguin sama seorang dokter jaga yang baik hati dan ramah.

Sementara itu : Ibu Bapakku bingung ga karuan , kok lama banget, dimana anakku ;D

Jam 14.00 : Dianter balik ke kamar , keluar ruang operasi. Ibuku bilang , dia liat ada tabung yang isinya kayak cacing coklat di dalamnya. Tabungnya ditaruh di bedku, di atas kepalaku. Kayaknya itu si usus buntu yang barusan diambil ;D

Rasanya perutku kaku dan sakit, dipake batuk sakit, pake duduk sakit, aku ga bisa kemana2 cuman bisa berbaring. Sholat sambil berbaring, wudhunya diwudhuin sama Ibu. Soale mo tayammum juga ga bisa nyentuh temboknya. Secara tangan dipasang inpus ;D

Sorenya temen kantorku jenguk : Mb Fery, Listy, Mb Ria, Tining, Mb Citra, Mb Nunu delele…termasuk Pak Manager dan Pak General Managerku Pak Eso…. (terharu…hehe). Makasih udah nyempetin dateng ya Pak, padahal aku cuman karyawan kontrak ;D

21 Juni 2008 :

Pagi : anak2 kos (Dyah, Khod, Zahro) dan Ummu Ibrohim datang njenguk. Surprisenya : Khod ngasih aku undangan nikahnya dia, akad nikah tanggal 28 juni 2008  huwaa gak sopaaan !! keduluan lagi ;P. Akhirnya di RS malah cekikikan gara2 bahas Khod ;D, sambil nahan perutku yang masih sakit ;P

Sore :adekku Maya , barengan Om + Lek Sih dan ga ketinggalan si Ndut Riza , dateng jenguk ngrameni2 ae Ndut ;D 

Malem : Nteen + Onyiz, Malah si Nteen gini : "Owalah nduk2, nyapo usus kok dibuntu2 barang , wes mbok dibolongi ae. Makane tah dijogo awake iku, ojo ngejar target terus, kerjo terus..bla bla bla…bla" Aku diceramahi sambil manggut2 …;D . Baik buuu. Udah gitu gini : "Dirimu boleh makan apa aja? mo tak bawain apa" aku bilang : "Ga usah repot2 tin" Nteen : "hmm…masa tak bawain kembang 7 rupa, dirimu mesti durung adus" wakaka….Dasaaaarr usil ! ;P

22 June  2008 : Budhe + Pakdhe dan sepupu kecilku yang centil dateng jenguk. Ika namanya…

23 June 2008 : Pagi hari dokter bedahku datang dan bilang : aku boleh pulang hari ini…Hurraay! Finally Im Free…;D. Sore hari, setelah ngurus2 administrasi dan biaya2 aku pulang. Hebatnya lagi : aku cuman nambah 400 ribu, dan semuanya dicover kantorku 16 jeti ;D (segitu ga akan bikin IM2 tutup kan ? hahaha ups)

Jazakumullahu khoir buat kerabat dan temen2 yang udah jenguk, yang udah sms dan doain aku…terima kasih tak terhingga buat ibu dan bapakku…Robbirhamhuma kamaa robbayanii soghiroo..Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alaiyya wa an a’mala shoolihan tardhohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikas shoolihiin Amiin …Semoga semua kebaikan Ibu Bapakku dibalas dengan surgaNya Allah amiin…

Allaahumma innii as alukal ‘aafiyah…sekarang alhamdulillah aku sudah sembuh..

June 17, 2008

tentang walimatul ‘ursy…

Akhir2 ini banyak banget temen2 deket yang nikah, jadinya di kantor jadi bahan ‘obyekan’ orang2 huhuhu .."Kapan kamu nyusul N? Keduluan Tining sama Santi tuh"….Babahnooo…Dududu…kapan wes enake? ;P

Aku juga ga tau..sebenernya apa yang membuat aku belum juga menikah (baca : durung payu ;D hahaha ups). Dulu sering juga merasa minder dan iri sama temen2 yang udah nikah, lek sekarang? Biasa aja tuh…;P. Seru menikmati kesendirian …bisa tidur sampe puas kalo lagi liburan, bisa jalan2 ke toko buku sampe puass dan ga akan ada yang nyuruh pulang xixixi…belum perlu repot2 nyuci baju suami + nyetrika, belum harus masak masakan yang macem2 tiap hari..enak kan? ;P…Kandanii koq ;D (Baca : gaya thok padahal asline wes mupeng sampe nangis2 ..hihihi)

Hust..! back to the topic, bahas walimatul ‘ursy ya…

Kalo aku perhatikan dan liat2..beberapa temenku nikah dengan walimatul ‘ursy yang megah dan mewah…Bahkan ada temen yang cincin nikahnya aja 11jeti…;D (ga tau resepsi nikahnya habis berapa puluh jeti). Tapi…kalo aku pribadi berharap, walimatul ‘ursy yang sederhana dan biasa-biasa saja, asal sesuai dengan syariat Islam dan sekaligus bisa jadi bahan dakwah pada orang2 yang aku undang, masyarakat sekitar rumahku khususnya lagi keluargakku…Kaya gini kira2 :

1. Mengundang orang2 terdekat, diantaranya : temen2 kantor, temen2 skul, tetangga2 dan kerabat…tanpa membuat perbedaan perlakuan diantara mereka. Pernah aku nemuin ada nikahan yang kaya gini : undangan pagi untuk temen kantor, undangan siang untuk tetangga tapi makanan, suguhan, souvenir dsb dibedakan. Tepatnya lagi yang temen kantor lebih diistemewakan, sementara tetangga dijamu dengan hidangan yang biasa2 saja. Ato lebih parah lagi , undangan dijamu berdasarkan status sosial, ato yang paling parah, hanya mengundang orang2 kaya.

2. Tamu laki2 dan tamu perempuan dipisah….Hal ini tentu lebih menjaga pandangan dan ketenangan hati kita semua…Biar ga ada laki2 yang terfitnah dengan istri orang, biar ga ada yang matanya jelalatan ngeliat cewek2 cantik… ;D. Dan yang paling penting, biar kita yang nikah dan dandan cantik ga dilihat sama non mahrom kita…cukup wanita2 saja yang boleh lihat …(Baca kisah pernikahan Rasulullah dengan mantan istri Zaid bin Haritsah)

3. Menjamu tamu dengan sebaik2nya sesuai dengan adab yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan kata lain, kita harus menyediakan tempat dan hidangan yang pantas. Truuss….NO Prasmanan! Islam mengajarkan kita memuliakan tamu, melayani tamu. Dan yang paling penting, mengajarkan adab untuk makan sambil duduk. Sementara dalam Prasmanan, tamu ngambil makan sendiri, sambil berdiri pula..Ini sebenernya budaya orang Barat yang kita dirasuki tanpa sadar…

Bapakku paling setuju kalo aku bilang , aku ga akan nikah prasmanan..soale beliau paling sering datang ke undangan nikah (tetanggaku) yang prasmanan, dan sering ga dapet makan, ato dapet sisa2 … hihii..sabar ya Pak? ;D

4. Tidak ada kotak amplop di meja terima tamu. kata orang2 "mengemis secara terhormat". Kita menikah tidak dengan tujuan, biaya nikah bisa kembali, apalagi dapet untung berlipat ganda. Semua biaya nikah ya kita ikhlaskan sebagai sebuah proses menuju kehidupan baru. Kalo ini ibuku yang paling tidak setuju : "enak e ga atek amplop2an, wong aku biasane buwuh nang wong2 yo mesti ngamplopi kok"..aku bilang :"lha sameyan lek dikasih undangan kadang yo sambat, akeh men undangan, akeh men ngamplopi, berarti sekali2 dunk kita menyenangkan hati orang lain…biar semua undangan datang tanpa beban ‘harus bawa uang untuk ngamplopi’. Kasian juga tetangga2 yang mungkin kurang mampu, kadang ada yang sampe berhutang untuk bisa mendatangi undangan ttt. InsyaAllah rejeki pasti sudah diatur sama Allah buk" ;D (metesek yooo aku? ;P, babah wes)

5. Pengantin ga pake acara dipajang..

Bukane ga PD loh ya…tapi , sesuai dengan yang dituntunkan Rasulullah..ketika jadi pengantin, kita boleh dandan secantik mungkin, but bukan buat diliatin ke semua orang. Boleh kok kalo diliatin ke sesama cewek ato laki2 mahrom kita. Sing paling penting, diliatin ke suaminya dunk ah….biar jadi so special getoo ;D

6. Ga ada acara musik2 yang membahana (halah) dan kalo bisa, ga ada poto2an

Katanya orang2 : "Lha lek ga gawe sound (maksude speaker besar), mana ada orang tahu kalo ada mantenan", aku bilang : "yo wes, kita sewa tim rebana aja, biar main pas mantenan kita, tapi nyanyinya juga kata2nya ga boleh sembarangan (yang mengundang syahwat atau yang mengandung kesyirikan), soale hanya rebana satu2nya alat musik yang diperbolehkan ketika pernikahan berlangsung" Ga percoyo? baca haditsnya dunk aah !. Kalo masalah poto , ini mungkin masih sulit ya…

7. Ga ada acara adat2an…cukup dengan aturan2 Islam saja

Nah iki sing seru…biasane pernikahan Jawa itu suka pake acara aneh2, misal : nginjek telor, suap2an, nuang beras, antem2an kembang (untung ga antem2an watu ;P), trus mandi kembang opo segala macem….dengan alasan : biar pernikahan langgeng, slamet , raharjo (alah pokoke ngunu iku ;D). Dalam Islam boleh ga sih? ya ga ada lah. Jika pernikahan kita dilaksanakan sesuai dengan aturan2 Islam , dan sebelum menikah kita mempersiapkan diri dan ilmu kita (baik ilmu diin maupun ilmu dunia), lalu kita berusaha sekuat tenaga menjalankan aturan Allah dan RasulNya, inilah yang akan mengantarkan pernikahan kita menjadi pernikahan yang barokah, sakinah, mawaddah wa rohmah…(masio ga atek nginjek2 telur…dipangan ae telure ;P)

Hmm….kira2 itu aja apa ada yang kurang ya? …Masukannya dunk!

 

Jika sebuah pernikahan diibaratkan dengan sebuah kapal, aku tidak ingin kapalku ini hanya dihias dengan megah dan indah ketika dia akan berangkat berlayar…Aku ingin kapal ini dibangun dengan bahan2 yang berkualitas , dengan rancangan yang kokoh dan dengan cara yang benar…Meskipun dari luar penampilannya sederhana, dia akan gagah dan kuat mengarungi luas dan dalamnya samudera…Kapal ini akan menggunakan Al Quran dan Sunnah Nabi sebagai peta dan kompasnya….Akan tetap tegak meskipun badai menghadang …Akan melindungi dan menaungi semua awaknya …sampai selamat ke tujuan akhirnya…Akhir kehidupan yang khusnul khotimah dan SURGA nya Allah…..Amiin

 

June 16, 2008

Alhamdulillah..aku sakit…

Ternyata…si "batu karang" yang teguh dan kekeuh ini…kalah juga sama bakteri ciptaan Allah ;D

Hari Jumat 2 Minggu lalu, waktu bangun pagi..tiba2 perut sebelah kananku nyerii…pas sholat Shubuh akhirnya terpaksa nahan nyeri..lalu aku pake tidur lagi bentar..konsul2 ke tetangga kamar sebelah (yang kebetulan Dokter Muda)….nyampe di kantor dia sms "aku khawatir dirimu kena appendicitis"

Weks..apaan tuh? aku googling2 akhirnya ketemu = radang usus buntu…iks..

Kurang yakin sama temen DM ku , aku periksa ke dokter umum di kantor..lalu beliau bilang "bisa jadi appendicitis , bisa jadi gangguan pencernaan yang lain..bla bla bla.." dikasihlah aku resep obat dan disuruh istirahat. Ibu Dokternya bilang "Besok hari Sabtu & Minggu kan ga kerja, istirahat aja di rumah"…Hmm..istirahat..? OK2.. ;D. Ternyata eh ternyata…pancet aku ndableg dan ga istirahat.., Lha piye..wong Sabtu Minggu itu justru aktivitasku buanyak…belom lagi temen2 kantor yang sok usil nelpon "Bu Lembur ya..Bu tolong aktivasi ya…validasi ya"..PR Kuliah sak abrek, nyuci, nyetrika, aaaah…istirahat itu kayaknya ga mungkinn..hehe

Akibat ke’ndableg’an saya..akhirnya sakit saya kerasa lagi..Hari Rabu malem..pulang kuliah. Badanku demam, tenggorokan sakit, susah nelan maem, badanku lemes, mo makan tapi mual, panas banget rasanya badanku, blom lagi kepala rasanya berat dan kaya ditusuk2…Akhirnya ‘bolos’ kerja’…hehe…Nasib anak kos ya? aku di kos sendiri…ga ada yang ngurus…pas lagi laper, aku manggil2 orang jualan yang lewat depan rumah malah ga denger…yaaaa…suara mana ga bisa kenceng lagi..akhirnya cuman makan sama nasi + goreng telur sendiri di dapur…iks…iks….Ibuuuuk!! (kangen ibukku…huwaaa..huwaaa)

Sampe Kamis malem…aku masih lemes..trus karena di kosan merana dewean…akhirnya Jumat aku nekat masuk kerja…hehe…blom setengah hari wes KO lagi…akhirnya pulang ;D…di kosan berbaring sambil nangis dwan…(Ya Allah ampuni dosa2ku…iks)

Akhirnya ..karena udah ga tahan..malemnya aku periksa ke Poli Interna di RS Siloam..ketemu sama Internist-nya..Prof Yuwono…ditanya keluhannya apa mbak…aku jawab ..bla bla bla..lalu diperiksa suhu tubuh, diketok2 perutku…sama dicek pake stetoskop…Udah..aku disuruh balik

Pikirku ‘weee tadi aku kok ndak nanya aku sakit apa?’, dokter itu juga kok dieeem ae, ga ngasih wejangan apa kek..ga ngasih tau apa keek…Iks..iks padahal bayare muahaaal…periksa doank 135rb, obatnya 189ribu…Waah..ini dokter kurang punya "interpersonal approach" gitu kata temen2ku Kedokteran ;D

ya wes lah aku minum ae obat e ..yang ternyata (kata temen2ku Farmasi) iku adalah Antibiotik sama Anti Nyeri..(tapi yang kualitasnya bagus)..halah…tapi kok perutku masih ga enak ya…badan juga masih lemes…iks iks

Akhirnya paginya aku ditelpon Dokter Kantorku…beliau bilang, aku disuruh dateng ke RSnya mo di USG, sekalian biar tau ada apa dengan perutku…Yo wes, Sabtu pagi aku dianter Mb Fery ke RS Adiguna, di USG ;D (blom hamil wes USG ..xixixi). Kenalan sama dr. Hajar Aryani Sp.Rad (Spesialis Radiologi), lalu mulailah perutku diubek2 sama USG itu…(gelii+ sakit rasanya)…Fotonya jadinya kaya gini

App Kronis = Appendicitis Kronis alias radang usus buntu yang udah lama..tapi ga dirasa (saking ndableg e aku ;D)…Akhirnya diceritain macem2 sama dr Hajar, ini karena infeksi bakteri mbak, kalo misalnya imun tubuhnya lagi lemah, dia bisa sakit lagi, ato bisa juga kambuh gara2 ada kuman masuk…bla bla bla. Dibuatkanlah surat rujukan untuk operasi :_( huwaaa…serem banget sih.. Aku nanya kalo ga operasi gimana dok? "ya gpp tapi harus minum obat terus, obatnya yang bagus, dan ga boleh makan sembarangan, harus kuat terus kekebalan tubuhnya, operasi nya kecil kok. paling disayat beberapa cm, dan ga akan membekas..daripada nanti kalo perforasi (pecah dan bernanah) itu malah bahaya"…

Aduuuh makin serem aja…iks iks..

Ya Allah, semoga sakit ini adalah penghapus dosa2ku…ampuni aku…

Sekarang aku merasa ..diriku begitu lemah ..kadang2 malem susah tidur gara takut ini perutku bermasalah..iks…Tapi aku ingin sembuh!!..Hanya saja, sekarang harus banyak istirahat dan ga boleh banyak mikir….(sementara ini ga ‘ngluyur’ dan ‘iseng2′ dulu ;D). Dengerin ta’lim di rumah, baca buku di rumah…Doakan aku yaa hehe Amiin

Wes kah..

June 3, 2008

hiks…

Filed under: Crita hati....

worry and confuse about my future …

try to find the best solution to my problem…..do the best thing in life but still couldnt find a way… i walk alone and have no partners beside…..

*oh my dearest future groom, the one that i always beg in my pray…when will Allah arrange our meeting..and when will you pick me up and take me out of here..? *

 

May 21, 2008

Work @ home mom…

Filed under: Crita hati....

Cita2 terbesarku saat ini adalah…punya bisnis di rumah, kerja di rumah…supaya suatu saat nanti kalo aku menikah…aku bisa ngurus suami + anak2ku dengan kedua tanganku…dan bisa bantu2 orang tuaku…

kemarin pas diputuskan untuk diberhentikan kontrak kerjaku di IM2 , aku sempat stress berat…seperti ditimpakan batu besar di atas kepalaku..sampe mikir yang aneh kaya gini "duh Ya Allah, kenapa sih aku diciptakan jadi perempuan?? kenapa aku ga dijadikan laki2 saja?" …waks..! Akhirnya jadi kayak orang linglung…putus asa dan ga punya harapan…

So many things yang jadi tanggung jawabku dan belum selesai…kuliah masih 3 semester lagi, bulan Agustus depan Bapakku pensiun, adikku yang baru semester 2 …blom lagi keinginan untuk pengen menyempurnakan separuh diin dengan cara yang syar’i …(dan tentu akan butuh banyak biaya…huwaa)…

suddenly i realize, that keputusan perusahaan memberhentikan saya…mungkin adalah sebuah "jalan" lain yang dibukakan oleh Allah…hanya tinggal bagaimana saya memaknainya bukan? Toh sejak dulu dalam hati saya memang tidak pernah ingin jadi karyawan tetap yang harus bekerja jam 9 jam /hari. Dan karena saya sangat menyukai anak-anak…saya ga akan rela melewatkan setiap detik perkembangan anak saya hanya karena alasan pekerjaan..Di samping itu, saya juga tidak akan rela kalau nanti suami tercinta…akan saya nomor duakan karena pekerjaan…Jujur saja, pengen sekali merasakan suka dukanya jadi ibu rumah tangga, mencucikan baju untuk suami tercinta, masak makanan yang bervariasi setiap hari untuk dia…menyiapkan bajunya ketika berangkat kerja, ato sekedar menyambutnya dengan senyuman ketika dia pulang mencari nafkah …. how sweet gitu…. ;-P (kena pengaruh abis baca buku : Kriteria Muslimah Dambaan Hati hehe)

nyari2 inspirasi, ide dan motivasi buat kerja di rumah…aku menemukan banyak komunitas ibu2 bekerja…ada Mbak Ika Nursila (angkatan8 ) yang sukses dengan grosir baju muslimnya (http://grosirbajumuslim.blogspot.com), ada Mbak Yulia (angkatan8 ) yang punya bakery dan wedding cake shop (www.makicakes.com) …ada juga Mbak Sharah yang sukses dengan Nadja Labelnya (www.amotherventure.com) ada juga Mbak Riana yang di Jerman (www.debatiqbutiq.com) …dan buanyak lagi Ibu2 sukses lain yang juga bekerja di rumah…

So…i think twice…kenapa aku blom bisa kayak mereka? …kalo orang lain bisa, kenapa aku tidak? Sebagian besar Ibu2 diatas pernah bekerja di perusahaan2 besar, bahkan Mbak Sharah pernah jadi Manager HRD …Aku pikir, dengan pengalamanku selama lebih dari 3 tahun , menghandle banyak hal sendirian..harusnya aku juga bisa..! Apalagi teknologi internet yang makin maju, toko2 bisa dionline kan, tinggal bagaimana kita tau marketing strategy dan target customer nya…Yaa?

saat ini sebagian besar ibu2 di US , sudah tersadar akan pentingnya pendidikan anak…dan banyak yang memulai bisnis sendiri di rumah…alasannya : kerja untuk diri sendiri lebih fleksibel, lebih menenangkan hati, waktunya bisa diatur sendiri, lebih banyak waktu untuk keluarga..Temen2ku di milis sister salafiyyah juga, punya bisnis2 yang unik yang dijalankan dari rumah (mulai dari butik pakaian, tas unik, handmade soap & handbody delele) …Dan yang paling penting bisa sambil meng-homeschoolingkan anak2nya…how sweet…

Hmm…mungkin memulainya memang ga mudah..apalagi kalo harus keluar dari "zona nyaman" seperti sekarang…tinggal duduk bekerja dan dibayar..Bekerja sendiri butuh komitmen kuat dan butuh keuletan ekstra…Tapiii….kalo tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi??

** chaiyooo….banyak jalan mendapat rizki… **

May 15, 2008

peran ayah dalam pendidikan anak…

Kadang, ada sebagian orang yang menganggap bahwa mendidik anak semata2 adalah tanggung jawab seorang ibu…ato bahkan banyak juga kaum laki2 yang menyepelekan pendidikan anak…apa seharusnya begitu?? ..

Ceritanya : Doyok kirim artikel tentang seorang anak yang ayahnya begitu sibuk sampe ga pernah merhatiin si anak, dan akhirnya si anak menabung uang untuk bisa "membeli" waktu ayahnya….Aku jadi inget tentang sebuah buku yang ditulis oleh seorang Psikolog Italia (Mr. Perucci) yang pernah aku baca "What Our Children Teach Us". Bukunya bagus (temen2ku bilang juga begitu), karena buku ini akan membuka mata orang tua, tentang kehidupan yang dijalani anak2, sehingga orang tua akan lebih sadar dan tahu..betapa berartinya kehadiran anak2 mereka….

Calon ayah, ato yang sudah menjadi ayah…jangan pernah menyepelekan pendidikan anak2 anda…karena mereka itu nanti yang akan jadi bekal anda ke surga (kalo dia jadi anak yang sholih), seperti sabda Rasulullah : ketika seseorang meninggal dunia, terputuslah semua amalan dia kecuali 3 hal :  ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan anak sholih yang senantiasa mendoakannya. Dan yang penting lagi, tugas mendidik anak..bukan semata2 kewajiban seorang ibu , tapi ayah juga..! karena itu ga ada salahnya seorang laki belajar ato setidaknya tau tentang psikologi anak, pendidikan anak..baik dalam ilmu psikologi maupun ilmu agama…

Inget Pak, Mas…anda akan diminta pertanggungjawaban di akhirat oleh Allah, tentang anak anda…

Lihat saja kisah2 sukses seorang ayah semisal Kak Seto (yang pakar pendidikan itu), gimana peran beliau memajukan pendidikan dan membela hak2 anak…Ato baca juga gimana Mr Perucci mendidik anak2nya..ato gimana sosok Kepala Sekolah Tomoe Gakuen-nya Totto Chan Mr Sosaku Kobayashi yang bikin aku menangis…

Ga usah jauh2 juga…lihatlah gimana Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita mencintai anak2 …mengajarkan bagaimana seharusnya seorang ayah mencintai anak2nya

tengoklah teladan sempurna ini :

Dari Abu Hurairah RA bahwa suatu hari Al Aqra bin Habis melihat Rasulullah SAW sedang menciumi Al Hasan (putra Ali bin Abi Tholib , cucu Rasulullah). Kemudian Al Iqra memberitahukan kepasa Rasulullah SAW bahwa ia memiliki sepuluh orang anak tetapi belum pernah menciumi salah seorang diantara mereka. Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang tidak menyayangi maka ia tidak akan disayangi”. (HR.Turmudzi)

Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)

dan masih banyak hadits2 yang lainnya…

Lihat juga teladan beliau mengajarkan agama ini kepada anak2 :

pernah suatu ketika Abdullah bin Abbas yang masih kecil , dibonceng naik unta di belakang Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam..kemudian beliau menasihati Abdullah bin Abbas yang ketika itu masih kecil :

“Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)..

Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)

Huuuh….! Lihatlah betapa sombongnya kita….!

Rasulullah itu seorang Nabi, utusan Allah , yang dijamin masuk surga, pemimpin negeri, seorang panglima perang yang hebat, seorang yang tidak tegar menghadapi kilatan pedang musuh, seorang yang pernah sholat lail hingga bengkak kakinya, seorang yang disegani kaum muslimin maupun orang kafir, seorang yang ketika dihina oleh kaumnya sampai2 Malaikat Jibril akan membalikkan gunung uhud kepada kaum itu…

Tapi…..beliau begitu rendah hati bersama anak2 kecil, begitu lembut hatinya bermain2 dengan anak kecil…begitu penyayang dan mencintai anak2….begitu peduli akan pendidikan anak2 …

Lalu siapa kita?? manusia biasa yang ga dijamin siapa2 untuk masuk surga…kenapa begitu menyombongkan diri dan tidak mau belajar kepada beliau masalah pendidikan anak??

**smoga anak2ku dapat seorang ayah yang bisa meneladani Rasulullah**

May 14, 2008

Wanita dan kepemimpinan…

Aku ga suka politik (yang kejam itu)..tapi aku juga bukan orang yang sama sekali cuek dengan kondisi politik di negeri ini (ceilee…wek)

Akhir2 ini kalo lagi pulang kuliah lewat perempatan Jl Ngagel dan Manyar , pasti aku liat poster super buesar seorang WANITA yang dengan PDnya mencalonkan diri menjadi Gubernur Jatim 2008, dengan semboyannya "Saatnya Perempuan Memimpin Jawa Timur" ….Malah temenku (Mas Fazid) bilang : "En, potone wong iki lo kok mirip dirimu..wakaka". Gak sopan…!

Wanita oh wanita…sadar ga se? Kodratmu sudah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya, dalam Al Quran maupun sunnah Rasulullah, bahwa kamu itu ga diperbolehkan jadi pemimpin! Kok bisa2nya malah mencalonkan diri?? Heran….Gemeeezzz….

Pernah denger hadist ini kan? :

Dari Abi Bakrah ra berkata,"Sungguh aku telah dikaruniai Allah SWT dengan sebuah kalimat yang kudengar dari Rasulullah SAW pada hari Jamal, ketika sampai kabar kepada Rasulullah SAW bahwa penduduk Persia mengangkat puteri Kisra sebagai raja, beliau bersabda?Tidak akan bahagia kaum yang dipimpin oleh wanita." (HR. Bukhari kitab Al-Maghazi Bab Kitabun Nabi SAW Ila Kisra, juga dalam kitab Al-Fitan bab Al-Fitnah Allati Tamuju kamaujil Bahri)

Blom lagi abis ini Pemilu, itu si anaknya Pak S*k*rno, pasti ikut2an diri nyalonin jadi Presiden..(PD banget, padahal blum pernah lulus S1 dan bisanya nebeng nama besar keluarganya…)

Kalo ngikutin perkembangan politik luar negeri kita juga bakalan tau, kalo sekarang Hillary Clinton juga lagi seru2nya berebut suara sama Barack Obama buat jadi presiden AS. Lebih seremnya lagi , Hillary itu seorang Yahudi sejati, antek2nya zionis, yang kalo dia berkuasa ..kayake bakal lebih kejem daripada Bush….Kalo orang kafir mo dipimpin wanita se, biarin aja, wong mereka kafir..mo hancur sekalian juga gpp. Tapi kalo negeri kita? negeri muslimin…yang notabene masih punya banyak laki-laki berkompeten yang lebih pantes jadi pemimpin??

Aduuuh Bu..! Sadar ga se ? kalo anda2 itu kalah jauuuh daripada istri2nya Rasulullah semisal ‘Aisyah??

Dalam Kitab Al-Adabul Mufrod karangan Imam Al Bukhori (waktu itu lagi bahas tentang pertikaian yang terjadi antara sesama muslim), disebutkan : Ketika terjadi peperangan antara sesama muslim , dari dua kubu : Kubu Aisyah dan Kubu Mu’awiyyah (kalo udah pernah belajar sejarah Islam pasti tau peristiwa ini). Ada seorang sahabat yang waktu itu berada di kubu ‘Aisyah.Diceritakan disini ‘Aisyah yang akan jadi pemimpin pasukan. Kemudian sahabat ini mundur dari kubu ‘Aisyah karena beliau ingat hadits Rasulullah : tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh wanita. Kemudian sahabat ini memilih untuk tidak ikut kubu siapapun…"

Lihaat…!! Cek dan bandingkan keadaan kita sekarang dengan keadaan Rasulullah dan Shahabat2nya. Seorang yang sekelas ‘Aisyah, istrinya Rasulullah yang sehari2 bersama beliau. Seorang wanita yang tidak bisa diragukan lagi keilmuan dan ketaqwaannya kepada Allah. Salah seorang istri beliau yang paling banyak meriwayatkan hadits, yang paling dicintai oleh beliau. Yang bahkan dibawa oleh Malaikat Jibril dalam mimpi Rasulullah dan ditunjukkan sebagai istri beliau  di dunia dan di surga. Seorang wanita yang dibela oleh Allah langsung dengan firmanNya ketika fitnah menimpa beliau. Seorang anak dari Abu Bakr, salah satu sahabat termulia dan khalifah pertama…

Tapi , karena beliau wanita, dan karena Rasulullah mengatakan : "Tidak akan beruntung kaum yang dipimpin oleh wanita" , maka sahabat yang akan ikut berperang itu mundur..! Mundur bukan karena beliau meragukan kemampuan dan kredibilitas ‘Aisyah, tapi mundur karena ketaatan dan kepercayaan beliau pada Rasulullah , bahwa apa yang dikatakan Rasulullah itu pasti benar. Bahwa perkataan beliau adalah wahyu dan bukan dari hawa nafsu beliau…

Huuuuhhh…gemesss aku liatin kaprahnya wanita2 yang ke-PEDE-an itu..! ga pernah liat ta? gimana teladan dari Rasulullah dan shahabat2nya…

Sadar Bu, sadar Mbak…kita ini wanita..yang kodratnya dipimpin laki2 bukan jadi pemimpin laki2

Arrijaalu qowwamuuna ‘alan nisa’ …itu firmanNya Allah mbok ya dibaca..

** semoga aku dapat pemimpin yang sholih dan kompeten **

May 12, 2008

Sabar….

Filed under: Crita hati....

Sabaar..sabar dan sabar…cuma itu yang bisa kukatakan pada diriku sendiri…

Karena aku tahu, tidak ridho pada taqdir Allah hanya akan membawa 2 kerugian…kehancuran diri sendiri dan juga kebencian Allah..toh kita ini siapa?

Allah tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat…tapi kita akan ditanya tentang apa yang kita perbuat… jadi tersenyumlah..meskipun seberat apapun cobaan kali ini…

Ishbiru…wattaquu…

Kepada siapa aku mengadu selain padaMu? … 

April 29, 2008

nasehat…

saling menasehati antara sesama muslim, adalah kewajiban setiap orang…bukan berarti orang yang menasehati ini lebih baik..bukan berarti orang yang menasehati ini lebih banyak ilmunya…bukan pula berarti orang yang menasehati ini tidak pernah berbuat salah…bukan itu..

nasehat adalah sebuah tuntunan Rasulullah..yang dengan itu kita menjadi terarah ketika tersesat… kita jadi teringat ketika sejenak terlupa…yang dengan itu kita akan terjaga dari kesalahan2 yang lebih besar…

dengan nasehat…hati yang keras menjadi lembut…jiwa yang kering menjadi tersirami….pikiran yang buntu menjadi tercerahkan…

nasehat adalah sebuah ungkapan kasih sayang…yang bahkan tidak bisa digantikan oleh materi..tidak bisa diibaratkan dengan harta…

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” (HR Muslim)

Untuk Allah : maksudnya dengan agama ini kita menasehati seseorang agar senantiasa menyembah Allah semata , menjauhi segala kesyirikan , memurnikan ketaatan padaNya, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya…

Untuk Kitab-Nya : nesehat yang kita berikan ini hendaklah sesuai dengan tuntunan Al Quran,sesuai dengan Al Quran yang dipahami oleh Rasulullah dan para shahabatnya…

Untuk Rasul-Nya :  hendaklah apa yang kita nasehatkan ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah, dalam memberi nasehat ini kita mengikuti Rasulullah sebagai teladan yang sempurna, mengikuti tuntunan2 beliau…

Untuk pemimpin umat Islam..dan untuk seluruh kaum muslimin…

April 25, 2008

Kisah Alifya

Filed under: Crita hati....

Kisah dari Blog Sebelah ….
"jangan menahan kasih sayang kepada setiap orang yg pantas mendapatkannya"

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis. Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinyasudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesiyang akan digelutinya.'’Why not the best,'’ katanya selalu, mengutip seorang mantanpresiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ‘’selevel'’; sama-samaberprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai stafdiplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambildari huruf pertama hijaiyah ‘’alif'’ dan huruf terakhir ‘’ya'’, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang darisatu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya pernah bertanya, ‘’Tidakkah si Alif terlalu keciluntuk ditinggal-tinggal? ‘’Dengan sigap Rani menjawab, ‘’Oh, saya sudah mengantisipasi segalasesuatunya. Everything is OK!'’ Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdasdan gampang mengerti. Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayangitu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uangyang banyak. ‘’Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'’ Begitu selalunenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adikbuat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ‘’memahami'’ orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknyamewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuhceria. Maka, Rani menyapanya ‘’malaikat kecilku'’. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter.'’Alif ingin Bunda mandikan,'’ ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut. Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ‘’Bunda, mandikanaku!'’ kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ‘’Bu, kami ke dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency. ‘’Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Tuhan sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya. Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri. Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku.'’Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'’ ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdirimematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ‘’Ini sudahtakdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan? ‘’Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ‘’Ini konsekuensi sebuah pilihan,'’lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat.

Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja. Tiba-tiba Rani berlutut. ‘’Aku ibunyaaa!'’ serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ‘’Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'’ Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif.

Senja pun makin tua. Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong. Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dankehilangan yang amat sangat. Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya danambisinya sendiri tidak mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu. Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

Pelajaran yang sangat menyedihkan. Semoga yang membacanya bisa mengambil makna yang terkandung dalamkisah tsb.
Catch the chance, keep and manage it well

http://ade-hidayat.blogspot.com/2007/09/kisah-alifya.html

===========

Jadi semakin termotivasi untuk bekerja dari rumah saja..sambil ngurus suami + anak2ku sendiri…amiiin ..

GANBATTE …SEMANGAT…!!

April 23, 2008

nenek itu…

pernah suatu kali, aku pulang kampung, dari Surabaya ke kota kelahiranku…dari dulu bus yang menuju kotaku memang hanya ada bus ekonomi dan bukan bus Patas …

Dari terminal ..bangku sebelahku kosong, lalu ketika bus sudah berjalan..naik seorang nenek tua. Kebayanya lusuh dan sudah banyak sobeknya…kain jaritnya juga sudah usang. Di kepalanya topi lebar (di sini disebutnya capil)..dan tangannya memegang sebuah tas plastik yang sama sekali tidak bagus. Aku pandangi nenek tadi, dia duduk di sebelahku.. Hmmm…entah kenapa ketika melihat nenek2 aku selalu teringat pada Si Mbok (Ibu dari Ibuku) yang sudah meninggal…Mbokku yang selalu baik, yang ketika aku belajar selalu menyiapkan camilan di sampingku…Mbokku yang selalu membelikan apa yang aku mau…Mbokku yang masakannya paling enak…Mbokku yang paling perhatian padaku…

Tiba2 lamunanku tentang Mbok…terhenti. Ketika nenek di sebelah menyapa : "Mandhap pundi ning" (turun di mana non?)..aku jawab sambil tersenyum : "kulo mandhap Tuban Mbah, njenengan?" (saya turun di Tuban Mbah, anda?) ..Dia jawab : "Compreng nak" (…pikirku oh satu kabupaten denganku..beda kecamatan)…Lalu obrolan pun mengalir

aku : Saking pundhi niki wau Mbah? Kok piyambakan? (darimana ini tadi Mbah , kok sendirian?) (pikirku..seharusnya dia yang sudah tua ini bepergian dengan didampingi anak/suaminya)

Mbah : saking Suroboyo nak..(dari Surabaya nak..)

aku : oh…nyambangi putrane nggih ten mriko? (oh..mengunjungi anaknya ya disana?)

Mbah : ora nak, damel…yo ngene iki nyambut gawe sak onoke …(tidak nak, bekerja ..ya gini ini bekerja seadanya) ….(Nenek itu menunduk …melihat tasnya)

aku berpikir lalu terhenyak …ketika kuperhatikan…dia membawa kantong berisi uang2 receh dan beberapa uang kertas lusuh di genggamannya…

aku : oooh…. (sambil menangis dalam hati…)

tidak kutanya lagi dia kerja apa di Surabaya, karena aku sudah bisa menebak…Nenek ini pasti setiap hari berjalan kaki ke seluruh Surabaya…meminta belas kasihan orang2 yang ga tega…dan mungkin dia baru pulang ke rumahnya setelah beberapa hari….

Setelah itu obrolan kami berhenti…kulihat wajahnya begitu tirus dan kelelahan..lalu dia memejamkan mata dan tertidur di sampingku…

MasyaAllah…tidak bisa kutahan air mataku untuk jatuh…aku hadapkan wajahku ke jendela membelakangi nenek itu…lalu air mataku merembes …mirisss …sedih…dadaku sesak membayangkan kehidupan yang harus dia jalani…

lalu mulailah pikiranku bertanya2 ..Ya Allah..dimana anak2nya? dimana keluarganya? setega ini membiarkan seorang nenek yang ga berdaya ..pulang pergi sendirian dari Surabaya-Compreng…atau dia hidupnya sebatang kara? …kemana anak2nya….? apakah mereka tidak tahu keutamaan mengurus seorang ibu? berbakti pada ibu? yang dengan itu kita bisa masuk surga?….Ya Allah….apa yang bisa kuperbuat…air mataku makin merembess…..dadaku sesak….

Kuperhatikan nenek di sampingku…lagi2 kuingat nenek2ku…seandainya aku masih punya nenek…aku akan menjaganya…menyayanginya…apalagi setua ini…

Tiba2 kondektur teriak : Compreng2….nenek itu bangun, memegang topi dan tasnya…lalu pamitan padaku :"Mbah mudhun sik yo nak" …aku jawab : inggih Mbah, monggo…

kuperhatikan dia berjalan ke pintu keluar…lalu turun…aku ga berani memandangnya lagi….MasyaAllah…

di sini…yang kita hidup berkecukupan..berbahagia bersama keluarga dan orang2 yang menyayangi kita…tidakkah kita merenung….betapa nikmat Allah yang diberi pada kita…begitu melimpah…dan bukankah seharusnya kita berbagi dengan mereka yang disana??

dalam hatiku berdoa….semoga nenek tadi…bahagia dunia dan akhirat…semoga keluarganya sadar…

April 21, 2008

Yang Dibangun Atas Dasar Iman

ini artikel bagus…tulisan seorang suami untuk istrinya…

==============

Jodoh adalah rahasia Allah. Sebelum menikah, kita tidak mengetahui dengan pasti siapa jodoh yang dikirim Allah untuk kita. Bahkan tatkala detik-detik akad nikah hendak dilangsungkan sekalipun, kita tidak bisa menjamin bahwa nama yang tertulis dalam surat undangan pernikahan adalah jodoh kita. Ia bisa meninggal sebelum akad nikah dilangsungkan (Kisah pada artikel: Keburukan Datang dari Diri Sendiri). Atau ada penghalang yang menjadikan pernikahan itu batal.

Kita bisa mengatakan bahwa ia adalah jodoh yang dikirim Allah untuk kita, manakala akad nikah telah dilangsungkan. Manakala dia telah resmi menjadi pasangan untuk mengaruhi suka dan duka kehidupan yang datang silih berganti. Jodoh tidak selamanya harus “cocok”, sebab boleh jadi kecocokan yang kita kedepankan adalah versi kita, selaku manusia yang banyak memiliki kelemahan.

Sebagai seorang manusia, seorang isteri tentu memiliki sisi positif dan negatif. Demikian pula dengan seorang suami. Sisi-sisi itu semuanya harus dipadukan untuk membentuk kekuatan bukan untuk saling melemahkan. Inilah seninya hidup berumah tangga. Mengelola perbedaan agar menumbuhkan keindahan. Mengkombinasikan persamaan untuk membentuk kekuatan yang lebih besar. Sehingga secara utuh bangunan rumah tangga akan kokoh dan indah. Kekokohan dan keindahan itu demikian memancar sehingga rumah tangga lain untuk tergerak untuk meneladani dan mempelajari rahasia-rahasia keberkahan yang ada pada mereka.

***
Pada zaman khalifah Umar bin Khattab, seorang suami hendak menceraikan isterinya.Pesona kecantikan isterinya telah meredup sehingga ghairah cinta kepadanya pun mulai memudar. Umar memberikan nasehat, “Sungguh jelek niatmu. Apakah sebuah rumah tangga hanya dapat terbina dengan cinta? Di mana takwa dan janjimu kepada Allah? Di mana pula rasa malumu kepada-Nya? Bukankah kamu sebagai pasangan suami isteri, telah saling bercampur dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil perjanjian yang kuat?”

Nasehat Umar bin Khattab di atas menegaskan suatu fondasi yang harus dibangun dalam bangunan pernikahan, yaitu cinta kepada Allah bukan cinta kepada hawa nafsu. Sebab cinta kepada Allah akan melahirkan takwa, yang menjadikannya hati-hati mengarungi samudera kehidupan dalam rangka ketaatan kepada Allah. Cinta kepada Allah melahirkan rasa malu, yaitu malu berbuat maksiat kepada Allah dan malu akan keegoan diri. Dan cinta kepada Allah menjadikan seseorang selalu teringat dan terikat untuk memenuhi janjinya kepada Allah, salah satunya yaitu memperlakukan isteri sesuai dengan hukum Allah sebagai konsekuensi diperbolehkan mencampurinya secara halal.

Sedangkan cinta kepada hawa nafsu akan menghilangkan ruh dari bangunan pernikahan. Kenikmatan pernikahan hanya akan tercipta sepanjang terpenuhinya kebutuhan hawa nafsu, yang secara sunatullah, akan mengalami puncak pemenuhannya kemudian berangsur menurun dan menurun hingga ke titik nadhir dan mengalami kebosanan. Jika hawa nafsu tidak menemukan pemenuhannya, maka ia akan mencari “jalan lain” dengan perselingkuhan. Atau cerai dan nikah lagi, demikian seterusnya. Dan selamanya, tuntutan hawa nafsu itu tidak akan terpuaskan hingga ia berpisah dari jasadnya.

Cinta kepada Allah-lah yang menjaga rumah tangga menjadi rumah tangga yang produktif. Ibarat pohon, ia adalah pohon dengan akar yang kokoh menghujam, cabangnya menjulang ke langit, dan buahnya lezat dan terus berbuah sepanjang musim. Dikatakan bahwa bangunan pernikahan itu adalah setengah dien, sebab dengan membangun rumah tangga maka produktifitas amal kebaikan bisa ditumbuh-suburkan dan ditingkatkan. Rumah tangga adalah sarana untuk menyempurnakan keimanan kepada Allah dan jalan untuk menanam kebaikan di dunia dan mendulang pahala untuk kehidupan akhirat.

Dengan dasar cinta kepada Allah, maka jalan keluar atas permasalahan yang melilit pun diurai dalam bingkai keimanan. Ia tidak menjadi masalah yang ruwet karena dengan keimanan jiwa-jiwa akan menjadi lapang dan tidak terjebak oleh dorongan hawa nafsu yang selalu memprovokasi kepada keretakan rumah tangga.

Ada kisah menarik yang menjadi cerminan saya. Saya mendapatkan pelajaran berharga dari kisah ini.

Seseorang bermaksud menghadap Umar bin khattab hendak mengadukan perangai buruk isterinya. Sesampai di pintu rumahnya, ia mendengar isteri Umar mengomeli Umar sang khalifah itu, sementara Umar sendiri hanya berdiam saja tanpa memberikan reaksi apa-apa. Di depan pintu rumah Umar itu, ia bergumam, “Kalau keadaan Amirul Mukminin saja begitu, bagaimana halnya dengan aku?” Ia pun beranjak pergi. Namun bersamaan dengan itu Umar keluar. Umar pun memanggilnya, “Ada keperluan penting?”

Ia menjawab, “Ya Amirul Mukminin, kedatanganku ini sebenarnya hendak mengadukan perihal isteriku lantaran suka memarahiku. Tetapi begitu mendengar isterimu sendiri berbuat seperti itu, maka aku bermaksud kembali. Dalam hati aku berkata, kalau keadaan Amirul Mukminin saja begitu, bagaimana halnya dengan diriku.”

Umar berkata, “Saudaraku, sesungguhnya aku rela menanggung perlakuan seperti itu dari isteriku karena adanya beberapa hak yang ada padanya. Ia selalu bertindak sebagai juru masak makananku. Ia selalu membuatkan roti untukku. Ia selalu mencuci pakaian-pakaianku. Ia menyusui anak-anakku. Padahal semua itu bukan kewajibannya. Aku cukup tenteram tidak melakukan perkara haram lantaran pelayanan isteriku, karena itu aku menerima sekalipun dimarahi.”

Orang itu berkata, “Amirul Mukminin, demikian pulakah terhadap isteriku?” Jawab Umar, “Ya, terimalah marahnya karena yang dilakukan isterimu tidak akan lama, hanya sebentar saja.”

Kita sangat patut bercermin kepada Sahabat Umar —termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga—dalam menyikapi kehidupan berumah tangga.

Kini, betapa sering kita menyaksikan bangunan pernikahan yang retak hanya karena masing-masing merasa tidak dihargai, dibenci, dan dimarah-marahi. Terlebih jika seorang suami yang dimarah-marahi, pasti ia akan merasa harga dirinya menjadi rendah, malu, dan kemudian terdorong hatinya untuk pindah ke lain hati. Bukankah tidak sulit seorang laki-laki untuk melakukan hal itu?

Tetapi yang dilakukan Umar, seorang Amirul Mukminin kuat, keras pendirian, dan banyak ditakuti oleh musuh (termasuk oleh syaitan) itu —tidaklah demikian. Beliau sangat memahami konsekuensi dari perjanjian yang kuat (mistsaqan ghalidzan) itu. Beliau pun menyadari akan kebaikan-kebaikan yang dilakukan isterinya dan mengedepankan kebaikan-kebaikan itu di atas kelemahan-kelemahan yang beliau miliki.

Alangkah baiknya, demi melanggengkan bahtera pernikahan, seorang suami selalu mengingati kebaikan-kebaikan isterinya. Tanpa kebaikan seorang isteri, bisa jadi nafkah yang diberikan setiap bulan oleh seorang suami rasanya tidak akan pernah cukup. Seorang suami harus menggaji orang untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, menjaga anak-anak, dan pekerjaan lainnya. Seorang suami juga harus menyediakan fasilitas rumah, pakaian, makanan, dan kebutuhan lain dari isteri secara layak dan memadai. Pendek kata, tugas isteri adalah berhias dan melayani kita dengan sebaik-baiknya, yang lain (terutama mencari nafkah untuk optimalisasi tugas isteri tersebut) adalah tugas dan tanggungjawab suami.

Jika seorang suami merasa belum bisa mencukupi kebutuhan isteri, lebih-lebih sang isteri harus membanting tulang membantu suami mencari nafkah, maka selayaknya ia harus berkaca dari kelemahannya itu demi menumbuhkan penghargaan terhadap sang isteri. Tentu saja, sang isteri juga harus memahami bahwa dengan posisi lebihnya itu ia tidak bisa memaki seenak hati. Ia tetap dianjurkan taat kepada suami demi mendapatkan keridhaannya.

***

Hari ini, saya mencoba merenungi diri. Betapa banyak kelemahan yang saya miliki sebagai suami, betapa banyak kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh isteri. Keterlibatan saya di dalam mengasuh anak-anak, membantu pekerjaan rumah tangga, dan membantu aktivitasnya yang lain, rasanya belum cukup untuk membalas semua kebaikannya itu. Saya belum bisa memberikan sesuatu yang berharga dan membahagiakan dirinya.

Hanya terlintas dalam hati, ‘andai saya tidak ridha kepada isteri saya, alangkah dzalimnya saya. Padahal ia tidak melakukan kemaksiatan apapun.’ Pada akhirnya saya berfikir, hanya ridha suami inilah yang bisa saya berikan kepadanya. Ridha suami inilah yang saya harapkan semoga menjadi jalan baginya untuk memasuki surga-Nya dari pintu mana saja. Mengharapkannya menjadi bidadari di surga yang penuh kenikmatan, sebagai buah dari tugasnya sebagai bidadari di dunia yang dipenuhi ketaatan dan kesabaran. Kadang saya bersedih merenungi kelemahan diri karena tidak bisa memberikan apa-apa. Tetapi saya optimis bahwa Allah akan memberikan balasan terbaik untuknya. Insya Allah.

April 17, 2008

puisi tentang cinta…

weh judulnya kok serem gitu yaks (hehe)..critanya pagi ini aku terima email dari pelanggan yang ngirimin bukti payment, tapi di signature nya dia nulis alamat blog nya…jadi iseng2 kubuka..lumayan juga isinya …. (tulisan memang kadang bisa menyihir)

trus ini ada puisi baguss banget di blognya…aku copy aja ya..

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION,dan bukan cuma PERASAAN..!

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak mendengar…

namun senantiasa bergetar….

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak buta..

namun senantiasa melihat dan merasa..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak menyiksa..

namun senantiasa menguji..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak memaksa..

namun senantiasa berusaha..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak cantik..

namun senantiasa menarik..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak datang dengan kata-kata..

namun senantiasa menghampiri dengan

hati..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak terucap dengan kata..

namun senantiasa hadir dengan sinar

mata..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak hanya berjanji..

namun senantiasa mencoba

memenangi..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia mungkin tidak suci..

namun senantiasa tulus..

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak hadir karena permintaan..

namun hadir karena ketentuan…

 

jika ia sebuah cinta…..

ia tidak hadir dengan kekayaan dan

kebendaan…

namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..

 

Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya

Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan

kesetiannya…………..

 

Huuuh jadi pengen nangis …melankolisku kumat…. huwa2..

April 8, 2008

dibalik senyum manis…

Filed under: Crita hati....

dibalik senyum manis dan canda tawa sahabatmu…

mungkin ada luka..

mungkin ada beban….

mungkin ada perasaan takut…

perasaan gelisah…

yang tak pernah ingin dia bagi…

yang ingin dia simpan sendiri…

yang dia tangisi dikala sepi…

tapi sebagai sahabat…

harusnya kau mengerti itu…

tanpa dia harus menceritakannya padamu…

April 2, 2008

usai sudah…

Filed under: Crita hati....

Hari Senin tgl 31 Maret 2008 kemarin, anak2 OS (karyawan kontrak) di tempat kerjaku dikumpulin sama Manager…

Intinya sih di pertemuan ini dijelaskan bahwa siapa2 yang kemarin ikut tes karyawan permanent dan ga lulus, maka dia harus keluar dari IM2 , ato melanjutkan masa kontrak yang masih tersisa…

Fiuuuh…sebuah berita yang sempat bikin aku stress sepanjang hari…kemarin sekitar 13 orang yg ikutan daftar dan aku termasuk salah satunya yang ga lulus bahkan di tahap seleksi administrasi…Tapi apapun itu, aku dan temen2ku termasuk yang ga berdaya menghadapi "kebijaksanaan" petinggi2 IM2…

Tapi alhamdulillah juga si, aku dikontrak masih sampai Feb 2009, sementara ada temenku yang harus out akhir April 2008 ini…Dengan kata lain masih ada waktu 10 bulan buatku untuk merencanakan apa yang harus kulakukan Feb tahun depan…

mungkin ini sesuatu yang ga mudah, sebuah jalan hidup yang rumiit…tapi setelah aku pikir2, mungkin juga ini sebenarnya sebuah jalan yang ditunjukkan Allah padaku…

Jujur..sebenarnya aku ikut tes karyawan tetap kemarin itu antara iya dan tidak dan sejak awal memang sudah ragu untuk bisa diterima , apalagi kalo diterima harus pindah ke Jakarta…Akhirnya ya itu, Allah memberi apa yang sebenarnya paling kuinginkan dalam hatiku…

Niatnya ikut tes ini sebenarnya cuman karena ingin sekali naik haji, karena fasilitas naik haji gratis cuman bagi karyawan tetap dan bukan karyawan kontrak…..(tapi meski sekarang gagal aku masih menyimpan harapan suatu saat nanti bisa ke tanah suci bersama ibu bapakku …)

Tapi..manusia cuman bisa berusaha dan berdoa…Allah yang akhirnya menentukan semua keputusanNya…..

Semoga ada jalan rizki yang lain buat aku….di tempat yang lebih baik dan semoga lebih barokah bagi semuanya ….Amiiiin

**menghitung hari…**